EFEKTIVITAS KONSENTRASI EKSTRAK BIJI SIRSAK GUNUNG (Annona montana Macf.) TERHADAP MORTALITAS RAYAP TANAH (Coptotermes curvignathus Holmgren., Rhinotermitidae

Agus Ismanto, Moerfiah Moerfiah, Achmad Supriadi, Muhamad Nizar Zulfikar

Abstract


One of the insects that cause a lot of damage are termites. Forms of damage that can be caused by termites include damage to building components that made of wood and the contents of the building in the form of furniture, books, cloth, and even securities. One example of a termite species that is dangerous as a pest is Coptotermes curvignathus. Mountain soursop seeds have bioactive compounds that are very cytotoxic, so they have potential as insecticides. This research Used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of controls and 5 treatments (P1) 20%, (P2) 40%, (P3) 60%, (P4) 80% (P5) 100% mountain soursop seed extract. The parameters observed were retention, termite mortality, and weight reduction in the test sample. Mountain soursop seed extract is effective as an insecticide against subterranean termites. The concentration of mountain soursop seed extract 40% (P2) causes termite mortality of 100% and a decrease in sample weight by 0.43%. Mountain soursop seed extract has the potential to be developed as an anti-termite species Coptotermes curvignathus Holmgren. The retention value produced in the test sample based on SNI 03-5010.1-1999 shows that the mountain soursop seed extract with a concentration of 20% (P1) meets the standard retention of interior wood use, while extracts with a concentration of 40% (P2) meet the standard of retention of exterior wood use.

Keywords: Mountain soursop seeds, Retention, mortality, weight decrease, Subterranean Termite

ABSTRAK

Rayap banyak menimbulkan kerugian seperti rusaknya komponen bangunan yang terbuat dari kayu, beserta isi bangunannya seperti furnitur, kertas, bahan kain dan lain-lain. Salah satu contoh spesies rayap yang berbahaya sebagai hama adalah Coptotermes curvignathus. Biji sirsak gunung memiliki senyawa bioaktif bersifat sitotoksik yang sangat kuat, sehingga memiliki potensi sebagai insektisida. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 perlakuan yaitu (P1) 20%, (P2) 40%, (P3) 60%, (P4) 80% (P5) 100% dan kontrol. Parameter yang diamati meliputi retensi, mortalitas rayap, dan penurunan berat sampel. Ekstrak biji sirsak gunung efektif sebagai insektisida terhadap rayap tanah. Konsentrasi ekstrak biji sirsak gunung 40% (P2) menyebabkan mortalitas rayap sebesar 100% dan penurunan berat contoh uji sebesar 0,43%. Ekstrak biji sirsak gunung berpotensi dikembangkan sebagai anti rayap tanah jenis Coptotermes curvignathus Holmgren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji sirsak gunung dengan konsentrasi 20% (P1) memenuhi standar retensi penggunaan kayu interior, sementara ekstrak dengan konsentrasi 40% (P2) memenuhi standar retensi penggunaan kayu eksterior.


Full Text:

PDF

References


Arbaiatusholeha, R., Yuliawati, S. & Saraswati, L. D. (2016). Uji Efikasi Ekstrak Batang Tembakau (Nicotiana spp.) untuk Pengendalian Rayap Tanah (Coptotermes spp.). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 206.

Arif, A., Usman, M.N. & Samma F. (2007). Sifat Anti Rayap dari Ekstrak Ijuk Aren (arenga pinnata Merr.). Jurnal Perrenial. 3(1), 15-17.

Badan Standarisasi Nasional [BSN]. (1992). SNI 03-3233-1992 Tata Cara Pengawetan Kayu untuk Bangunan Rumah dan Gedung. BSN.

Badan Standarisasi Nasional. (1999). SNI 03-5010.1-1999 Pengawetan Kayu untuk Perumahan dan Gedung. BSN.

Badan Standarisasi Nasional. 2006. SNI 01-7207-2006 Uji Ketahanan Kayu dan Produk Kayu terhadap Organisme Perusak Kayu. BSN

Bandeira, H.F. da S., Lima, A.C.S., Trassato, L.B., Strucker, A. & Vieira, A. de J. (2017). Bioactivity of Annona montana Macfad Extracts on the Black Cowpea Aphid (Aphis craccivora Koch). Agrária - Revista Brasileira de Ciências Agrárias, 12(1), 41-46.

Barly & Ismanto, A. (2008). Keefektifan Seng Khlorida-Dikhromat sebagai Bahan Pengawet Kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 26(4), 332.

Barly, Lelana, N.E. & Ismanto, A. (2010). Keefektifan Campuran Garam Tembaga-Khromium-Boron Terhadap Rayap dan Jamur Perusak Kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 28(3), 227

Blessing, L.D.T., Colom, O.A., Popich, S., Neske, A., & Bardon, A,. (2010). Antifeedant and Toxic Effects of Acetogenins from Annona montana on Spodoptera frugiperda. Journal of Pest Science, 83, 307-308.

Colom, O.A., Neske, A., Popich, S. & Bardon, A. (2007). Toxic effects of annonaceous acetogenins from Annona cherimolia (Magnoliales: Annonaceae) on Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae). Journal of Pest Science, 80, 63.

Futariana, Y.S. & Darmono. (2014). Pengaruh Awal Pemanfaatan Oli dan Briket Batubara Sebagai Bahan Pengawet Kayu Terhadap Serangan Rayap. Jurnal Teknik Sipil, Universitas Negeri Yogyakarta, 15.

Hidayatullah, S., Rizaldy, A. A., Gracia, H. & Syahidah. (2017). Efikasi Ekstrak Daun Tuba sebagai Anti Rayap Alami. Jurnal Ilmu Teknologi Kayu Tropis, 15(2), 172.

Ismanto, A., Yuningsih, S., & Lelana N.E. (2009). Effect of Soursop Seed Oil Extract (Annona muricata L) on Dry Wood Termite Cryptotermes cynocephalus Light Mortality and Attact Degree. Proceedings of The First International Symposium of Indonesian Wood Research Society, 222.

Karlinasari, L., Rahmawati, M & Mardikanto, T. R. (2010). Pengaruh Pengawetan Kayu Terhadap Kecepatan Gelombang Ultrasonik dan Sifat Mekanis Lentur serta Tekan Sejajar Serat Kayu Acacia mangium Willd. Jurnal Teknik Sipil, 17(3), 165.

Mariana, E., Ariyanti & Erniwati. (2013). Uji Retensi dan Efektivitas Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) terhadap Serangan Rayap Tanah (Coptotermes Sp.) Pada Kayu Durian (Durio zibethinus). Warta Rimba, 1(1), 5.

Nandika, D., Rismayadi, Y. & Diba, F. (2015). Rayap, Biologi dan Pengendaliannya. (Edisi ke-2). Surakarta: Muhammadiyah University Press. 12-17, 29, 35-51, 58-59.

Nihayah, E. (2014). Sifat Antirayap Zat Ekstraktif Daun Mindi (Melia azedarach linn.) terhadap Rayap Tanah Coptotermes curvignathus Holmgren. (Skripsi). Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Oktapiani, C. (2018). Potensi Ekstrak Biji Sirsak Gunung (Annona montana) dalam Menggendalikan Serangan Rayap Tanah. (Skripsi). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.

Prawira, H., Orahmahi, H. A., Setyawati, D. & Diba, F. (2013). Aplikasi Asap Cair Dari Kayu Laban (Vitex Pubescens Vahl) Untuk Pengawetan Kayu Karet. Jurnal Hutan Lestari, 1(1), 18

Ribeiro, L. P., Ansante, T. F. & Vendramin, J. D. 2016. Effect of Ethanolic Extract from Annona mucosa Seeds on Development and Feeding Behavior of Spodoptera frugifera. Bragantia, Campinas, 75(3), 322.

Rizal, M., Balfas, R., Rostiana, O., Rosman, R. & Dwijanti, S.R. (2005). Status Penelitian Pestisida Nabati di BALITTRO. Prosiding Seminar Nasional Pestisida Nabati III. 2 & 11.

Savitri, A., Martini & Yuliawati, S. (2016). Keanekaragaman Jenis Rayap Tanah dan Dampak Serangan Pada Bangunan Rumah di Perumahan Kawasan Mijen Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 101.

Sukarya, N.K. (2015). Efikasi Ekstrak Daun Sirsak Gunung (Annona montana Macf.) Terhadap Rayap Kayu Kering (Cryptotermes cynocephalus Light.). (Skripsi). Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Toleng, F.N., Erniwati & Ariyanti. (2014). Retensi dan Efektivitas Bahan Pengawet Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium Aromaticum) pada Kayu Durian (Durio Zibethinus) Terhadap Serangan Rayap Tanah (Coptotermes sp.). Warta Rimba, 2(2),17-18.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v10i1.279

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Sains Natural

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Indexed by:

View The Statistics of J. Sains Nat.