PEMANFAATAN BUNGKIL BIJI KARET SEBAGAI EKSTENDER PEREKAT PADA KAYU LAPIS PULAI (Alstonia angustiloba Miq.)

M. I. Iskandar, Achmad Supriadi

Abstract


Bungkil Use as Seed Rubber Extender Gluten in Plywood Pulai (Alstonia angustiloba miq.)

        Indonesia has the largest area of rubber trees in the world, in 2012 reached 3.5 million ha. As a producer of latex, rubber plant also produces lumber and rubber seeds. Rubber seeds have a starch content of 15.9%, so have the opportunity to be made extenders as mixing the adhesive material. This study aimed to determine the utilization of rubber seed meal as an extender adhesives Urea Formaldehyde (UF) on plywood pulai. Extender material made with varying levels of 10%, 20% and 30% respectively of the weight of the liquid adhesive. Variations intended use extenders levels in order to know the quality of plywood produced from a wide variety of levels of these extenders. The results showed that the average moisture content of plywood island 7.97%, density of 0.485 g / cm3, and the bonding strength of 11.36 kg / cm2. The water content and the bonding strength of plywood pulai ware designed to meet the Indonesian National Standard. Statistically analysis levels extenders very significant effect on the bonding strength of plywood pulai. The higher levels of extenders, bonding strength of plywood pulai tends to decrease. Plywood pulai that has the best bonding strength value was the use of extender content of 10%.

Keywords: extenders, adhesives, rubber seed meal, plywood, quality pulai


ABSTRAK

         Indonesia memiliki areal tanaman karet terluas di dunia, pada tahun 2012 mencapai 3,5 juta ha. Sebagai penghasil getah, tanaman karet juga menghasilkan kayu dan biji karet. Biji karet memiliki kandungan pati 15,9 %, sehingga berpeluang untuk dibuat ekstender sebagai bahan pencampur perekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan bungkil biji karet sebagai ekstender perekat Urea Formaldehida (UF) pada kayu lapis pulai. Bahan ekstender dibuat dengan kadar bervariasi yaitu 10 %, 20 % dan 30 % masing-masing dari bobot perekat cair. Variasi penggunaan kadar ekstender bertujuan agar dapat diketahui mutu kayu lapis yang dihasilkan dari berbagai variasi kadar ekstender tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar air kayu lapis pulai 7,97 %, kerapatan 0,485 gr/cm3, dan keteguhan rekat 11,36 kg/cm2. Kadar air dan keteguhan rekat kayu lapis pulai yang dibuat memenuhi Standar Nasional Indonesia. Secara statistik kadar ekstender berpengaruh sangat nyata terhadap keteguhan rekat kayu lapis pulai. Makin tinggi kadar ekstender, keteguhan rekat kayu lapis pulai cenderung berkurang. Kayu lapis pulai yang memiliki nilai keteguhan rekat terbaik adalah yang menggunakan ekstender kadar 10 %.

Kata kunci : Ekstender, perekat, bungkil biji karet, kayu lapis, kualitas pulai

Full Text:

PDF

References


Badan Standardisasi Nasional. 2002. SNI 01-5008.2-2000. Kayu lapis penggunaan umum. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Hendradi, T.C. 2006. Statistik Six Sigma dengan Minitab. Panduan Cerdas Inisiatif Kualitas. Yogyakarta: ANDI OFFSET.

http://kebunimpianku.wordpress.com/2010/08/20/perkiraan-biaya-berkebun. Diakses tanggal 24 Nopember 2015

Iskandar, M.I. 2003. Kualitas tiga macam bahan pengisi dalam pembuatan kayu lapis mangium. Prosiding Ekspose Hasil-hasil Litbang Hasil Hutan dalam mendukung program Restruk-turisasi Kehutanan, 53-58. Bogor: Puslitbang Teknologi Hasil Hutan.

Iskandar, M.I. & A. Santoso. 2002. Karakteristik bahan ekstender dalam pembuatan kayu lapis sengon. Prosiding Seminar Nasional ke V MAPEKI, 290-295. Bogor: Masyarakat Peneliti kayu Indonesia.

Iskandar, M.I. & A. Supriadi .2015. Pengaruh kadar ekstender bungkil biji alpukat terhadap mutu kayu lapis damar. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 28 (4), 380-393.

Santoso, A., Hadi, Y.S., & Juliati, R. 2010. Pengaruh kadar ekstender dan waktu kempa terhadap sifat fisis mekanis LBV dengan perekat phenol formaldehida. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 28 (4), 380-393.

Santoso, A. dan P.Sutigno. 2004. Pengaruh bungkil gaplek dan dekstrin sebagai ekstender perekat Urea Formaldehida terhadap keteguhan rekat kayu lapis kapur. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 22 (2), 61-68.

Sari, M.N., Rosidah dan Rahman, Y.M. 2008. Jurnal Ilmu Kehutanan 2 (1), 48-54.

Siruru, H. 2006. Pengaruh ekstender dan bahan pengisi perekat Urea Formaldehida terhadap delaminasi papan blok. Jurnal Agroforestri 1 (3), 19-25.

SPKI. 2014. Luas Areal Perkebunan Karet Indonesia. Jakarta. Direktorat Jenderal Perkebunan Indonesia.

Sudjana. 2004. Desain dan Analisis Eksperimen. Bandung: Tarsito.

Wahyuningsih, E. 1985. Pengaruh campuran sagu dan bungkil biji karet sebagai ekstender Urea Formaldehida terhadap keteguhan rekat kayu lapis meranti merah. Bogor: Fahutan IPB. Skripsi (Tidak diterbitkan).

www.temp.co/read/news/2013/05. Renyahnya es krim dari biji karet. Diakses tanggal 18 Juni 2015.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v4i1.79

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Sains Natural



 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.