EFIKASI DESTILAT KAYU NANGKA (Artocarpus integra Merr.) TERHADAP RAYAP KAYU KERING (Cryptotermes cynocephalus Light)

EFIKASI DESTILAT KAYU NANGKA (Artocarpus integra Merr.) TERHADAP RAYAP KAYU KERING (Cryptotermes cynocephalus Light)

Authors

  • Agus Ismanto Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu No. 5, Bogor

DOI:

https://doi.org/10.31938/jsn.v5i1.95

Abstract

Efficacy of jackfruit wood destilate (Artocarpus integra Merr.) against dry-wood termites (Cryptotermes cynocephalus Light)

          Wood is organic material that is susceptible to dry wood termite attack Cryptotermes cynocephalus Light. To protect it from the attack, the wood is commonly preserved with chemicals. The chemicals preservative is not eco-friendly material. In order to explore the alternatives of preservatives, distillate extracted from jack fruit (Artocarpus integra Merr.) wood was tested against the termite. The research aimed to examine the effectiveness of distillate against termite in term of retention, termite mortality and protection degree parameter. Sample test is rubber (Hevea brasiliensis Muell.Arg.) wood with dimension 5 cm x 2,5 cm x 2 cm. Samples were soaked into distillate according to concentration i.e. 5%; 15%; 45% and 65% for 2 and 5 days. Experiment was designed with complete random design with 4 replications. The research showed that retention and termite mortality were positively correlated with distillate concentration whereas soak duration influenced retention. Protection degree did not differ from control. We conclude various distillate concentration influenced retention and termite mortality but not protection degree of wood.

Key words: mortality, protection degree, retention


ABSTRAK

         Kayu merupakan bahan organik yang mudah diserang oleh rayap kayu kering Cryptotermes cynocephalus Light. Untuk melindungi kayu dari serangan rayap tersebut biasanya kayu diawetkan dengan menggunakan bahan kimia sintetik. Bahan pengawet kayu termasuk bahan kimia yang tidak ramah lingkungan. Dalam rangka mencari alternatif bahan pengawet kayu ramah lingkungan, maka dicoba destilat kayu nangka (Artocarpus integra Merr.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas destilat kayu nangka terhadap retensi, mortalitas dan derajat proteksi dari serangan rayap kayu kering C. cynocephalus. Contoh uji yang digunakan adalah kayu karet (Hevea brasiliensis Muell.Arg.) dengan ukuran 5 cm x 2,5 cm x 2 cm yang direndam dalam cairan destilat kayu nangka dengan konsentrasi 5%; 15%; 45% dan 65% selama 2 dan 5 hari. Di samping itu disediakan contoh uji kontrol. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 4 ulangan. Parameter yang diukur adalah retensi, mortalitas rayap kayu kering dan derajat proteksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai retensi dan mortalitas meningkat sesuai dengan peningkatan konsentrasi. Sedangkan lama perendaman hanya berpengaruh terhadap retensi. Derajat proteksi tidak berbeda nyata antara perlakuan dengan kontrol. Kesimpulannya adalah perbedaan konsentrasi destilat hanya berpengaruh terhadap retensi dan mortalitas rayap kayu kering tetapi tidak terhadap derajat proteksi.   

Kata kunci: Derajat proteksi, retensi, mortalitas

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ando, Y. 1982. Hasil destilasi kering beberapa jenis kayu Indonesia. Laporan No. 161. LPHH. Bogor.

Barly & Lelana, NE. 2010. Pengaruh ketebalan kayu, konsentrasi larutan dan lama perendaman terhadap hasil pengawetan kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 28(1). Hal 1-8.

Duljapar, K.1996. Pengawetan kayu. Penebar Swadaya. Jakarta.

Gaspersz, V. 1991. Metode perancangan percobaan. Amrico. Bandung.

Hartoyo. 1977. Gasification of charcoal in fluidized bed for manufacturing active carbon, Report No. 98. Forest Products Research Institute.

Hunt, GM & Garrat, GA. 1986. Pengawetan kayu. Akademika Pressindo. Jakarta.

Jasni & Pari, G. 1999. Ter dan destilat kayu jati sebagai pencegah rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light). Prosiding seminar peranan entomologi dalam pengendalian hama ramah lingkungan dan ekonomis. Balittro. Bogor. pp. 373-380.

Komarayati, S & Hendra, D. 1994. Hasil destilasi kering dan nilai kalor kayu nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk). Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 12(2). Hal 39-41.

Martawijaya, A. 1983. Keawetan beberapa jenis kayu Dipterocarpaceae. Prosiding pertemuan ilmiah pengawetan kayu. Pusat Litbang Hasil Hutan. Bogor.

Nandika, D. 2015. Waspada, 5 daerah di Jakarta rawan seranga rayap, workshop â€mitigasi bahaya seranga rayap pada bangunan gedungâ€. Diakses 26 mei 2015. http://www.Republika.co.id.

Pari, G. 1996. Hasil destilasi kering sembilan jenis kayu dari Maluku Utara. Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol. 14(10). Hal 462-466

Seng, OD. 1964. Berat jenis dari jenis-jenis kayu indonesia dan pengertian beratnya kayu untuk keperluan praktek, Pengumuman No. 2. LPHH. Bogor.

Sumarni, G. 1988. Pengaruh kelembaban terhadap intensitas serangan, aktivitas makan dan daya hidup Cryptotermes cynocephalus Light. Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 5(4). Hal 177-178.

Tarumingkeng, RC. 1971. Biologi dan pengenalan rayap perusak kayu di Indonesia. Laporan No. 138. LPHH. Bogor.

Downloads

Published

2017-12-03

How to Cite

Ismanto, A. (2017). EFIKASI DESTILAT KAYU NANGKA (Artocarpus integra Merr.) TERHADAP RAYAP KAYU KERING (Cryptotermes cynocephalus Light). Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry, 5(1), 17–23. https://doi.org/10.31938/jsn.v5i1.95

Issue

Section

Research Articles

Metrics

Most read articles by the same author(s)

Loading...