PENDAMPINGAN PETANI HUTAN KELOMPOK TANI RIMBA LESTARI DALAM AGROFORESTRI TANAMAN KOPI PADA LAHAN MIRING DI DESA MALASARI, KECAMATAN NANGGUNG
DOI:
https://doi.org/10.31938/jai.v2i1.473Abstract
Abstract
Nyungcung Village is at the foot of Mount Halimun Salak and is directly adjacent to the Mount Halimun Salak National Park (TNGHS) area. It has the responsibility to participate in conserving forest areas. The steep topography with an average slope of 50% (45ᵒ) is prone to flooding and landslides. Therefore, land management must consider soil and water conservation to meet people's food needs. The condition of the land and the people in Nyungcung village require assistance from the parties so that the community can obtain solutions to existing problems. UNB, together with partners in the village, namely the Rimba Lestari Farmers Group (KT Rimba Lestari), organized activities aimed at increasing community knowledge about terracing planting techniques and coffee cultivation, assisting in the provision of seeds and coffee seeds to build Village Forests in Malasari Village; assisting in the process of planting coffee plant seeds and providing infrastructure for coffee plant agroforestry activities for KT Rimba Lestari. This PKM activity includes three stages, namely the planning stage, the implementation stage, and the evaluation and monitoring stage. The results obtained by the partners have: (1) Increased public insight and knowledge about planting techniques on sloping land and coffee cultivation by an average of 28%, (2) Increased facilities and infrastructure in cultivating land with an agroforestry system which can later improve people's welfare, (3) Contribute to soil and water conservation and can be developed into a tourist destination.
Keywords: Agroforestry, Coffee Plants, Fruits Plants, Nyungcung Village
Abstrak
Kampung Nyungcung berada di kaki Gunung Halimun Salak dan berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) memiliki tanggung jawab untuk ikut melestarikan kawasan hutan. Topografi yang terjal dengan kelerengan rata-rata 50% (45ᵒ) merupakan lahan yang rawan banjir dan longsor. Oleh karena itu, pengelolaan lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sangat penting memperhatikan konservasi tanah dan air. Kondisi lahan dan masyarakat yang ada di kampung Nyungcung membutuhkan pendampingan dari para pihak agar masyarakat dapat memperoleh solusi dari masalah yang ada. Pihak UNB bersama dengan mitra di kampung tersebut, yaitu Kelompok Tani Rimba Lestari (KT Rimba Lestari) menyusun kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknik penanaman secara terasering dan tentang budidaya tanaman kopi; membantu penyediaan bibit dan benih kopi untuk membangun Hutan Desa di Desa Malasari; mendampingi dalam proses penanaman bibit tanaman kopi dan penyediaan sarana prasarana kegiatan agroforestry tanaman kopi untuk KT Rimba Lestari. Kegiatan PKM ini meliputi 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi dan monitoring. Hasil yang diperoleh mitra diantaranya: (1) Meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang teknik penanaman di lahan miring dan budidaya kopi rata-rata sebesar 28%, (2) Meningkatnya sarana dan prasarana dalam menggarap lahan dengan system agroforestry yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, (3) Memberikan kontribusi pada konservasi tanah dan air serta dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata.
Kata Kunci: Agroforestri, Kampung Nyungcung, Tanaman Buah, Tanaman Kopi
Keywords:
Petani Hutan, Agroforestri, Kopi, MPTS, Nyungcung, Malasari, BogorDownloads
References
Angriani, M. (2019). Analisis Potensi Investasi Kopi Berbasis Spasial di Desa Ujungbulu Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Ditjenbun. (2019). Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Kopi 2017-2019. Ditjenbun, 44.
Evizal, R., Tohari, Prijambada, I. ., & Widada, J. (2012). Peranan Pohon Pelindung dalam Menentukan Produktivitas Kopi. Jurnal Agrotropika, 17(1), 19–23.
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JAT/article/view/4276
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan di Hutan Lindung dan Hutan Produksi. 1–911. https://silk.menlhk.go.id/app/Upload/hukum/20210617/42007beb6c60cfffa45605794733cbc4.pdf
Latupeirissa, E. (2019). Budidaya Tanaman Kopi. http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/89112/BUDIDAYA-TANAMAN-KOPI/
Nadeak, N., Qurniati, R., & Hidayat, W. (2014). Analisis Finansial Pola Tanam Agroforestri Di Desa Pesawaran Indah Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 1(1), 65. https://doi.org/10.23960/jsl1165-74
Rimbawan, R., Hafizianor, & Pujawati, E. (2021). Pengelolaan Agroforestri Pinus–Kopi Dan Kontribusinya Bagi Masyarakat Desa Babadan Pada Kawasan Hutan Pinus Perhutani KPH Malang Jawa Timur. Jurnal Sylva Scienteae, 4(4), 591–598. https://doi.org/https://doi.org/10.20527/jss.v4i4.3933
Setiana, L. (2005). Teknik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Ghalia Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. https://jdih.esdm.go.id/peraturan/uu-41-1999.pdf
Widiyanto, A. (2013). Agroforestry dan Peranannya dalam Mempertahankan Fungsi Hidrologi dan Konservasi. Al-Basia, 1–13(December 2013), 1–27. https://www.researchgate.net/publication/300142098
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Abdi Inovatif (Pengabdian Kepada Masyarakat)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
All articles published in Jurnal Abdi Inovatif are licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) License.
Under the CC BY-NC 4.0 license, users are permitted to share, copy, redistribute, remix, transform, and build upon the published material for non-commercial purposes, provided that the terms of the license are followed.
The license requires appropriate attribution to the original author(s) and the source, a link to the license, and an indication of whether changes have been made.
The use and reuse of published articles are subject to the terms and conditions of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) License.
For the complete and legally binding terms of the license, please refer to the official Creative Commons license:






