Sterilization, Multiplication and In Vitro Conservation of Germplasm Taro (Colocasia esculenta [L.] Schott) in BB BIOGEN
DOI:
https://doi.org/10.31938/jsn.v12i4.438Abstract
The taro plant (Colocasia esculenta) has the potential as an alternative food that can be processed into various processed food products. Efforts to save germplasm ex-situ through taro conservation in vitro can be a backup for existing collections in the field. The activity was carried out at the in vitro conservation laboratory of the genetic resource management research group, the Bogor Institute for Research and Development of Biotechnology and Agricultural Genetic Resources (BB Biogen). A total of 15 accessions were used as explant material for sterilization, explants were grown on MS media, and then at 10 DAP, the percentage of live, contaminated, and dead explants was observed. The average sterile explants in all accessions were 34.01%, contaminated explants were 65.08%, and dead explants were 0.91%. Multiplication was carried out by subculture of the two most plantlets into the propagation medium, namely: (1) control MS, (2) MS + Thidiazuron 0.25 ppm, (3) MS + Thidiazuron 0.5 ppm, (4) MS + Thidiazuron 2 ppm, (5) MS + BA 0.5 ppm, (6) MS + BA 1 ppm, and (7) MS + BA 3 ppm. On conservation media until 5 months, the best response was shown in M3 (paclo 2 ppm) and M4 (mannitol 4%).
Keywords:Â Aksesion;Â Explan;Â Media;Â Shoots
ABSTRAK
Sterilisasi, Multiplikasi, dan Konservasi In Vitro Plasma Nutfah Tanaman Talas (Colocasia esculenta) di BB BIOGEN
Tanaman talas (Colocasia esculenta) memiliki potensi sebagai pangan alternatif yang dapat diolah menjadi berbagai produk olahan pangan. Upaya penyelamatan plasma nutfah secara ex situ melalui konservasi talas melalui in vitro dapat menjadi cadangan (back up) koleksi yang ada di lapang. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium konservasi in vitro kelompok peneliti Pengelolaan Sumber Daya Genetik, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) Bogor. Sebanyak 15 aksesi digunakan sebagai materi eksplan untuk di sterilisasi, eksplan ditanam pada media MS, dan kemudian pada 10 HST diamati persentase eksplan yang hidup, terkontaminasi, dan mati. Rata–rata eksplan steril pada seluruh aksesi sebanyak 34,01%, eksplan terkontaminasi 65,08%, sedangkan eskplan yang mati sebanyak 0,91%. Multiplikasi dilakukan dengan subkultur terhadap dua planlet terbanyak ke dalam media perbanyakan, yaitu : (1) MS kontrol, (2) MS + Thidiazuron 0,25 ppm, (3) MS + Thidiazuron 0,5 ppm, (4) MS + Thidiazuron 2 ppm, (5) MS + BA 0,5 ppm, (6) MS + BA 1 ppm, dan (7) MS + BA 3 ppm. Pada media konservasi until the age of 5 months, the best response was shown in M3 (paclo 2 ppm) and M4 (mannitol 4%).
Kata kunci: Aksesi; Eksplan; Media; Tunas
Downloads
References
Abidin F. (2009) Biologi Sel dan Jaringan, balai besar Penelitian dan pengembangan Bioteknologi dan Sumber daya genetik Pertanian. (http://biogen.litbang.pertanian.go.id/?p=53122). Diakses 2 mei 2021
Banjaw, D. T. (2017) Review of taro (Colocasia esculenta) genetics and breeding. Journal of Horticulture 4 (1):1-4.
Bardono, S. (2018) BB Biogen Teken Kerjasama dengan Dua Perusahaan Swasta dan Enam Instansi. (https://technology-indonesia.com/pertanian-dan-pangan/inovasi-pertanian/bb-biogen-teken-kerjasama-dengan-dua-perusahaan-swasta-dan-enam-instansi/). Diakses 2 mei 2021.
Bekircan, T., A. YaÅŸar, S. Yildirim, M. SÈkmen, and A. SÈkmen (2018). Effect of cytokinins on in vitro multiplication, volatiles composition and rosmarinic acid content of Thymus leucotrichus Hal shoots. 3 Biotech 8:180
Blank, M.F.A., F.F.Tavares., A.F.Blank., M.C.Santos., T.S.A.Menzes., and A.D.D.Santana. (2014) In vitro conservation of sweet potato genotypes. The Scientific World Journal 2 :1-7.
Dewi, N., B.S.Purwoko, I. Hanarida, A. Purwito, dan I. S. Dewi. (2012) Perbanyakan dan konservasi in vitro plasma nutfah talas (Colocasia esculenta (L.) Schoot). Jurnal AgroBiogen 8(3):105-112
Furnawanthi, I., S. J. Devianti, D. Nauly, R. Mardiyanto, M. Elya (2017) Respon pertumbuhan eksplan kentang (Solanum tuberosum L.) varietas AP-4 terhadap manitol sebagai media konservasi secara in vitro. Prosiding Seminar Nasional, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta
Hartono. (2020) Jangan remehkan talas, ternyata sangat baik untuk penderita diabetes. (https://health.grid.id/read/352034248/jangan-remehkan-talas-ternyata-sangat-baik-untuk-penderita-diabetes?page=all). Diakases pada 20 Mei 2021.
Katalog SDG Tanaman Pangan. (2015) Menghimpun data Karakteristik sumber daya genetik (SDG) Tanaman Pangan. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementan.
Kusmianto, J. (2008). Pengaruh thidiazuron tunggal dan kombinasi thidiazuron dan benzyl amino purin terhadap pembentukan tunas dari potongan daun Dendrobium antennatum Lindl secara in vitro. [Skripsi]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.
Lestari, EG (2011) Peranan ZPT dalam perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan. Jurnal Agrobiogen 7(1):63-68.
Nursyamsi dan A. Q. Toaha. (2017) Tahapan sterilisasi dan skarifikasi benih kayu kuku (Pericopsis mooniana thw) untuk mempercepat perkecambahan secara in vitro.Info Teknis EBONI. 14 (1):11–21
Purita, S.Y., N. R. Andarini., dan N. Basuki. (2017) Pengaruh ZPT jenis BAP terhadap pertumbuhan planlet sub kultur jaringan tanaman nanas (Ananas comosus L. Merr). Jurnal Produksi Tanaman. 5 (7):1207-1212.
Rahma, A., E. Ratnasari., dan F.Yulianti. (2019) Konservasi in vitro tanaman stroberi (Fragaria sp.) dengan menggunakan berbagai sumber karbon. LenteraBio 8(1):80-84.
Rashmi, D. R., N. Raghu, T. S. Gopenath, P. Palanisamy, P. Bakthavatchalam, M. Karthikeyan, A. Gnanasekaran, M. S. Ranjith, G. K. Chandrashekrappa, K. M. Basalingappa. (2018) Taro (Colocasia esculenta): an overview. Journal of Medicinal Plants Studies 6 (4) : 156 – 161
Resmisari, R. S. 2017. Petunjuk praktikum kultur jaringan tumbuhan. Fakult Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Resmisari, R. S. (2017) Petunjuk praktikum kultur jaringan tumbuhan. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang
Rugayah, K., Hendarto, Y. C. Ginting, R. Ristiani. (2020) Pengaruh konsentrasi paklobutrazol pada pertumbuhan dan penampilan tanaman sedap malam (Polyanthes tuberosa L.) dalam pot. Jurnal Agrotropika 19 (1): 27 – 34.
Sabda, M. dan N. Dewi. (2016) Multiplikasi tunas dan konservasi in vitro tanaman belitung (Xanthosoma sagittifolium [L.] Schott) dengan metode pertumbuhan minimal. Jurnal AgroBiogen 12(2):101-108.
Sabda M. (2019) Penyimpanan In-vitro Plasma Nutfah Ubi jalar dapat Mengurangi Erosi Genetik. Warta Plasma Nutfah Indonesia, No. 30.
Sari D I., Suwirmen, N. Nasir (2015) Pengaruh konsentrasi thidiazuron (TDZ) dan arang aktif pada sub kultur tunas pisang kepok hijau (Musa paradisica L.). Jurnal of Natural Science 4 (3):280-289.
Wulanningtyas, H. S., M. Sabda, M. Ondikeleuw, Y. Baliadi. (2019) Keragaman morfologi talas (Colocasia esculenta) lokal Papua. Buletin Plasma Nutfah 25(2):23-30.
Yuniastuti E., Praswanto, I. Harminingsih (2010) Pengaruh Konsenterasi BAP Terhadap Multiplikas Tunas Anthurium (Anthurium andraeanum Linden) Pada Beberapa Media Dasar Secara In Vitro. Jurnal UNS. Caraka Tani 25(1): 1-8.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Muhamad Sabda, Dedy Darnaedi, Dodin Koswanudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















