EKO-EDUKASI PENANAMAN POHON DAN KEMANFAATANNYA UNTUK EKOSISTEM LINGKUNGAN BAGI SISWA PENDIDIKAN DASAR

Main Article Content

Bokiraiya Latuamury
Moda Talaohu
John F Sahusilawane

Abstract

The tree planting program aims to maintain environmental balance and sustainability to create environmental health and balance the present and future water systems. The tree planting eco-education program is an environmental education effort that has become a popular community movement. This Community Service Program (PKM) aims to increase awareness of 9-year primary education students, especially elementary school students. The extension method uses simple teaching aids in short videos and presentations containing children's animated images regarding tree planting eco-education and its benefits for environmental sustainability, especially water management on the small islands of Maluku Province. The PKM solution measures primary education students' knowledge and attitudes regarding tree planting and its benefits in maintaining partner areas' environmental ecosystem and water management (hydro-orological system). The results of the assessment criteria for students' knowledge and attitudes regarding tree planting and its benefits for the environmental ecosystem are included in the medium category. The expected result of the PKM program is that it can educate students at SD Negeri 300 Central Maluku to improve the knowledge and attitudes of students in the middle category who are increasing in partner areas.


Keywords: benefits of tree planting, small island, elementary school students, water management


Abstrak


Program penanaman pohon merupakan upaya menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan guna mewujudkan kesehatan lingkungan dan menyeimbangkan tata air masa kini dan masa depan. Program eko-edukasi penanaman pohon merupakan sebuah upaya pendidikan lingkungan yang menjadi gerakan komunitas yang populer. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan penyadartahuan siswa pendidikan dasar 9 tahun terutama siswa Sekolah Dasar. Metode penyuluhan menggunakan alat peraga sederhana berupa video singkat dan presentasi yang berisi gambar animasi anak mengenai eko-edukasi penanaman pohon dan kemanfaatannya bagi kelestarian lingkungan dan khususnya tata air di pulau kecil Provinsi Maluku. Solusi PKM yang ditawarkan adalah mengukur pengetahuan dan sikap siswa pendidikan dasar mengenai penanaman pohon dan kemanfaatannya dalam menjaga ekosistem lingkungan dan tata air (sistem hidro-orologi) wilayah mitra. Hasil penilaian kriteria untuk pengetahuan dan sikap siswa mengenai penanaman pohon dan kemanfaatannya bagi ekosistem lingkungan termasuk dalam kategori sedang. Hasil yang diharapkan dari program PKM adalah program PKM ini dapat mengedukasi siswa SD Negeri 300 Maluku Tengah meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa-siswi yang kategori sedang semakin meningkat di wilayah mitra.


Kata Kunci: kemanfaatan penanaman pohon, pulau kecil, siswa sekolah dasar, tata air

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Latuamury, B., Talaohu, M., & Sahusilawane, J. F. (2024). EKO-EDUKASI PENANAMAN POHON DAN KEMANFAATANNYA UNTUK EKOSISTEM LINGKUNGAN BAGI SISWA PENDIDIKAN DASAR. Jurnal Abdi Inovatif (Pengabdian Kepada Masyarakat), 3(1), 34–49. Retrieved from https://ejournalunb.ac.id/index.php/abdi/article/view/702
Section
Articles
Author Biographies

Bokiraiya Latuamury, Universitas Pattimura, Ambon

Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian

Moda Talaohu, Universitas Pattimura, Ambon

Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian

John F Sahusilawane, Universitas Pattimura, Ambon

Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian

Metrics

References

Andari, S. Y., Herlina, N., & Dwi, S. (2018). Pengaruh Taman Kota Terhadap Konsentrasi CO2 Dan Suhu Udara Ambient Di Kota Malang. Jurnal Produksi Tanaman, 6(4).

Asdak, C. (2002). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press.

Bertiyant, N. ika. (2018). Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) kawasan padat di Kota Bandung. Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kawasan Padat Di Kota Bandung, May, 1–8.

Ganesha, L.Y.A. (2018). Model Penataan Kawasan Situ Untuk Reduksi Risiko Bencana Banjir Di Jakarta. Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana, 2(1), 9. https://doi.org/10.29122/alami.v2i1.2796

For, M. A., Management, P., Upstream, O., Watershed, G., Setyowati, D. L., Amin, M., Suharini, E., & Pigawati, B. (2016). Model Agrokonservasi Untuk Perencanaan Pengelolaan Das Garang Hulu. Tataloka, 14(2), 131–141.

https://doi.org/10.14710/tataloka.14.2.131-141

Kusmana, C., & Hikmat, A. (2015). Keanekaragaman Hayati Flora Di Indonesia The Biodiversity of Flora in Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 5(2).

Latuamury, B., Aponno, H. S. E. S., Marasabessy, H., Hadijah, M. H., & Imlabla, W. (2020). The spatial dynamics of land cover change along the Wallacea corridor in the key biodiversity area ‘Buano Island’, Maluku, Indonesia. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 7(4). https://doi.org/10.15243/JDMLM.2020.074.2373

Latuamury, Bokiraiya. (2022). Buku Ajar Hidrologi Pulau Kecil (p. 313). Deepublish.

Latuamury, Bokiraiya. (2023). Buku Ajar Konservasi Tanah Dan Air (p. 286). Deepublish.

Listia, E., Pradiko, I., Syarovy, M., Hidayat, F., Ginting, E. N., & Farrasati, R. (2019). Pengaruh Ketinggian Tempat terhadap Performa Fisiologis Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Tanah Dan Iklim, 43(1).

Marasabessy, S., Latuamury, B., Iskar, I., & Suhendy, C. C. V. (2019). Persepsi Masyarakat Mengenai Peranan Vegetasi Kawasan Sabuk Hijau Di Sempadan Sungai DAS Wae Batu Gajah. Makila, 13(1), 14–28. https://doi.org/10.30598/makila.v13i1.2317

Sadono, R. (2018). Prediksi Lebar Tajuk Pohon Dominan pada Pertanaman Jati Asal Kebun Benih Klon di Kesatuan Pemangkuan Hutan Ngawi, Jawa Timur. Jurnal Ilmu Kehutanan, 12(2). https://doi.org/10.22146/jik.40143

Setiawan, N., & Sukamto, N. (2017). Karakter Morfologis dan Fisiologis Tanaman Nilam di Bawah Naungan dan Tanpa Nanungan. Buletin Penelitian Tanaman Rempah Dan Obat, 27(2). https://doi.org/10.21082/bullittro.v27n2.2016.137-146

Silalahi, J., Harianja, A., & Agency, D. (2015). Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Di Kota Poso (Studi Kasus : Kecamatan Poso Kota). Spasial, 2(3), 63–71.

Soedarjanto, M. S. (2011). Kovariasi Spasial Hubungan Penutupan Vegetasi Dengan Resesi Aliran Dasar Di Pulau Bali (Issue 2011). Universitas Gadjah Mada.

Soewandita, H. (2017). Studi Ekologi Lahan Koridor Sungai Dan Status Kualitas Penggunaan Lahan Di Wilayah Das Rawapening. Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana, 1(1), 33. https://doi.org/10.29122/alami.v1i1.960

Syahidah, M., Hutasoit, L. M., & Suwarman, R. (2015). Variasi Tutupan Lahan dan Implikasinya Terhadap Nilai aliran dasar di DAS Citarum Hulu. Seminar Nasional Penginderaan Jauh, November, 1–12.