IDENTIFIKASI PENYAKIT YANG MENYERANG BIBIT SENGON (Paraserianthes moluccana (Miq.), Barneby & J.W. Grimes) DI PERSEMAIAN DAN PENGENDALIANNYA
DOI:
https://doi.org/10.31938/jsn.v7i1.167Abstract
Identification of Disease Attacks and Control on Sengon (Paraserianthes moluccana (Miq.), Barneby & J.W. Grimes)  Seedling in Nursery
Plant diseases are one of the problems on seedlings of sengon (Paraserianthes moluccana (Miq.), Barneby & J.W. Grimes). Diseases infestation on the seedlings can cause a problem at the plantation. Diseases interference has a big value, since sengon is a perenial tree that need a long time until harvesting. The objective of this research was to identify the pathogens of diseases that infested on sengon seedlings. The research was conducted at Nursery of Forestry Research Institute Center with 250 plants of sengon. Disease incidence and severity were measured and the data was analyzed with SAS program. The research result showed that disease infested at the nursery of sengon seedlings was powdery mildew (Oidium sp.). The observation showed that the incidence of powdery mildew was 78.00%, while the severity was 39,12%. Based on the leaves number, the compound leaves were categorized into four category, i.e. very few, few, plenty, and very plenty. Sengon in the category of very plenty compound leaves (31-49 leaves) showed a significant difference against the disease incidence of powdery mildew, with the lowest incidence of 24,23%.
Keywords : Nursery, Oidium sp., powdery mildew, Paraserianthes moluccana
Â
ABSTRAK
Penyakit merupakan salah satu permasalahan yang terjadi dalam pembibitan sengon (Paraserianthes  moluccana (Miq.), Barneby & J.W. Grimes).Terjadinya investasi penyakit di dalam bibit menyebabkan penanaman menjadi terganggu. Gangguan tersebut sangat besar artinya mengingat bahwa sengon merupakan tanaman tahunanyangmembutuhkan waktu yang panjang sampai pemanenan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi patogen penyebab penyakit pada pembibitan. Penelitian dilakukan di persemaian  Kelompok Peneliti Perlindungan Hutan, Pusat Penelitian dan Pengembangan hutan Bogor menggunakan 250 tanaman sengon. Peubah yang diamati adalah insidensi dan intensitas penyakit dan data dianalisis menggunakan analisis ragam program SAS untuk melihat keterkaitan antara jumlah daun majemuk dengan intensitas serangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit yang menyerang bibit sengon adalah embun tepung (Oidium sp.). Hasil penelitian menunjukkan insdensi penyakit embun tepung mencapai 78% sedangkan intensitas serangan tertinggi mencapai 39,12%. Berdasarkan jumlahnya, daun majemuk dikategorikan ke dalam empat kategori, sangat sedikit, sedikit, banyak, dan sangan banyak. Tanaman pada kategori jumlah daun majemuk sangat banyak (31-40 daun) menunjukkan perbedaan nyata terhadap intensitas serangan embun tepung dengan intensitas penyakit paling rendah yaitu 24,23%.
Kata kunci : bibit, embun tepung, Oidium sp., sengon.Downloads
References
Agrios, G.N. 2005. Plant Pathology. 5th eds. Elsevier Academic Press. USA.
Alexopoulos, C.J. and C.W. Mims. 1979. Introductory Mycology. John Wiley & Sons. New York.
Alrasjid, A. 1973. Beberapa Keterangan Tentang Albizia falentaria (L) Foxberg. Lembaga Penelitian Hutan. Bogor.
Anggraeni, I dan I. Djatnika. 2000. Upaya Pengendalian Embun Tepung pada Bibit Acacia mangiuim dengan Benomil, Tepung Gambir dan Kulit Buah Mahoni. Prosiding KongresNasional XV dan Seminar Ilmiah Perhimpunan Fitopatologi Indonesia 16 – 18 September 1999. Jurusan Hama dan Penyakit, Fakultas Pertanian. Universitas Jenderl Soedirman. Purwokerto.
Anggraeni, I., U.W. Darmawan, A. Ismanto. 2014. Insiden Penyakit pada Kecambah Sengon (Falcataria molucana (Miq.) Berneby and J.W Grimes) dan Uji Patogenisitasnya. Jurnal Ilmu-ilmu Biologi dan Kimia. 4 (2). 181-186.
Badrunasar, Anas, dan Y. Nurahmah. 2011. Pertelaan Jenis Pohon Koleksi Arboretum Balai Penelitian Teknologi Agroforestry. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry. Ciamis.
Barnett, H. L and B. B. Hunter. 2006. Illustrated Genera of Imperfect Fungi. Burges Publishing Company. Minneapolis – USA.
Boyce, J.S. 1961. Forest Pathology. Third dition. McGraw Hill Book Company, Inc. New York.
Budiarto K, S. Yogo, M. Ruud, W. Sri. 2006. Budidaya Krisan Bunga Potong. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Jakarta.
Dwidjoseputro. 1978. Pengantar Mikologi. Penerbit Alumni. Bandung.
Martawijaya, A. I., Y. I. Kartasujana, S. A. Mandang, Prawira, K. Kadir. 1989. Atlas Kayu Indonesia Jilid II. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.
Mulyana, D., C. Asmarahman, I. Fahmi. 2012. Petunjuk Praktis Pembibitan Jabon dan Sengon. Agromedia. Jakarta.
Munah, M. 2006. Uji Efektifitas Dosis Filtrat Daun Mimba (Azadirach-tanindica) dalam Menghambat Perkembangan Embun Tepung (Oidiumtingitanium) pada Tanaman Jeruk Siam (Citrusreticulata). Pustaka karya ilmiah Indonesia, Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Jakarta.
Santoso, H. B. 1992. Budidaya Sengon. Kanisius. Yogyakarta.
Sinclair, J. B. 1989. Threats to Soybean Production in the Tropics. Red leaf blotch and leaf rust. Department of Plant Pathology. Univesity of Illinois at Urbana.
Streets, R. B. 1980. Diagnosis Penyakit Tanaman (Terjemahan : Imam Santoso). The University of Arizona Press. Tuscon – Arizona. USA
Triwiratno, A. 2014. Penyakit Embun Tepung (Oidiumtingitanium carter). Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. https://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/penyakit-embun-tepung-oidium-tingitanium-carter/. Diakses tanggal 14 Februari 2017.
Widyastuti, S. M., Sumardi, Harjono. 2005. Patologi Hutan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2018 Maharani Mustika Putri, Yayang Nurahmah, Illa Anggraeni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















