PEMBERDAYAAN PETANI JAMBU KRISTAL (Psidium guajava L.) MELALUI OPTIMALISASI PENGGUNAAN LAHAN BERKELANJUTAN DI DESA BANTARSARI, KABUPATEN BOGOR

Main Article Content

Andi Masnang
Sunardi Sunardi
Fathan Rizki Hadyan
Dyah Budibruri Wibaningwati

Abstract

Optimising sustainable land use by integrating crystal guava plants and food crops commodities can increase land's carrying capacity and farmers' incomes. The extension and training activities aim to provide the understanding and improve skills in agricultural land management through optimising sustainable land use. The approach method used in this technical guidance program is to conduct counselling and demonstration plots. Activities that will be held in December 2021 were attended by 23 farmers who are representatives of the crystal guava farmer group in Bantarsari Village, Bogor Regency. This activity took place in three stages. The first stage contains counselling, socialisation and early questionnaire session about optimising sustainable land use. In the second stage, technical training in demonstration plots and selecting suitable commodities for intercropping with guava crystals and how to cultivate environmentally friendly food crops. The third stage was discussion and evaluation through filling out questionnaires to determine the response and the extent of farmers' understanding of optimising sustainable land use after socialisation and technical training. The evaluation results show that farmers are enthusiastic about implementing optimal land management of crystal guava integrated with food and medicinal plants sustainably.

 

Keywords: Cultivation, Crystal Guava, Land Management, Crops

 

Abstrak

 

Optimalisasi penggunaan lahan berkelanjutan dengan mengintegrasikan tanaman jambu kristal dan komoditi dari tanaman pangan dapat meningkatkan daya dukung lahan serta pendapatan petani. Tujuan kegiatan penyuluhan dan pelatihan adalah untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan lahan pertanian melalui optimalisasi penggunaan lahan berkelanjutan. Metode pendekatan yang dilakukan dalam program bimbingan teknis ini adalah melakukan penyuluhan dan pelatihan demplot.  Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2021 diikuti oleh petani yang merupakan wakil dari kelompok petani jambu kristal sebanyak 23 orang di Desa Bantarsari, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung tiga tahap. Tahap pertama berisi penyuluhan, sosialisasi dan pengisian kuesioner awal tentang optimalisasi penggunaan lahan berkelanjutan. Pada tahap ke dua, pelatihan teknis di demplot dan memilih komoditi yang sesuai untuk ditumpangsarikan dengan jambu kristal serta cara budidaya tanaman pangan berbasis ramah lingkungan. Tahap ke tiga diskusi dan evaluasi melalui pengisian kuesioner untuk mengetahui respon dan sejauh mana pemahaman petani tentang optimalisasi penggunaan lahan berkelanjutan setelah dilakukan sosialisasi dan bimbingan teknis.  Hasil evaluasi menunjukkan bahwa petani sangat antusias untuk menerapkan pengelolaan lahan jambu kristal secara optimal yang terintegrasi dengan tanaman pangan dan tanaman obat secara berkelanjutan.

                                                                                            

Kata Kunci: Budidaya, Jambu Kristal, Pengelolaan Lahan, Tanaman Pangan

 

Article Details

Section
Articles

References

Clune, T. (2021). Conceptualising policy for sustainable agriculture development. Australian Journal of Public Administration, 80(3): 493-509 https://doi.org/10.1111/1467-8500.12436

Ferdiana, A., Sumarna, A., & Andayani, sri ayu. (2014). Analisis Tataniaga Dalam Usahatani Jambu Kristal ( Psidium Guajava L ) Suatu Kasus di Desa Jayi Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Peternakan, 2(2).8-32.

Herdiat, I., N.P., S. D., & Kendarto, D. R. (2019). Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Jambu Kristal Sebagai Upaya Perluasan Lahan di Kabupaten Sumedang. Keteknikan Pertanian Tropis Dan Biosistem, 7(1).43-54

Laurett, R., Paço, A., & Mainardes, E. W. (2021). Measuring sustainable development, its antecedents, barriers and consequences in agriculture: An exploratory factor analysis. Environmental Development, 37. 1-12. https://doi.org/10.1016/j.envdev.2020.100583

Masnang, A., Andriyanty, R., Hendri, A., & Djannah, A. (2019). Pembinaan Kelompok Tani Untuk Optimalisasi Lahan Sempit Berbasis Konservasi Tanah. ETHOS (Jurnal Penelitian Dan Pengabdian), 7(1). 18-27. https://doi.org/10.29313/ethos.v7i1.3853

Mazac, R., Renwick, K., Seed, B., & Black, J. L. (2021). An Approach for Integrating and Analysing Sustainability in Food-Based Dietary Guidelines. Frontiers in Sustainable Food Systems, 5. 1-14. https://doi.org/10.3389/fsufs.2021.544072

Novitasari, Elvyra, & Roslim. (2014). Sifat Kimia Tanah dan Perkembangan Akar Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada Berbagai Dimensi Rorak dengan Pemberian Tandan Kosong. Jom Faperta.1-12

Rusmono, M. (2021). Transformasi Sistem Penyuluhan Pertanian Era TIK Untuk Penguasaan dan Pemanfaatam IPTEK. Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian. Jakarta.

Wang, Z., Wang, J., Zhang, G., & Wang, Z. (2021). Evaluation of agricultural extension service for sustainable agricultural development using a hybrid entropy and TOPSIS method. Sustainability (Switzerland), 13(1). 1-17. https://doi.org/10.3390/su13010347

Zecca, F., & Rastorgueva, N. (2017). Knowledge management and sustainable agriculture: The Italian case. Quality - Access to Success, 18(159).97-104