Efektivitas Waktu Pemberian dan Dosis Trichoderma harzianum dalam Menanggulangi Serangan Sclerotium rolfsii pada Tanaman Kedelai
Main Article Content
Abstract
ABSTRACT
The attack of Sclerotium rolfsii can significantly reduce soybean plant productivity, potentially leading to crop failure. Currently, farmers rely on fungicides to combat this issue. However, the continuous use of chemical control agents poses risks to the environment. Therefore, it is essential to explore alternative methods, such as utilizing biological agents like Trichoderma harzianum, which are more environmentally friendly. This study aims to analyze the effects of time application and the dosage of T. harzianum on reducing the incident of basal stem rot disease caused by S. rolfsii in soybean plants. This research was conducted from June to September 2024 at the Biotechnology and Plant Breeding Laboratory and the Bandongan Teaching Farm greenhouses at UNTIDAR. A Complete Randomized Block Design (3x4) was used in the study. The first factor was the application time of T. harzianum, namely 7 days before planting (T1), at planting time (T2), and 7 days after planting (T3). The second factor was the dosage of T. harzianum, which are 0, 225, 300, and 375 g/polybag. All data were analyzed with ANOVA, while the any significance tested further with orthogonal polynomials. Results indicated that applying T. harzianum 7 days before planting at a dosage of 375 g/polybag effectively reduced both the intensity of fungal attacks and the incidence of the disease. This timing and dosage combination also increased the effectiveness of the control measures and the height of the soybean plants. The interaction between the timing and dosage had a positive impact on reducing disease severity and enhancing control efficacy. T. harzianum demonstrated antagonistic activity against S. rolfsii, likely due to competition for space and nutrients, as well as antibiotic produced by the antagonistic fungi. In conclusion, this study suggests that T. harzianum can effectively inhibit S. rolfsii attacks on soybean plants when applied at the appropriate time and dosage.
ABSTRAK
Serangan jamur Sclerotium rolfsii pada tanaman kedelai dapat menyebabkan penurunan produktivitas tanaman hingga gagal panen. Saat ini, petani menggunakan fungisida untuk mengatasi hal tersebut. Namun demikian, penggunaan agen pengendali kimiawi secara terus menerus berdampak pada kerusakan lingkungan, sehingga perlu dicari alternatif lain dengan memanfaatkan agensia hayati seperti Trichoderma harzianum yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu pemberian dan dosis T. harzianum terhadap serangan jamur S. rolfsii penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kedelai. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni-September 2024 di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman dan greenhouse Bandongan Teaching Farm UNTIDAR. Rancangan Acak Kelompok Lengkap (3 x 4) digunakan pada penelitian ini. Faktor pertama yaitu waktu pemberian T. harzianum 7 hari sebelum tanam (T1), saat tanam (T2), dan 7 hari setelah tanam (T3). Faktor kedua adalah dosis T. harzianum yaitu 0, 225, 300 dan 375 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemberian T. harzianum 7 hari sebelum tanam dan dosis 375 g/polybag berpengaruh menurunkan intensitas serangan dan kejadian penyakit serta meningkatkan efektivitas pengendalian dan tinggi tanaman kedelai. Interaksi antar kedua faktor berpengaruh menurunkan intensitas serangan dan kejadian penyakit serta meningkatkan efektivitas pengendalian. T. harzianum memiliki aktivitas antagonisme terhadap patogen S. rolfsii. Diduga terjadi persaingan ruang dan nutrisi, serta aktivitas antibiosis dari jamur antagonis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa T. harzianum mampu menghambat serangan jamur S. rolfsii pada tanaman kedelai dengan waktu pemberian dan dosis yang tepat.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Chamzurni, T., Sriwati, R., & Selian, R. D. (2011). Efektivitas dosis dan waktu aplikasi Trichoderma virens terhadap serangan Sclerotium rolfsii pada kedelai. Jurnal Floratek, 6(2), 62-73
Debitama, A. M. N. H., Mawarni, I. A., Hasanah, U., & Priyanti. (2022). Pengaruh Hormon Auksin sebagai Zat Pengatur Tumbuh pada Beberapa Jenis Tumbuhan Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae. Biodidaktika: Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya, 17(1), 15-23.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. (2019). Ketersediaan dan Kebutuhan Kedelai di Provinsi Jawa Tengah. Diakses dari (https://dishanpan.jatengprov.go.id.) pada 7 Februari 2024.
Dewi, I. P., Maryono, T., Aeny, T. N., & Ratih, S. (2015). Kemampuan Trichoderma sp. dan filtratnya dalam menekan pertumbuhan Sclerotium rolfsii secara in vitro. Jurnal Agrotek Tropika, 3(1), 130-133.
Hardianti, A. R., Rahayu, Y. S., & Asri, M. T. (2014). Efektivitas waktu pemberian Trichoderma harzianum dalam mengatasi serangan layu fusarium pada tanaman tomat varietas Ratna. J. Lentera Bio, 3(2), 21-25.
Lolong, A. A., Salim, & Barri, N. (2016). Serangan Cendawan Sclerotium rolfsii Pada Beberapa Varietas Kedelai yang Ditanam di Beberapa Sistem Tanam Kelapa. Buletin Palma, 17(2), 139-146.
Millenia, H. T., Febriyanty, A., Lussy, A. D., Nurhasanah, I., Yunitasari, N., Priyanti, & Junaidi. (2021). Jenis-jenis penyakit tanaman kedelai (Glycine max) serta pengendaliannya secara fisik dan kimia. Prosiding Seminar Nasional BIO (pp. 635-647). Universitas Negeri Padang.
Muljowati, J. S., Dwiputranto, U., & Budisantoso, I. (2014). Longevitas dan efikasi pelet Trichoderma harzianum terhadap Sclerotium rolfsii penyebab penyakit layu pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Biosfera, 31(1), 23-42.
Munawara, W., & Haryadi, N. T. (2020). Induksi ketahanan tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril) dengan cendawan endofit Trichoderma harzianum dan Beauveria bassiana untuk menekan penyakit busuk pangkal batang (Sclerotium rolfsii). Jurnal Pengendalian Hayati, 3(1), 6-13.
Nurbailis, N., Djamaal, A., Rahma, H., & Liswarni, Y. (2019). Secondary metabolite production by Trichoderma spp and its potential as antibacteria. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 8(4), 196-201.
Parwati, G. C., Khalimi, K., & Adiartayasa, W. (2014). Uji efikasi formulasi rizobakteri Pantoe afflomerans GTA24 dalam mengendalikan penyakit rebah semai yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii pada tanaman kedelai. E Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 3(4), 218-229.
Rizal, S., & Susanti, T. D. (2018). Peranan Jamur Trichoderma sp. yang Diberikan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max L.). Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 15(1), 23-29.
Soenartiningsih, Akil, M., & Andayani, N. N. (2015). Cendawan tular tanah (Rhizoctonia solani) penyebab penyakit busuk pelepah pada tanaman jagung dan sorgum dengan komponen pengendaliannya. IPTEK Tanaman Pangan, 10(2), 85-92.
Sriwati, R., Chamzurni, T., & Kemalasari, L. (2014). Kemampuan bertahan hidup Trichoderma harzianum dan Trichoderma virens setelah ditumbuhkan bersama dengan jamur patogen tular tanah secara in vitro. J. Floratek, 9, 14-21.
Suanda, I. W., & Ratnadi, N. W. (2015). Daya Antagonism Trichoderma sp. Isolat Local terhadap Jamur Patogen penyebab Penyakit Rebah Kecambah (Schlerotium rolfsii Sacc.) pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). Jurnal EmaSains, 4(2), 155-162.
Wahyuni, S. H. (2018). Potensi Trichoderma viride dalam menekan serangan Sclerotium rolfsii pada tanaman kedelai (Glycine max L.). Jurnal Agrotek Lestari, 5(1), 51-65.
Zulham, P., & Panggesso, J. (2021). Uji antagonis jamur Trichoderma terhadap pertumbuhan patogen Sclerotium rolfsii Sacc. penyebab busuk batang nilam (Pogostemen Cablin Benth). E-Jurnal Agrotekbis, 9(2), 447-452.