Keanekaragaman Serangga di Kebun Masyarakat Kampung Kwau Pegunungan Arfak, Papua Barat
Main Article Content
Abstract
Insect pests are organisms that can cause damage to plants, resulting in the loss or decrease of community harvest production. Kwau Village is one of the villages in the Arfak Mountains whose people work as traditional farmers. Information about insects, especially pests found in community gardens is still very lacking, so this study needs to be conducted. The purpose of this study was to analyze the diversity of insect species in traditional Arfak community gardens. Observations of insects on plants in four community gardens in Kwau Village were selected by cluster random sampling. The study was conducted from 08.00-15.00 WIT. Based on the research conducted, 65 species were found consisting of 32 insect families (331 individuals). The most common type found was Cymbiodyta sp. (Hydrophilidae). The garden with the highest level of insect diversity was Garden 3 (K3) which is a polyculture type garden with an H' index of 3.10. Of all the plants observed, chili was the plant most serious damaged by insects.
Serangga hama merupakan suatu organisme yang dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman sehingga menyebabkan hilang atau menurunnya produksi hasil panen masyarakat. Kampung Kwau merupakan salah satu kampung yang diterdapat di Pegunungan Arfak yang masyarakatnya berprofesi sebagai petani tradisional. Informasi tentang serangga khususnya hama yang terdapat di kebun masyarakat masih sangat kurang, sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keanekaragaman spesies serangga yang ada pada kebun tradisional masyarakat Arfak. Pengamatan serangga pada tanaman di empat kebun masyarakat di Kampung Kwau yang dipilih secara cluster random sampling. Penelitian dilakukan dari Pukul 08.00-15.00 WIT. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan 65 spesies yang terdiri dari 32 famili serangga (331 individu). Jenis yang paling banyak ditemukan adalah Cymbiodyta sp. (Hydrophilidae). Kebun yang memiliki tingkat keanekaragaman serangga paling tinggi pada dalah Kebun 3 (K3) yang merupakan kebun tipe polikultur dengan indeks H’ sebesar 3,10. Dari semua tanaman yang diamati, cabai adalah tanaman paling banyak mengalami kerusakan berat akibat serangga.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ataribaba, Y., Setiawan, I. dan Noor, T.I. (2020). Pola Pergeseran Nilai Kearifan Lokal Change Of Patterns Local Value Of Shifting Cultivation In Arfak Communities. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 6: 812–832.
Amrulloh, R., Noerdjito, W. A. ., Istiaji, B. ., Hidayat, P. ., & Buchori, D. (2022). Keanekaragaman dan kelimpahan kumbang daun (Coleoptera: Chrysomelidae) pada empat tipe penggunaan lahan yang berbeda di Taman Nasional Bukit Duabelas dan Hutan Harapan, Provinsi Jambi. Jurnal Entomologi Indonesia, 19(2), 147. https://doi.org/10.5994/jei.19.2.147
Brower, J.E. & Zar J.H (1998). Field and Laboratory Methods for General Ecology. W.M.C. Brown Company Publishers Bubuque, IOWA.
CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization), & Scientific, C. (1970). The insects of Australia. Melbourne University.
Dwi, E.K. & Utami, S. (2013). Identifikasi Keanekaragaman Serangga Pada Perkebunan Jeruk Pamelo Di Desa Bandar, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan Sebagai Bahan Penyusunan Lks.’, Pendidikan, 19: 1–5.
Fretwell, S. D. (1987). Food chain dynamics: the central theory of ecology?. Oikos, 291-301.
Gardener, M. (2017). Statistics for Ecologists Using R and Excel, Edisi 2. Penerjemah, Gardener M. Penerbit Pelacic Publising.
Grabovska, T., Lavrov, V., Rozputnii, O., Grabovskyi, M., Mazur, T., Polishchuk, Z., ... & Bogatyr, L. (2020). Effect of organic farming on insect diversity. Ukrainian Journal of Ecology, 10(4), 96-101.
Hervianty, M. & Syahril, M. (2018). Identifikasi Serangga Hama Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa L.)
Di Desa Paya Rahat, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang. Fakultas Pertanian, 1:156–162.
Hujairin, M., Ismadi, A., Kustana, T., (2017). Revitalisasi Kearifan Lokal Suku Arfak Di Papua Barat Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Wilayah. Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Manajemen Pertahanan, 3: 53–77.
Hussain, F., & Abid, M. (2011). Pest and diseases of chilli crop in Pakistan: A review. Int. J. Biol. Biotech, 8(2), 325-332.
Oramahi, H. A., & Wulandari, R. S. (2017). Identifikasi Morfologi Serangga Berpotensi Sebagai Hama Dan Tingkat Kerusakan Pada Bibit Meranti Merah (Shorea Leprosula) Di Persemaian Pt. Sari Bumi Kusuma. Jurnal Hutan Lestari, 5: 644-652
Sarumaha, M. (2020). Identifikasi Serangga Hama Pada Tanaman Budidaya Holtikultura Di Desa Bawolowalani. Jurnal Education And Development, 8: 86–91