Dekomposisi Sumber Inefisiensi Teknis Padi Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Bogor : Pendekatan DEA dan Regresi Tobit

Main Article Content

Rizky Lutfi Suprabowo
Fauzan Hamdani
Oktarina Nur Widyanti

Abstract

Padi merupakan tulang punggung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia, namun peningkatan produktivitas dan efisiensi teknis masih menghadapi berbagai kendala, khususnya pada lahan sawah tadah hujan yang mencakup sekitar 36 persen luas baku sawah nasional. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keragaan usahatani dan penggunaan input produksi padi sawah tadah hujan, (2) menganalisis efisiensi teknis serta mendekomposisi sumber inefisiensinya, dan (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi teknis usahatani padi sawah tadah hujan di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Data primer dikumpulkan dari 100 petani terpilih secara purposive pada musim tanam 2025 dan dianalisis menggunakan Data Envelopment Analysis berorientasi input yang dilanjutkan dengan regresi Tobit. Pada musim tanam 2025, umumnya petani belum menggunakan input sesuai anjuran, terutama benih (43,07 kg/ha) serta pupuk urea (278,43 kg/ha) dan NPK (275,98 kg/ha). Dari 100 petani responden, sebanyak 60 petani (60,00 persen) telah efisien secara teknis pada asumsi variable returns to scale dengan nilai rata-rata efisiensi teknis murni 0,894, sementara efisiensi teknis total hanya 0,662 dan efisiensi skala 0,720, sehingga sumber inefisiensi dominan bersumber dari skala usaha dan bukan kemampuan manajerial. Analisis input slack menunjukkan potensi penghematan benih 7,01 kg, pupuk urea 31,68 kg, pupuk NPK 43,47 kg, dan tenaga kerja luar keluarga 3,07 HOK per hektare tanpa menurunkan produksi. Hasil regresi Tobit menunjukkan hanya variabel jumlah tanggungan keluarga yang berpengaruh nyata pada taraf 10 persen, sedangkan usia, pendidikan, pengalaman berusahatani, dan penggunaan pupuk organik tidak berpengaruh. Perbaikan efisiensi pada sawah tadah hujan karenanya menuntut perpaduan penyuluhan pemupukan berimbang dengan intervensi struktural pada skala usaha.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Suprabowo, R. L., Hamdani, F., & Widyanti, O. N. (2026). Dekomposisi Sumber Inefisiensi Teknis Padi Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Bogor : Pendekatan DEA dan Regresi Tobit. Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology), 7(2), 1–15. Retrieved from https://ejournalunb.ac.id/AGRI/article/view/1032
Section
Articles

Metrics

References

Angin, C. P., Pakpahan, H. T., & Nababan, M. B. P. (2024). Technical efficiency analysis of rice farming in Deli Serdang Regency: A Data Envelopment Analysis (DEA) approach. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 16(3), 239–252. https://doi.org/10.19184/jsep.v16i3.43016

Arjuna, R. D., Hanani, N., & Toiba, H. (2024). Analisis efisiensi teknis usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara. Agricultural Socio-Economics Journal, 24(3), 179–185. https://doi.org/10.21776/ub.agrise.2024.024.3.1

Aslam, M., Li, Z., & Naeem, S. (2023). Improving agricultural productivity in Pakistan's agriculture through ICTs: Determinants and impact. Custos e Agronegocio, 19(4), 94–115.

Badan Pusat Statistik. (2026). Luas panen padi pada tahun 2025 mencapai sekitar 11,32 juta hektare dengan produksi padi sebanyak 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG). Badan Pusat Statistik. Retrieved from: https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/02/2545/luas-panen-padi-pada-tahun-2025-mencapai-sekitar-11-32-juta-hektare-dengan-produksi-padi-sebanyak-60-21-juta-ton-gabah-kering-giling--gkg-.html

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. (2024). Hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2023 – Tahap II: Usaha pertanian perorangan (UTP) tanaman pangan Kabupaten Bogor. Badan Pusat Statistik. Retrived from: https://bogorkab.bps.go.id/id/publication/2024/08/23/ed898ca9efa0240de506cd69/hasil-pencacahan-lengkap-sensus-pertanian-2023---tahap-ii--usaha-pertanian-perorangan--utp--perkebunan-kabupaten-bogor.html

Badan Standardisasi Instrumen Pertanian. (2024). Pompanisasi memaksimalkan sawah tadah hujan. Badan Standardisasi Instrumen Pertanian. Retrieved from: https://diskominfo.lamongankab.go.id/posting/14311

Coelli, T. J., Rao, P., O'Donnell, C. J., & Battese, G. (2005). An introduction to efficiency and productivity analysis (2nd ed.). Springer.

Cooper, W. W., Seiford, L. M., & Tone, K. (2006). Introduction to Data Envelopment Analysis and its uses: With DEA-Solver software and references. Springer.

Eder, A. (2026). Revealing the abatement costs of soil erosion: A cost frontier approach. Ecological Economics, 248, 109067. https://doi.org/10.1016/j.ecolecon.2026.109067

Firmana, F., Nurmalina, R., & Rifin, A. (2017). Efisiensi teknis usahatani padi di Kabupaten Karawang dengan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Forum Agribisnis, 6(2), 213–226.

Hakim, R., Haryanto, T., & Sari, D. W. (2021). Technical efficiency among agricultural households and determinants of food security in East Java, Indonesia. Scientific Reports, 11(1), 1–9. https://doi.org/10.1038/s41598-021-83670-7

Hariadi, M. H., Sutanto, S. J., Schrier, G. van der, Supit, I., Ratri, D. N., Steeneveld, G. J., Sopaheluwakan, A., & Tank, A. K. (2026). Unravelling the impact of changing rainy seasons on rice production in Southeast Asia: A climate change high-resolution perspective. Climatic Change, 179(4), 1–24. https://doi.org/10.1007/s10584-026-04136-1

Hestina, J., Nurmalina, R., & Suharno, S. (2017). Analisis efisiensi teknis usahatani padi di Jawa dan luar Jawa: Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Forum Agribisnis, 7(2), 103–118.

Jannah, M., Hanani, N., & Wahyuningtyas, A. S. H. (2024). Technical efficiency analysis of rice farming (Case study). Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(Special Issue), 691-700.https://doi.org/10.29303/jppipa.v10ispecialissue.7737

Kementerian Pertanian Indonesia. (2024). Info teknologi: Rekomendasi budi daya padi di sawah tadah hujan; Seri 2: Penyiapan lahan. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Retrieved from: https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/info-literasi/info-teknologi-rekomendasi-budi-daya-padi-di-sawah-tadah-hujan-seri-2-penyiapan-lahan

Kementerian Pertanian Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Retrieved from: https://jdih.pertanian.go.id/peraturan/permentan-15-2025

Kurniadi, A., Weller, E., Salmond, J., & Aldrian, E. (2023). Future projections of extreme rainfall events in Indonesia. International Journal of Climatology, 44(1), 160–182. https://doi.org/10.1002/joc.8321

Nafisah, D., & Fauziyah, E. (2020). Efisiensi teknis dan perilaku risiko petani padi berdasarkan penggunaan input. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 17(1), 55–64. https://doi.org/10.20961/sepa.v17i1.42228

Prabowo, J. A., Fahriyah, F., & Syafrial, S. (2025). Factors influencing technical efficiency of the rice (Oryza sativa) farming. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 14(1), 240–248. https://doi.org/10.23960/jtep-l.v14i1.240-248

Ren, K., Xu, M., Li, R., Zheng, L., Liu, S., Reis, S., Lu, C., Zhang, W., Gao, H., & Gu, B. (2021). Optimizing nitrogen fertilizer use for more grain and less pollution. Research Square, 1–10. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-361734/v1

Rondhi, M., Suherman, S. J. H., Hensie, C. B., Ulum, S., Suwandari, A., Rokhani, Mori, Y., & Kondo, T. (2024). Urbanization impacts on rice farming technical efficiency: A comparison of irrigated and non-irrigated areas in Indonesia. Water, 16(5), 1–16. https://doi.org/10.3390/w16050651

Ruzhani, F., & Mushunje, A. (2025). Technical efficiency in agriculture: A decade-long meta-analysis of global research. Journal of Agriculture and Food Research, 19, 101667. https://doi.org/10.1016/j.jafr.2025.101667

Sasmita, P., Sastro, Y., Satoto, S., Nugraha, Y., Wahyana, A., Hairmansis, A., Suprihanto, S., Hasmi, I., Zusanti, Z., Rumanti, I. A., Rahmini, R., Handoko, D. W., & Agustini, N. (2022). Rekomendasi budidaya padi untuk berbagai agroekosistem. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Thapa, R., & Dhakal, S. C. (2024). Technical efficiency of rice seed production and their determinants in Chitwan, Nepal: A one-step scaling stochastic frontier approach. Cogent Food and Agriculture, 10(1). https://doi.org/10.1080/23311932.2024.2353668

Yu, D., Cao, Y., Tian, S., Cai, J., & Fang, X. (2025). How do digitalization and scale influence agricultural carbon emission reduction: Evidence from Jiangsu, China. Land, 14(10), 1–31. https://doi.org/10.3390/land14102080

Zuhri, N. M., Khamdi, A., & Ayomi, N. M. S. (2024). Efisiensi teknis usahatani padi sawah pada pertanian perkotaan di Kota Semarang: Pendekatan stochastic frontier, 49, 268–279.

Similar Articles

> >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.