PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI PUSPA SARI, KOTA BOGOR DALAM UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK TANAMAN OBAT KELUARGA

Main Article Content

Asmanur Jannah
Anna Fitriani
Linar Humaira
Agista Rosiana
Sari Anggarawati
Fathan Hadyan Rizki
Putri Reska Febriyanti
Aldiansyah Aldiansyah

Abstract

The Women Farmers Group (KWT) Puspa Sari is one of the KWTs in Bogor that has succeeded in empowering members and the surrounding community to use vacant land to be productive. Currently, KWT Puspa Sari in Bogor City has business activities, including plant production, medicinal plant processing, marketing processed medicinal plants and microfinance businesses. However, some of the problems faced by KWT include the lack of knowledge related to postharvest handling of medicinal plants into ready-to-sell products. For this reason, it is necessary to increase the knowledge and skills of the management and members of KWT as well as the community around handling harvests, especially TOGA, so that they have added value and increased the selling price. Increased value added can be done by utilizing postharvest technology such as making simplicia followed by packaging and labelling. Packaging equipped with labelling will make the product more durable and attractive. This service activity consists of several stages, including the preparation stage, which provides surveys, targeting, and preparation of materials/materials and tools. The implementation stage includes exposure to material and practice and the training evaluation stage through satisfaction questionnaires and measurement of training activities before and after questionnaires training. This community service activity showed an increase in knowledge and skills in TOGA postharvest management by 18.60 percent after this training. Based on the satisfaction questionnaire distributed to the training participants, 80.31 percent were satisfied with this training activity. Hopefully, with this training, it is hoped that KWT Puspa Sari Bogor City can increase the added value of TOGA and can develop the marketing of cultivation products and postharvest handling of TOGA.

Key words : Postharvest, the added value, TOGA, KWT

Abstrak

Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspa Sari merupakan salah satu KWT di Kota Bogor yang berhasil memberdayakan anggota dan masyarakat di sekitarnya dalam memanfaatkan lahan kosong menjadi produktif. Saat ini KWT Puspa Sari Kota Bogor memiliki kegiatan usaha meliputi produksi tanaman, pengolahan tanaman obat, pemasaran hasil olahan tanaman obat, dan usaha keuangan mikro. Namun, beberapa permasalahan yang dihadapi KWT diantaranya masih minimnya pengetahuan terkait penanganan pascapanen tanaman obat menjadi produk siap dijual. Untuk itu diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengurus dan anggota KWT serta masyarakat sekitar tentang penanganan pascapanen khususnya tanaman obat keluarga agar memiliki nilai tambah dan meningkatkan harga jualnya. Peningkatan nilai tambah dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pascapanen seperti pembuatan simplisia yang dilanjutkan dengan pengemasan dan pelabelan. Pengemasan yang dilengkapi dengan pelabelan akan menjadikan produk lebih awet dan lebih menarik. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahap diantaranya : tahap persiapan yang meliputi survei, penentuan sasaran, penyusunan bahan / materi, dan persiapan alat, tahap pelaksanaan meliputi paparan materi dan praktek. Tahap evaluasi pelatihan melalui angket kepuasan dan pengukuran kegiatan pelatihan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan terhadap penanganan pascapanen tanaman obat keluarga (TOGA) sebesar 18,60 % setelah adanya pelatihan ini. Berdasarkan angket kepuasan yang disebarkan kepada peserta pelatihan menunjukkan bahwa 80,31 % dengan adanya kegiatan pelatihan ini. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini KWT Puspa Sari Kota Bogor dapat meningkatkan nilai tambah TOGA dan dapat mengembangkan pemasaran hasil budidaya dan pengelolaan pascapanen TOGA.

Kata Kunci : Pascapanen, nilai tambah, TOGA, KWT

Article Details

Section
Articles
Author Biography

Asmanur Jannah, Universitas Nusa Bangsa

Program Studi Agroteknologi

References

BPS Kota Bogor. (2017). Kota Bogor dalam Angka 2017. BPS. Statistik tanaman Biofarmaka. 2018. Badan Pusat Statistik BPS - Statistik Indonesia.

Eviral, R. (2013). Tanaman rempah dan fitofarmaka. Lampung : Lembaga Penelitian Universitas Lampung.

Hakim, L. (2015). Rempah dan herba kebun pekarangan rumah masyarakat. Cetakan 1, No. 164. Yogyakarta : Diandra Pustaka Indonesia.

Rosawanti, P. (2015). Tanaman obat dan rempah. Palangkaraya : Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian dan Kehutanan. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

Salim, Z. and Munadi, E. (2002). Info komoditi tanaman obat. Edisi i-S, Vol 5 (4). Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Erni, N., Kadirman, K., & Fadilah, R. (2018). Pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap sifat kimia dan organoleptik tepung umbi talas (Colocasia esculenta). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 1(1), 95. https://doi.org/10.26858/jptp.v1i1.6223

Manalu, L. P., & Adinegoro, H. (2016). Drying process conditions for producing simplicia standard of zedoary. Jurnal Standarisasi, 18(1), 63–70.

Sembiring, B. B., & Suhirman, S. (2014). Pengaruh cara pengeringan dan teknik ekstraksi terhadap kualitas simplisia dan ekstrak meniran. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian, 509–513.

Sudrajad, H. (2004). Pengaruh ketebalan irisan dan lama perebusan (blanching) terhadap gambaran makroskopis dan kadar minyak atsiri simplisia dringo (Acorus calamus L.). Media Litbang Kesehatan, XIV(4), 41–44.

Utami, M. R., Prihastanti, E., Widodo, S., Suedy, A., & Soedarto, J. (2016). The effect slicing of rhizome to dry weight and quaility simplicia lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.) after drying. Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 1(1), 1–5.