KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI NELAYAN TRADISIONAL PANTAI UTARA JAWA BARAT DAN DAERAH KHUSUS JAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.31938/jp.v5i2.836Keywords:
Karakteristik Ekonomi, Nelayan Tradisional, Pantura Jawa Barat, Daerah Khusus Ibukota JakartaAbstract
Masyarakat yang tinggal di wilayah pulau-pulau kecil dan pesisir pantai umumnya mengandalkan hidupnya dari hasil laut, baik sebagai nelayan, buruh nelayan, ataupun jasa wisata bahari. Pekerjaan masyarakat pesisir seperti sebagai nelayan merupakan warisan dari orang tua mereka. Ketergantungan terhadap sumberdaya kelautan sangat tinggi, dengan keterbatasan teknologi penangkapan yang terbatas, menyebabkan hasil yang diperoleh tidak optimal. Penghasilan dari melaut yang kadang-kadang tidak menentu ini menjadi masalah serius bagi masyarakat nelayan dalam mencapai kesejahteraan. Pendapatan yang lebih kecil dibanding dengan pengeluaran menjebak masyarakat kedalam kubangan kemiskinan. Tujuan dan penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakteristik masyarakat pesisir dari aspek sosial ekonomi masyarakat pesisir DKI Jakarta dan Pantura Jawa Barat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan di DKI Jakarta dan Pantura Jawa Barat adalah nelayan tradisional. Tingkat pendidikan nelayan generasi saat ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya maksimal tamat SD, sedangkan nelayan generasi berikutnya akan lebih baik lagi minimal tamat SLTA. Keterbatasan lapangan kerja bari masyarakat pesisir menyebabkan mereka terpaksa menjadi nelayan yang hanya bermodal fisik, meski mereka sadar risiko sebagai nelayan sangat besar. Bagi nelayan yang tidak punya modal sendiri untuk membeli armada dan alat tangkap untuk melaut, terpaksa bergantung pada tengkulak sebagai sumber permodalan, dengan alasan proses lebih mudah dan cepat.

