METODE ALTERNATIF ANALISIS SULFUR DALAM SOLAR DENGAN ALAT ICP-OES OPTIMA 5300 PERKIN ELMER

Agus Taufiq, Ricson P. Hutagaol, Ujang Pramono

Abstract


Alternative Method for Sulphur Analyse in Diesel Fuel Using ICP-OES Device.

         Advancement of atomic emission spectroscopy with come together source of new excitation created analysis technic as Inductively Coupled Plasma (ICP). Its analysis technic is constitute the simultaneous analysis technic by mean of higher accurate and sensitivity level. Whereas predominance of this technic therefore necessary conducted research for determination amount of sulfur in diesel fuel by ICP’s tchnic in order that can used to alternative method.  Modify of Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP OES) Perkin Elmer Optima 5300 had done to get reliable and acceptable result.  Conclusion of result of the research from this alternative method that the best optimum wavelength used for this technic was 180.669 nm with accuration = 100.7 %, precission 0.78 %, linearity = 0.99968588, LoD = 0.00112, LoQ = 0.0316. Sample analysis result of diesel fuel using wave length (λ) 180.669 nm gave very good validation value, where  % CV less of  2/3 % Horwitz. The recovery result of the sample got  very good value, that was 99.1233 %, This  showed that ICP OES 5300 Perkin Elmer device could be used as alternative method for sulphur content analysis in diesel fuel.

Keywords : Sulphur, ICP OES, validation

 

Abstrak

        Kemajuan pada spektroskopi emisi atom dengan ditemukannya sumber eksitasi baru melahirkan teknik analisis secara Inductively Coupled Plasma (ICP). Analisis dengan teknik ini merupakan analisis secara simultan dengan tingkat ketelitian dan sensitifitas yang tinggi.Mengingat keunggulan teknik analisis ini perlu diadakan penelitian penentuan kandungan sulfur dalam solar dengan teknik ini, agar dapat digunakan sebagai metode alternatif. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi metode pada alat Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP-OES) Perkin Elmer Optima 5300 agar diperoleh data yang  bisa dipercaya dan diterima. Hasil penelitian dari metode alternatif ini memberikan kesimpulan bahwa panjang gelombang optimum (l) yang paling baik diguanakan untuk metode alternatif  ini adalah pada 180.669 nm dengan akurasi = 100.7 %, Presisi = 0.78 %, Linieritas (R2) =  0.99968588, LoD = 0.00112, LoQ = 0.0316. Hasil analisis contoh solar menggunakan panjang gelombang (l) 180.669 nm memberikan nilai validasi yang sangat baik, dimana % CV lebih kecil dari 2/3 % Horwitz juga hasil analisis recovery (perolehan kembali) dari contoh menghasilkan nilai yang sangat baik yaitu 99.1233 %, hal ini menunjukan bahwa alat ICP – OES 5300 Perkin Elmer bisa digunakan untuk analisis kandungan sulfur dalam solar menggunakan metode alternatif ini.

Kata kunci : Sulfur, ICP – OES, validasi


Full Text:

PDF

References


Anonim. 2001. Portofolio Bahan Bakar Cair. Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Depok

Bos, Cand K, Fredeen. 2004. Concept, Instrumentation and Techniques in Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry. Third Edition. Perkin Elmer. Connecticut. USA

Breitkreitz, C. M. et. al. 2003. Determination of total sulfur in diesel fuel employing NIR spectroscopy and multivariate calibration. The Royal Society of Chemistry Journal. a Institute of Chemistry, UNICAMP, CP 6154, CEP 13084-971, Campinas, Brazil. Department of Chemistry, UFPB, João Pessoa, Brazil

Gasing. 2005. Kajian Panjang Gelombang yang Sesuai untuk Analisa 23 Unsur Logam Secara Simultan dengan Menggunakan Instrumen ICP-OES Varian Vista MPX. Skripsi. Universitas Nusa Bangsa. Bogor.

Giwangkara, EG. 2007. Pengantar Pengenalan Minyak Bumi (buku II) disampaikan dalam pelatihan Proses Pengolahan Minyak Bumi, Analisis Menggunakan Kromatografi Gas dan Interpretasi Hasil Analisisnya. PT. Sucofindo SBU Laboratory Cibitung. Bekasi

Hill, S., A, Fisher and M, Foulkes. 2007. Basic Concept and Instrumentation for plasma Spectrometry (chapter 3) dalam Inductively Coupled Plasma Spectrometry and Its Application (second edition). University of Plymouth. Plymouth. UK

Mermet, J. M. 2007. Fundamental Principles of Inductively Coupled Plasma Spectrometry (chapter 2) in Inductively Coupled Plasma Spectrometry and Its Application (second edition). University of Plymouth. Plymouth. UK

Nadkarni, K. 2004. The Challenge of Sulfur Analysis in the Fuel of the Future.Standardization News. Diakses dari www.astm.org. tanggal 20 Maret 2010; 10 : 52 PM.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 04 tahun 2009 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru.

Rinawati, R., Supriyanto., Widya S. Dewi. 2008. Profil Logam Berat (Cd, Co, Cr, Cu, Fe, Mn, Pb dan Zn) Di Perairan Sungai Kuripan Menggunkan ICP-OES . Jurnal. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung.

Zoccolillo, L., M. Conto., R. Hanel and A. D. Magri. 1996. A Computerized Analysis of The Sulfur Content in Diesel Fuel by Capillary Gas Chromatography with Flame Photometric Detector. Journal Chromatographia Vol. 42. No. 11/12. June. Dipartimento di Chimica, Universita La Sapienza di Roma, P.le Aldo Moro, 5, 00815 Rome, Italy. Page : 631.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v1i1.9

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Sains Natural



 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.