EFEKTIFITAS ASAM HUMAT DAN ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA DALAM MENGADSORBSI RESIDU INSEKTISIDA ENDOSULFAN DI DALAM TANAH LATOSOL BOGOR

EFEKTIFITAS ASAM HUMAT DAN ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA DALAM MENGADSORBSI RESIDU INSEKTISIDA ENDOSULFAN DI DALAM TANAH LATOSOL BOGOR

Authors

  • Lany Nurhayati Program Studi Kimia FMIPA, Universitas Nusa Bangsa Jl. KH Soleh Iskandar KM 4 Cimanggu Tanah Sareal Bogor 16166
  • RTM Sutamihardja Program Studi Kimia FMIPA, Universitas Nusa Bangsa Jl. KH Soleh Iskandar KM 4 Cimanggu Tanah Sareal Bogor 16166
  • Linggar Rudiarto

DOI:

https://doi.org/10.31938/jsn.v4i2.82

Abstract

Effectiveness of Humic Acid and Active Charcoal of Coconut Shell on Adsorbtion the Residual Insecticide Endosulfan in Latosol Soil, Bogor

        In the study of humic acid and coconut shell activated charcoal (AATK) soaked in Humic Acid (5% and 10%) was left to dry for three days. The soil weighed as much as 10 grams mixed with activated charcoal soaked humic acid 5% and 10% by series concentration of 500 ppm; 1000 ppm and 1500 ppm, then added 20 mL of distilled water in each row shaken for one night, the soil was conditioned by the concentration of the insecticide endosulfan series: 12:05, 0,1, 0,2, 0,4, 0,8 and 1 ppm, did incubation. Example decanted, added 10 mL of acetone pa, filtered and then added with acetone as much as 10 mL, the extract was evaporated to 1 mL, then added by 10 mL acetone gradually. Results extract transferred into sample vials to be tested by using GC. Based on the analysis, it found residues of the insecticide endosulfan in Bogor Latosol soil with a concentration of 0.0005 ppm. The addition of coconut shell activated charcoal individually had a significant effect in reducing the content of endosulfan in soil, while the addition of humic acid individually did not have an appreciable impact in reducing residues of endosulfan in soil latosol. Insecticide endosulfan residues were able to be adsorbed by AATK and humic acid was 500 ppm and 10% (A500H10) of 0,12178a ppm. The combination AATK and humic acids provide a real impact on the content of endosulfan residues in the soil latosol Bogor that could adsorb residual content in the soil.

Keywords: Organochlorines Insecticide Endosulfan, Humic Acid, Coconut Shell Charcoal On Land Latosol Bogor

 

ABSTRAK

        Pada penelitian asam humat dan arang aktif tempurung kelapa (AATK) direndam dalam  Asam Humat (5% dan 10%)  dibiarkan sampai mengering selama tiga hari.Tanah ditimbang sebanyak 10 gram dicampurkan dengan arang aktif yang sudah direndam asam humat 5% dan 10% dengan deret konsentrasi 500 ppm; 1000 ppm dan 1500 ppm, kemudian ditambahkan 20 mL aquades pada masing deret dikocok selama satu malam, tanah dikondisikan dengan deret konsentrasi insektisida endosulfan : 0,05, 0,1, 0,2, 0,4, 0,8 dan 1 ppm, lakukan inkubasi. Contoh didekantasi, ditambahkan aseton pa  10 mL, disaring kemudian ditambahkan dengan aseton sebanyak 10 mL, hasil ekstrak dievaporasi sampai 1 mL, kemudian ditambahkan aseton sebanyak 10 mL secara bertahap. Hasil Ekstrak dipindahkan kedalam botol sampel untuk diuji dengan menggunakan GC. Berdasarkan hasil analisis, masih ditemukan residu insektisida endosulfan di tanah Latosol Bogor dengan konsentrasi 0,0005 ppm. Penambahan arang aktif tempurung kelapa secara individual memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam mengurangi kandungan endosulfan dalam tanah, sedangkan penambahan asam humat secara individual tidak memiliki pengaruh yang cukup besar dalam mengurangi kandungan residu endosulfan dalam tanah latosol. Residu insektisida endosulfan terbaik mampu diadsorbsi oleh AATK dan asam humat adalah 500 ppm dan 10% (A500H10) sebesar 0,12178a ppm. Kombinasi AATK dan asam humat memberikan pengaruh yang nyata terhadap kandungan residu endosulfan didalam tanah latosol bogor sehingga dapat mengadsorbsi kandungan residu didalam tanah.

Kata Kunci:  Insektisida Organoklorin Endosulfan, Asam Humat, Arang Aktif Tempurung Kelapa, Tanah Latosol Bogor

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiwisastra, A. 1985. Keracunan, Sumber Bahaya serta Penanggulangannya, Penerbit Angkasa, Bandung.

Arianti, F.D. 2002. Toksisitas insektisida endosulfan terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam lingkungan air tawar. Tesis. Program Pascasarjana, IPB. Bogor. 87 hal.

Anshari A. F. 2010. Pencemaran organoklorin. Fakultas Teknik Lingkungan. Universitas Lambung mangkurat

Arsiati, A. 2002. Sifat-sifat Asam Humat Hasil Ekstraksi dari Berbagai Jenis Bahan dan Pengekstrak. Skripsi. Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Brady, N. C. 1990. The Nature and Properties of soil. 10th ed. The Macmillan CO. New York.

Brady, N. C. and Weil, R. R. 2002.The Nature and Properties of soil.13th ed. Prentice Hal. New Jersey.

Budi, A. 2002. Adsorbsi Insektisida Karbofuran Oleh Karbon Aktif Sekam Padi dan Tempurung Kelapa pada Tanah Inseptisol Karawang dan Ultisol Jasinga. Skripsi. Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Cory, Y.D. 2001. Pengaruh Kadar Perekat dan Tekanan Kempa Terhadap Sifat Fisis dan Kimia Briket Arang dari Serasah Daun Acacia Manguin Willd.Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Djatmiko B, S. Ketaren, dan S Setyahartini.1985. Pengolahan Arang dan Kegunaannya. Di Dalam Rasjiddin I. 2006. Pembuatan Arang Aktif Dari Tempurung Biji Jambu Mede (Anacardium occidentale) Sebagai Adsorben Pada Pemurnian Minyak Goreng Bekas.Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Goenadi, D. H and I. Mariska. 1995. Shot Initiation and Growth Enchanment by Humic Acid in Tissue Culture of some Crops Species. Plant Cell Rep. 15: 59-62.

Hardjowigeno, S. 1985. Genesis dan Klasifikasi Tanah.Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Hardjowigeno, S. Ilmu Tanah. PT. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta. 1987.

Hendra D dan Pari G. 1999. Pembuatan Arang Aktif Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit. Buletin Penelitian Hasil Hutan. Vol 17 : 113-122.

http://diperta.jabarprov.go.id/index.php/submenu/informasi/berita/detailberita/48 diakses tanggal 26 Juni 2013

http://18arnev.blogspot.com/2011/02/asam-humat-humic-acid.html diakses tanggal 26 Juni 2013

Kirana.1985. Pengaruh Tekanan Pengempa dan Jenis Perekat dalam pembuatan Brieket Arang dari Tempurung Kelapa Sawit (Elaesis quinensis Jacq).

Kirk, R.E. dan D.F. Othmer. 1964. Encyclopedia of Chemical Technology, The Interscince Inc, Ney York.

Komisi Pestisida. 1990. Pedoman pengujian residu pestisida dalam hasil pertanian; Pelaksanaan ketentuan batas maksimum residu pestisida. Direktoran Perlindungan Tanaman Pangan, Departemen Pertanian RI.

Lestari, A. 2006. Studi Pemanfaatan Asam Humat Hasil Ekstraksi dari Andosol dan Gambut dalam Pertumbuhan Semaian Padi. Skripsi. Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Natawigena. 1985. Pestisida dan Kegunaannya, cetakan kedua. Bandung : Penerbit Armico.

Orlov, D. S. 1985. Humus Acid of Soil.Moscow University Publisher. Moscow. 378 pp.

Panut Djojosumarto. 2008. Pestisida dan Aplikasinya. Penerbit PT.Agromedia Pustaka, Jakarta

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1973 dan Nomer 6 Tahun 1995.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1990.

Pohan, N. 2004. Pestisida dan Pencemarannya. Universitas Sumatra Utara.

Prijanto, T.B. 2009. Analisis Faktor Risiko Keracunan Pestisida Organofosfat pada Keluarga Petani Hortikultura Di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang.Tesis.Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang.

Priyanto. 2007. Toksisitas,Obat, Zat kimia dan terapi antidotum. Leskonfi. Jabar.

Rachmawati S.D.2004. Pembuatan Arang Aktif Tempurung Kelapa Sawit Untuk Pemurnian Minyak Goreng Bekas.Skripsi. Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Ramadhani. W. N., dan K. Oginawati. 2011. Residu insektisida organoklorin di persawahan Sub Das Citarum Hulu. Program Studi Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung: Bandung.

Sastroutomo, S. S. 1992.Pestisida : Dasar-dasar dan Dampak Penggunaannya. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Schnitzer, M and S. Khan U. 1978. Soil Organic Matter. Elsevier Scientific Publising Compani. Amsterdam.

SNI. 1995. SNI 06-3730-1995 : Arang Aktif Teknis. Jakarta : Dewan Standarisasi Nasional.

Soedarmo, S. 1990. Pestisida Tanaman. Jakarta : Kanisius.

Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Departemen Tanah. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Soepraptohardjo, M. 1961. Sistem Klasifikasi Tanah di Balai Penyelidikan Tanah. KNIT I, Bogor

Sulaksono, I.C. 2001. Kajian jenis dan tingkat residu insektisida serta pengaruhnya terhadap komunitas makrozoobentos di sentra produksi padi Pantai Utara Jawa Barat. Tesis . Program Pascasarjana, IPB. Bogor. 98 hal.

Stevenson, F. J. 1982. Humus Chemistry: Genesis, Composition, Reactions. A. Willey & Sons, Inc.New York.

Sudrajat R, Soleh S. 1994. Petunjuk Teknis Pembuatan Arang Aktif. Bogor : Puslitbang Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan.

Sururi, A. 2008. Penetapan Bahan Aktif Dimehypo dalam Produk Formulasi Insektisida secara Kromatografi Cairan Tingkat Tinggi. Skripsi. FMIPA Kimia Bogor: Universitas Nusa Bangsa.

Tan, K. H. 1993. Principles of Soil Chemistry. Marcel Dekker Inc. New York.

Wardani, N. 2002.Pengaruh Pemberian Asam Humat Sebagai Bahan Ameliorant Tanah terhadap Pertumbuhan dan Serapan Timbal Tanaman Bayam pada Tanah yang Tercemar Logam Berat Timbal (Pb).Skripsi. Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Wudianto, R. 1997. Petunjuk Penggunaa Pestisida. Jakarta : Penebar Swadaya.

Downloads

Published

2017-12-03

How to Cite

Nurhayati, L., Sutamihardja, R., & Rudiarto, L. (2017). EFEKTIFITAS ASAM HUMAT DAN ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA DALAM MENGADSORBSI RESIDU INSEKTISIDA ENDOSULFAN DI DALAM TANAH LATOSOL BOGOR. Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry, 4(2), 107–114. https://doi.org/10.31938/jsn.v4i2.82

Issue

Section

Research Articles

Metrics

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 
Loading...