SERANGAN BOKTOR (Xystrocera festiva Pascoe) DAN KARAT TUMOR (Uromycladium tepperianum (Sacc.) McAlpine) PADA SENGON (Falcataria mollucana (Miq.) DI PERKEBUNAN TEH CIATER
DOI:
https://doi.org/10.31938/jsn.v8i2.119Abstract
     Sengon has become one of the preferred tree because it has many advantages over other commercial tree species. It was widely cultivated with a monoculture system, like agricultural cultivation. The consequence of monoculture planting system was the unstable microclimate environment, so the ecosystem was susceptible to the pest and disease explosion. As happens at the Ciater plantation site, sengon plants were attacked by pests and diseases. The purpose of research were to study the extent data and intensity of boktor pests and tumor rust disease, boktor pest and bioecological behavior causing tumor rust on sengon as a protective and shade plant. The percentage and intensity of attacks caused by boktor pests and tumor rust disease was relatively high. The lowest percentage of boktor attacks was 40% and the highest was 90%. It could be categorized as serious severity, even dead plants. The percentage and intensity of the attacks indicated that the pests living on sengon could thrive in suitable food sources. Likewise with the percentage and intensity of attacks caused by rust disease has reached 100%, so it could be categorized as the level of damage was high.
Keywords: boktor pests, intensity of attack, percentage, sengon, tumor rust disease .
ABSTRAK
     Sengon salah satu pohon yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan jenis pohon lainnya dan banyak dibudidayakan secara luas dengan sistem monokultur seperti budidaya pertanian. Konsekuensi sistem tanam monokultur adalah lingkungan mikroklimat yang tidak stabil, sehingga ekosistemnya rentan terhadap hama dan penyakit. Tujuan dari penelitian ini, untuk memperoleh data luas dan intensitas serangan hama boktor dan penyakit karat tumor, perilaku hama boktor dan bioekologi penyebab penyakit karat tumor pada sengon. Metode yang digunakan adalah pengamatan visual setiap tegakan yang terserang oleh hama boktor dan penyakit karat tumor. Persentase dan intensitas serangan akibat hama dan penyakit ini relatif tinggi, untuk hama boktor persentase dan intensitas terendah 40% yang tertinggi 90%, sehingga dapat dikategorikan tingkat keparahan berat, bahkan ada tanaman yang mati. Persentase dan intensitas serangan tersebut menunjukkan bahwa hama yang hidup pada tegakan sengon berkembang dengan sumber makanan yang cocok. Begitu juga dengan persentase dan intensitas serangan akibat penyakit karat tumor sudah mencapai 100%, sehingga dapat dikategorikan tingkat keparahan yang tergolong berat.
Kata Kunci : boktor, intensitas serangan, karat tumor, persentase serangan, sengon.
Downloads
References
Anonim. (2014) (a). Teknik pengendalian penyakit karat puru pada pohon sengon. Diperoleh dari bp2sdmk.dephut.go.id//25.teknik.pengendalian.penyakit.karat.puru.pada .pohon.sengon. diakses tanggal 26 febuari 2018.
Anonim. (2014) (b). Penyakit karat puruuromycladim teperrianum pada sengon. Diperoleh dari https;//harjoshrian.blogspot.com/2014/12/penyakit-karat-puru-uromycaldium.html. diakses tanggal 26 Febuari 2018.
Anonim. (2013). Pengendalian penyakit karat puru pada tanaman sengon. Diperoleh dari bppk candimuylo.blogspot.com/2013/04/pengendalian.penyakit.karat.puru.pada sengon. Diakses tanggal 26 Febuari 2018.
Anggraeni, I. (2008) (a). Penyakit karat tumor (gall rust) pada tanaman sengon (Paraserianthes falcataria) di RPH Pandantoyo, BKPH Pare, KPH Kediri. Workshop Serangan Karat Tumor pada Sengon. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Yogyakarta 19 November 2008.
Anggraeni, I. (2008). Penyakit karat puru pada sengon (Paraserianthes falcataria) dan teknik pengendaliannya. Booklet. Pusat Litbang Hutan Tanaman. Bogor.
Anggraeni, I., B. Dendang dan N. E. Lelana. (2010). Pengendalian penyakit karat tumor (Uromycladium tepperianum (Sacc.) Mc. Alpin) pada sengon (Falcataria mollucana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes) di Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat, Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 7 (5), 273-278.
Anggraeni dan Lelana. (2011). Penyakit karat tumor pada sengon. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kehutanan. Jakarta.
Duladi. (2012). Cara cerdas mengendalikan hama dan penyakit pada sengon. Kampus IPB Taman Kencana Bogor : PT. Penerbit IPB Press.
Husaeni, E. (2010). Xystrocera festiva Thoms (Cerambycidae: Coleoptera). Biologi dan Pengendaliannya Pada Hutan Tanaman sengon. Bogor : IPB.
Husaeni., E. (2001). Hama Hutan Tanaman. Fakultas Kehutanan. IPB.
Krisnawati, H., E. Varis, M. Kallio, and M. Kanninen. (2011). Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen: Ecology, Silviculture, Productivity. Center for International Forestry Research.
Meliala, C. (2009). Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Nasution, Ahmad Sanusi., (2008). Mengenal Kayu Sengon. Diperoleh dari http:// Sanoesi. Wordpress.com/2008/12.
Rahayu, S. (2007). Karat Tumor Disease Of Falcataria moluccana on Tawau, Sabah, Malaysia (PhD. Thesis). Universitas Putra Malaysia, Malaysia.
Rahayu, S. (2008). Penyakit karat tumor pada sengon (Falcataria moluccana Miq). Dalam. Makalah Workshop Serangan Karat Tumor pada Sengon. Yogyakarta 19 Nopember 2008. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.
Rahayu, S., Lee,S.S., Nor Aini. (2010). Gall Rust Disease On Falcataria moluccana(Miq). Barneby & J.W. Grimes in Malaysia And Indonesia. Hand Book. UPM Press, Serdang, Selangor, Malaysia (in Press). Dalam Workshop Industri Kehutanan Berbasis Huran Rakyat.
Rahayu, S. (2014). Strategi Pengelolaan Penyakit Tanaman Hutan di Indonesia. Penyakit Karat Tumor Pada Tanaman Sengon (Falcatria moluccana). Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Sinaga, M. (2006). Dasar-dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Jakarta : Penebar Swadaya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2018 Wida Darwiati Jusuf, Illa Anggraeni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















