Tindakan Pengembalian Limbah Pabrik Kelapa Sawit Sebagai Upaya Memaksimalkan Zero Waste.

Main Article Content

Heny Alpandari
Tangguh Prakoso

Abstract

ABSTRAK

 

 

Kelapa sawit adalah salah satu komoditas perkebunan yang terus berkembang di Indonesia. Pabrik kelapa sawit mengolah buah kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan juga menghasilkan 75% limbah (padat dan cair). Limbah ini menjadi isu lingkungan dan memerlukan penanganan serius. Seiring perkembangan zaman dan meningkatnya kesadaran untuk pelestarian lingkungan, pengolahan limbah menjadi hal yang sangat penting saat ini. Tujuan dari pengolahan limbah selain untuk mencegah kerusakan lingkungan adalah untuk memaksimalkan zero waste. Pemanfaatan limbah menjadi bahan yang bermanfaat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif bagi lingkungan dan mewujudkan industri berwawasan lingkungan. Limbah pabrik kelapa sawit berupa limbah padat dan limbah cair. Limbah padat berupa cangkang, serat (fiber) dimanfaatkan kembali menjadi bahan bakar, sedangkan tandan kosong dimanfaatkan menjadi kompos, bahan baku kertas dan pakan ternak. Limbah cair pabrik kelapa sawit akan diolah di IPAL (Instalasi pengolahan air limbah) selanjutnya akan dikembalikan ke lahan (land application). Tindakan pengembalian limbah cair pabrik kelapa sawit ternyata memberikan pengaruh pada perbaikan kualitas tanah, penambahan unsur hara, penganekaragaman mesofauna dan makrofauna tanah, juga berpengaruh terhadap nisbah bunga jantan dan bunga betina. Selain itu limbah cair juga berpotensi menjadi biogas.

 

 

 

 ABSTRACT

 

 

Palm oil is one of the plantation commodities that continues to grow in Indonesia. Palm oil mills process oil palm fruit into Crude Palm Oil (CPO) and also produce 75% of waste (solid and liquid). This waste is an environmental issue and requires serious handling. Along with the times and increasing awareness for environmental conservation, waste management is very important. The purpose of waste treatment in addition to preventing environmental damage is to maximize zero waste. Utilization of waste into useful materials is carried out to reduce negative impacts on the environment and create an environmentally industry. Utilization of waste into useful materials is carried out to reduce negative impacts on the environment and create an environmentally sound industry. Palm oil mill waste is in the form of solid waste and liquid waste. Solid waste in the form of shells, fiber is reused as fuel, while empty fruit bunches are used as compost, raw material for paper and animal feed. Palm oil mill effluent will be processed at the WWTP (Wastewater Treatment Plant) and will then be returned to the land (land application). The returning palm oil mill effluent turned out to have an effect on improving soil quality, adding nutrients, soil diversifying mesofauna and macrofauna, also affecting the ratio of male and female flowers. In addition, liquid waste also has the potential to become biogas.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Alpandari, H., & Prakoso, T. (2022). Tindakan Pengembalian Limbah Pabrik Kelapa Sawit Sebagai Upaya Memaksimalkan Zero Waste. Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology), 2(2), 48–58. https://doi.org/10.31938/agrisintech.v2i2.349
Section
Articles

Metrics

References

Alkusma, Y.M., Hermawan and Hadiyanto (2016). Pengembangan Potensi Energi Alternatif Dengan Pemanfaatan Limbah Cair Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan Di Kabupaten Kotawaringin Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan, 14(2), 96–102.

Ayumi, I. de E., Lutfi, M. and Nugroho, W.A. (2017). Efektifitas Tipe Pengomposan (Konvensional, Aerasi, dan Rak Segitiga) terhadap sifat fisik dan kimia kompos dari sludge biogas dan Serbuk Gergaji. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 5(3), 265–272.

Badan Standarisasi Nasional .(2001). Standar Nasional Indonesia Spesifikasi Kompos Dari Sampah Organik Domestik Badan Standardisasi Nasional. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Bala, D.J., Lalung, J. and Ismail, N. (2014). Palm Oil Mill Effluent (POME) Treatment ‘“Microbial Communities in an Anaerobic Digesterâ€â€™: A Review. International Journal of Scientific and Research Publications, 4(6), 1–24.

Direktorat Jenderal Perkebunan. (2020). Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Kelapa Sawit Tahun 2018-2020. Diunduh tanggal 1 Agustus 2021 dari: www.ditjenbun.pertanian.go.id.

Dirgantoro, M.A. and Adawiyah, R. (2018). Nilai Ekonomi Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Menuju Zero waste Production. Biowallacea, 5(2), 825–837.

Fadilah, N.U., Sunarsih, E. and Faisya, F.H.A. (2014). Analisis Pelaksanaan Prinsip Produksi Bersih Dalam Pengelolaan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit PT. Hindoli, Cargill TRropical Palm, PTE, LTD Sungai Lilin Tahun 2012. Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 33–43.

Fox, T.R., Comerford, N.B. and McFee, W.W. 1990. Phosphorus and Aluminum Release from a Spodic Horizon Mediated by Organik Acids. Soil Science Society of America Journal, 54(6), 1763–1767.

Gusrawaldi, M., Parinduri, L. and Suliawati (2020). Perencanaan Pemanfaatan Limbah Cair Untuk Pembangkit Listrik Pabrik Kelapa Sawit. Journal of Electrical Technology, 5(1), 38–42.

Hanum, F. (2009). Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dari Unit Deoling Ponds Menggunakan Membran Mikrofiltrasi. (Tesis Pascasarjana). Universitas Sumatera Utara, Medan.

Harahap, S., Lubis, Z. and Rahman, A. (2019). Analisis Potensi dan Strategi Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit di Kabupaten Labuhanbatu. Jurnal Ilmiah Magister Agribisnis, 1(2), 162–176.

Ilmannafian, A.G., Lestari, E. and Khairunisa, F. (2020). Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Dengan Metode Filtrasi Dan Fitoremediasi Menggunakan Tanaman Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes). Jurnal Teknologi Lingkungan, 21(2), 1–10.

Kamal, N. (2013). Karakterisasi Dan Potensi Pemanfaatan Limbah Sawit. Bandung: ITENAS, 61–68.

Kavitha, B., Jothimani, P. and Rajannan, G. (2013). Emty Fruit Bunch-A Potential Organik Manure For Agriculture. International Journal of Science, Environment, 2(5), 930–937.

KLH Indonesia and KLH Jepang. (2013) Panduan penanganan air limbah di pabrik PKS Sebagai hasil studi kebijakan bersama Indonesia-Jepang (2011-2013) KLH Jepang/KLH Indonesia.

Kurnia, V.C., Sumiyati, S. and Samudro, G. (2017). Pengaruh Kadar Air Terhadap Hasil Pengomposan Sampah Organik Dengan Metode Open Windrow. Jurnal Teknik Mesin, 6(3), 119–123.

Kurniawan, O., Wahyudi and Indrawanis, E. (2019). Uji Perbandingan Media Tanam Menggunakan Limbah Padat (Sudge) Kelapa Sawit Pada Tanaman Terung (Solanum melongena L.). Green Swarnadwipa, 1(1), 23–31.

Munawarah, H.Z., Zul, D. and Fibriarti, B.L. (2014). Aplikasi Mikroba Lignoselulotik Indigenus Asal Tanah Gambut Riau Dalam Pembuatan Kompos Dari Campuran Tandan Kosong Dan Limbah Cair Pabrik SKelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.). JOM FMIPA, 1(2), 213–223.

Nasrul and Maimun, T. (2009). Pengaruh Penambahan Jamur Pelapuk Putih (White Rot Fungi) pada Proses Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit Nasrul, Teuku Maimun, Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan, 7(2), 194–199.

Nursanti, I. (2013). Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Kolam Anaerob Sekunder 1 Menjadi Pupuk Organik Melalui Pemberian Zeolit. Seminar Nasional Sains & Teknologi V, 616–628.

Pandapotan, C.D. and Marbun, P. (2017). Pemanfaatan Limbah Lumpur Padat (Sludge) Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Sebagai Alternatif Penyediaan Unsur Hara Di Tanah Ultisol Utilization Of Solid Sewage (Sludge) Palm Oil Mills As An Alternative Supply Of Nutrients In Ultisol. Agroekoteknologi FP USU, 5(2), 271–276.

Purba, A.P. (2018). Hubungan Konsentrasi Unsur Hara K Ca Dan Mg Daun Dengan Produksi Kopi Arabika (Skripsi). Prodi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

Rahmadi, R., Awaluddin, A. and Itnawita (2014). Pemanfaatan Limbah Padat Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Tanaman Pakis-pakisan untuk Produksi Kompos Menggunakan Aktivator EM-4. JOM FMIPA, 1(2), 245–253.

Rohim, M. and Bagastyo, A.Y. (2016). Penambahan Bulking Agent untuk Meningkatkan Kualitas Kompos Sampah Sayur dengan Variasi Metode Pengomposan. Teknik ITS, 5(2), 99–106.

Roidah, I.S. (2013). Manfaat Penggunaan Pupuk Organik Untuk Kesuburan Tanah. Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO, 1(1), 30–41.

Salmina (2016). Studi Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Oleh Masyarakat di Jorong Koto Sawah Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang. Penelitian,Terapan Ilmu Geografi dan Pendidikan Geografi, 3(3), 33–40.

Setiawan, I., Septiana, M. and Ratna (2020) Pengaruh Aplikasi Limbah Lumpur Padat (Sludge) Pabrik Kelapa Sawit terhadap Sifat Kimia Tanah Podsolik Merah Kuning di Kotawaringin Barat. Agrotek View, 3(2), 28–36.

Silalahi, B.M. and Supijatno (2017). “Pengelolaan Limbah Kelapa Sawit (Elaeis guineensisJacq.) di Angsana Estate, Kalimantan Selatan. Bul. Agrohorti, 5(3), 373–383.

Sinurat, A.P. et al. (2001). Pemanfaatan Lumpur Sawit Untuk Ransum Unggas: 4. Penggunaan Produk Fermentasi Lumpur Sawit Sebelum dan Setelah Dikeringkan Dalam Ransum Ayam Kampung Sedang Tumbuh. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 6(3), 274–280.

Siregar, H.H. et al. (2005) “Penanggulangan Kekeringan pada Tanaman Kelapa Sawit. Warta PPKS, 3(1), 9–13.

Suryaningsih Djunu, S., Saleh, E.J. and Srisukmawati Zainudin, dan (2021). Kompos Berbahan Dasar Lumpur Sawit menggunakan Microbakter Alfaafa (M-11) Bagi Masyarakat, Jambura Journal of Husbandry and Agriculture Community Serve (JJHCS) E-ISSN, 1(1), 2809–2716.

Susilawati and Supijatno (2015). Pengelolaan Limbah Kelapa Sawit (Elaeis guineensisJacq.) di Perkebunan Kelapa Sawit, Riau, Bul. Agrohorti, 3(2), 203–212.

Syahwan, F.L. (2010). Potensi Limbah Dan Karakteristik Proses Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit Yang Ditambahkan Sludge Limbah Pabrik Minyak Kelapa Sawit. Jurnal Teknik Lingkungan, 11(3), 323–330.

Warsito, J., Sabang, S.M. and Mustapa, K. (2016). Pembuatan Pupuk Organik Dari Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit. Akad. Kim, 5(1), 8–15.

Widarti, B.N. (2018). Pengaruh Penggunaan Metode Open Windrow dan Takakura Terhadap Pengomposan Dedaunan Kering. Info Teknik, 19(1), 115–122.

Yunindanova, M.B., Agusta, H. and Asmono, D. (2010). Tingkat Kematangan Kompos Tandan Kosong Sawit Dan Penggunaan Berbagai Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentumMill.) Dan Cabai (Capsicum annuum L.). Bogor: Makalah Seminar Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB, 1–8.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.