PENGARUH APLIKASI BENZIL AMINO PURIN TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS TALAS (Colocasia esculenta L.) SECARA KULTUR JARINGAN

Main Article Content

Muahammad Sofa
Karmanah Karmanah
Yunus Arifien

Abstract

ABSTRACT


One way to produce seeds in a short time is through vegetative propagation by in vitro culture. This study aims to determine the effect of the application of a certain concentration of Benzyl Amino Purine (BAP) on the multiplication of taro shoots (Colocasia esculenta L.). The research was carried out at the Laboratory of the Food and Agriculture Security Service of Bogor City, in August 2020 – February 2021. The test was carried out with a one factor completely randomized design, namely the concentration of BAP with 4 treatment levels and one control. The treatments of growth regulators (ZPT) were P0 (Control), P1 (0.5 mg/L BAP + 0.2 mg/L NAA), P2 (1 mg/L BAP + 0.2 mg/L NAA), P3 (1.5 mg/L BAP + 0.2 mg/L NAA), P4 (2 mg/L BAP + 0.2 mg/L NAA). The replications number for each treatment and control level was 4, so that the total experimental units were 20. Observation parameters included height of shoot, number of shoots, leaves, and roots. This research showed that the application of BAP on Murashige and Skoog basic media affected the number of shoots also the roots in the multiplication of taro plants. The P2 was the best treatment in stimulating the multiplication of bentul taro plants in vitro. This treatment could induce shoot height, number of shoots, and leaves while the P1 treatment increased the number of roots.

 

ABSTRAK


Salah satu cara untuk mengadakan bibit dalam waktu yang singkat adalah melalui perbanyakan vegetatif secara kultur in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi konsentrasi Benzil Amino Purin (BAP) dengan konsentrasi tertantu terhadap multiplikasi tunas talas (Colocasia esculenta L.). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, pada Agustus 2020 – Februari 2021. Pengujian dilakukan dengan rancangan acak lengkap dengan satu faktor yaitu konsentrasi BAP dengan 4 taraf perlakuan dan satu kontrol. Perlakuan zat pengatur tumbuh (ZPT) yaitu P0 (Kontrol), Pl (0,5 mg/L BAP + 0,2 mg/L NAA), P2 (1 mg/L BAP + 0,2 mg/L NAA), P3 (1,5 mg/L BAP + 0,2 mg/L NAA), P4 (2 mg/L BAP+0,2 mg/L NAA). Jumlah ulangan untuk setiap taraf perlakuan dan kontrol adalah 4, sehingga keseluruhan unit percobaan berjumlah 20. Parameter pengamatan mencakup tinggi tunas, jumlah tunas, daun, dan akar. Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi BAP pada media Murashige dan Skoog berpengaruh terhadap jumlah tunas dan akar pada multiplikasi tanaman talas. P2 merupakan perlakuan terbaik dalam memicu multiplikasi tanaman talas bentul secara in vitro. Perlakuan tersebut dapat menginduksi tinggi tunas, jumlah tunas, dan daun sedangkan perlakuan P1 mendorong peningkatan jumlah akar.

Article Details

Section
Articles

References

Basri, A.H.H. (2016). Kajian pemanfaatan kultur jaringan dalam perbanyakan Tanaman bebas virus. Jurnal Agrica Ekstensia, 10(1), 64-73.

El-Sayed, S.F., Gharib, A.A., El-Sawy, A.M., and Darwish, O.S., (2016). Micropropagation protocol of Egyptian native cultivar of taro, Colocasia esculenta var. esculenta. International Journal of Advanced Research in Biological Sciences, 3(1), 17-26.

George. E.F. & Sherington. (1993). Plant Propagation by Tissue Culture, the Technology Part. I. Worecester: Exegetics Limited.

Hattu, W., Parera, Dj.F., & Raharjo, S.H.T. (2018). Penggunaan Adenin Sulfat pada Perbanyakan Mikro Talas Jepang. Agrologia, 7(2), 59-70.

Ilham, M., Sugiyono, S., & Prayoga, L. (2019). Pengaruh Interaksi BA dan IAA terhadap Multiplikasi Tunas Talas Satoimo (Colocasia esculenta (L.) Schott var. Antiquorum) secara In Vitro. Jurnal Ilmiah Biologi, 1(2), 48-55.

Maretta, D., Handayani, D.P., Rosdayanti,H,. & Tanjung, A. (2016). Multiplikasi tunas dan induksi umbi mikro (Colocasia esculenta (L.) Schott) pada beberapa konsentrasi sukrosa dan benzilaminopurin. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia, 3(2), 81–88.

Nurilmala, F., & Nirmala, P.H. (2013). Mikropropagasi Tanaman Talas Bogor (Coloscasia esculenta (L.) Chott) Melalui Kultur Tunas Apikal. Jurnal Sains Natural, 3(1), 25-30.

Pratiwi, S.R., & Millah, K.Z. (2011). Regenerasi Beberapa Eksplan Tanaman Jambu Biji (Psidium guajava L.) Pada Media Kombinasi BAP Dan IBA Secara In Vtro. Jurnal Agroekoteknologi, 3(1), 34-43.

Santoso, U. & Nursandi, F. (2004). Plant tissue culture (Kultur Jaringan Tanaman). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Sitompul, S.M., & Guritno, B. (1995). Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta: UGM Press.

Suminarti, N.E. & Nagano. (2015). The Effect of Urban Waste Compost on Growth and Yield of Taro (Colocasia esculenta (L.) Schott var Antiquorum) in Dry Land. Research Journal of Life Science, 2(2), 101-109.

Widiastoety, D. (2014). Pengaruh Auksin dan Sitokinin Terhadap Pertumbuhan Planlet Anggrek Mokara (Effect of Auxin and Cytokinin on the Growth of Mokara Orchid Plantlets). Jurnal Hortikultura, 24(3), 230-238.

Zahara, M., Thomy, Z., & Harnelly, E. (2013). Combination Effect Of Naphtalene Acetic Acid (NAA) and Benzyl Aminopurine (BAP) On Micropropgation Of Jatropha curcas L. Jurnal Natural, 13(2), 23-27.