Reduction of COD, pH and Phosphate Levels in Laundry Wastewater Using Multi Soil Layering (MSL) Method

Main Article Content

Aster Rahayu
Maryudi Maryudi
Nuraini Nuraini
Nafira Alfi Zaini Amrillah
Irwan Mulyadi
Farah Fadillah Hanum

Abstract

The growth of laundry services is directly proportional to the use of detergent. Detergent is a cleaning product that contains high levels of COD and phosphate. One method that can be used to overcome this problem is Multi Soil Layering (MSL). This research focussed on the flow rate's effect on decreasing pH, COD, and phosphate levels in industrial laundry waste. MSL was installed using a mixture of andosol soil and activated charcoal from coconut shells. Laundry wastewater was let into MSL with flowrate: 10, 50, and 100 ml/minute. The waste degradation system is placed anaerobically by optimising the anaerobic process in the andosol soil. The pH, COD, and phosphate levels were achieved at 7, 90.9%, and 80.7% by draining the laundry industry waste into the MSL system. This MSL method has a residence time of 266 minutes for a flowrate of 100 mL/minute, 532 minutes for a flowrate of 50 mL/minute and 2660 for a flowrate of 10 mL/minute.

Keywords:  MSL;  Phosphate;  COD;  Laundry Industry; Andosol soil

ABSTRAK

Penurunan Kadar COD, pH dan Fosfat pada Air Limbah Laundry Menggunakan Metode Multi Soil Layering (MSL)

Pertumbuhan jasa laundry berbanding lurus dengan penggunaan detergen. Detergen merupakan produk pembersih yang mengandung COD dan fosfat dalam kadar tinggi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah Multi Soil Layering (MSL). Penelitian ini berfokus pada pengaruh laju alir terhadap penurunan pH, COD, dan kadar fosfat pada limbah laundry industri. MSL dipasang menggunakan campuran tanah andosol dan arang aktif dari tempurung kelapa. Air limbah laundry dimasukkan ke dalam MSL dengan debit aliran: 10, 50, dan 100 mL/menit. Sistem degradasi sampah ditempatkan secara anaerobik dengan mengoptimalkan proses anaerobik di tanah andosol. Kadar pH, COD, dan fosfat dicapai pada 7, 90,9%, dan 80,7% dengan mengalirkan limbah industri laundry ke dalam sistem MSL. Metode MSL ini memiliki waktu tinggal 266 menit untuk laju alir 100 mL/menit, 532 menit untuk laju alir 50 mL/menit dan 2660 untuk laju alir 10 mL/menit.

Kata kunci: MSL; Fosfat; COD; Industri Laundry; Tanah Andosol

Article Details

How to Cite
Rahayu, A., Maryudi, M., Nuraini, N., Amrillah, N. A. Z., Mulyadi, I., & Hanum, F. F. (2023). Reduction of COD, pH and Phosphate Levels in Laundry Wastewater Using Multi Soil Layering (MSL) Method. JURNAL SAINS NATURAL, 13(1), 31–38. https://doi.org/10.31938/jsn.v13i1.450
Section
Articles

References

Adi, H. P., Razif, M., & Moesriati, A. (2016). Perancangan Ulang Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik dengan Proses Anaerobic Baffled Reactor dan Anaerobic Filter. Jurnal Teknik ITS, 5(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v5i2.16937

Ahmad, T., & Danish, M. (2018). Prospects of banana waste utilization in wastewater treatment: A review. Journal of Environmental Management, 206, 330–348. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2017.10.061

Apriliyani, N. (2017). Penurunan Kadar Surfaktan dan Sulfat dalam Limbah Laundry. Media Ilmiah Teknik Lingkungan, 2(1), 37–44.

Fajri, J. A., Wulandari, D., Nurmiyanto, A., & Rahayu, A. (2021). Penurunan Kandungan Hidrokarbon Menggunakan Constructed Wetland Reactor Dalam Mengolah Limbah Minyak Removal of Hidrocarbon Compounds Using Constructed Wetland Reactor to Treat Oily Wastewater. Open Science and Technology, 01(02), 246–256.

Hadrah, H., Kasman, M., & Septiani, K. T. (2019). Analisis Penurunan Parameter Pencemar Limbah Cair Laundry dengan Multi Soil Layering (MSL). Jurnal Daur Lingkungan, 2(1), 36. https://doi.org/10.33087/daurling.v2i1.22

Haribowo, R., Megah, S., & Rosita, W. (2019). Efisiensi Sistem Multi Soil Layering Pada Pengolahan Air Limbah Domestik Pada Daerah Perkotaan Padat Penduduk. Jurnal Teknik Pengairan, 10(1), 11–27. https://doi.org/10.21776/ub.pengairan.2019.010.01.2

Herman, W., Darmawan, D., & Gusnidar, G. (2017). Pemanfaatan Tanah Vulkanik Dalam Sistem Multiple Soil Layering (Msl) Terhadap Pemurnian Air Irigasi Terpolusi. Jurnal BiBieT, 2(2), 49. https://doi.org/10.22216/jbbt.v2i1.3085

Ihsan, T., Indah, S., & Helard, D. (2013). Penyisihan Kalium Dari Limbah Cair Persawahan Dengan Metode Multi Soil Layering (Msl). Jurnal Dampak, 10(2), 133. https://doi.org/10.25077/dampak.10.2.133-141.2013

Ivontianti, W. D., Sitanggang, E. P. O., & Rezeki, E. S. (2022). Pengolahan Limbah Cair Lindi Menggunakan Multi Soil Layering (MSL) Bebasis Lumpur PDAM. Jurnal Rekayasa Hijau, 5(3), 228–237. https://doi.org/10.26760/jrh.v5i3.228-237

Komala, P. S., Helard, D., & Delimas, D. (2012). Identifikasi Mikroba Anaerob Dominan Pada Pengolahan Limbah Cair Pabrik Karet Dengan Sistem Multi Soil Layering (Msl) Identification of Anaerobic Dominant Microbes in Rubber Industrial Waste Water Treatment with Multi Soil Layering (MSL) System. Jurnal Teknik Lingkungan UNAND, 9(1), 74–88.

Manik, J. M., & Edward. (1987). The properties of detergent and its effects on environment. Oseana, XII(1), 25–34.

Multi, D., Layering, S., Biomineral, M. S. L., & Penyaringan, U. (2014). LIMBAH CAIR KILANG MINYAK GUNA AIR IRIGASI Multi Soil Layering (MSL) -Biomineral Design for Filtrationthe Oil Refinery Wastewater Pollutants as Irrigation Water Oleh Tamad dan Joko Maryanto Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman ISSN : 1410-0. 18(2).

Mutia, R., Elystia, S., & Yenie, E. (2015). Metode Multiv Soil Layering dalam Penyisihan Parameter TSS Limbah Cair Kelapa Sawit dengan Variasi Hydraulic Loading Rate (HLR) dan Material Organik pada Lapisan Anaerob. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Riau, 2(1), 1–6.

Nadayil, J., Mohan, D., Dileep, K., Rose, M., Rose, R., & Parambi, P. (2015). A Study on Effect of Aeration on Domestic Wastewater. International Journal of Interdisciplinary Research and Innovations, 3(2), 10–15.

Novela, D., & Dewata, I. (2019). Penurunan COD, BOD DAN TSS Pada Limbah Cair Industri Tahu Melalui Sistem Multy Soil Layering (MSL) Menggunakan Arang Karbon Ampas Tebu. Journal of Residu, 3(21), 8–14.

Putra, A., & Fitri, W. E. (2018). Efektivitas Penurunan TSS, BOD, COD, Dan E.Coli Limbah Cair Industri Santan Kelapa Dengan Metode MSL (Multi Soil Layering) Yang Dimodifikasi. Seminar Nasional Pelestarian Lingkungan (SENPLING) 2018, 209–217.

Putra, A., & Fitri, W. E. (2019). Efektivitas Multi Soil Layering Dalam Mereduksi Limbah Cair Industri Kelapa. Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia Dan Ilmu Kimia, 2(2), 1–15. https://doi.org/10.31602/dl.v2i2.2394

Sy, S., dan Sofyan (2011). Aplikasi MSL (Multi Soil Layering) untuk Mengolah Edible Oil. Jurnal Riset Industri, 5(3), 227–238.

Sintya Dewi, N. L. P. I., & Dwipayanti, N. M. U. (2022). Metode Pengolahan Air Limbah Domestik Untuk Penurunan Kadar Amonia: Studi Literatur. Archive of Community Health, 8(3), 409. https://doi.org/10.24843/ach.2021.v08.i03.p03

Sofyan, Sy, S., & Ardinal. (2009). Kombinasi Sistem Anaerobik Filter dan Multi Soil Layering (MSL) Sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Cair Indusri Kecil Menengah Makanan. Jurnal Riset Industri 3(2), 118–127.

Wiroesoedarmo, R., Kurniati, E., & Ardika, J. (2018). Adsorption of Total Phosphate (PO4) in Laundry’s Wastewater Using Modified Zeolit. Jurnal Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 2(5), 35–42.