KEABSAHAN METODE ANALISIS KADAR PCMX (p-chloro m-xylenol) DALAM SABUN CAIR ANTISEPTIK

Nurlela Nurlela

Abstract


Validity of Analysis Method for PCMX (p-chloro m-xylenol) Concentration in Antiseptic Liquid Soap

         PCMX (p-chloro m-xylenol) is an active substance functioning to kill bacteria (bactericide), generally added to the formula of soap, detergents, antiseptics, disinfectants and various other products. The purpose of this study was to verify the validity of PCMX concentration analysis method in antiseptic liquid soap using High PerformanceLiquid Chromatograph (HPLC)so that it was trustworthy and could be used as a routine analysis in the Quality Assurance Laboratory of Reckitt Benckiser Indonesia Company. Parameters of analysis method performance were selectivity, linearity, instrument precision, repeatability, intermediete precision, and accuracy. The mobile phase used was a mixture of methanol and 1% v/v glacial acetat acid in de-ionized water with the ratio of 55:45. The HPLC Agilent 1200 UV detector was given the following setting: Spherisorb 5 ODS 1 coloumn  (150 x 4,6) mm, flow rate 2,0 ml/min, injection volume 20 µL, detection UV at 280 nm, temperature 40 0C, and run time 20 minutes. The validation result in: selectivity test, analyte (PCMX) devider peak without disturbance from other components in the sample; linearity test: r>0,9996; instrument precision: RSD percentage values for standard solution 0,028 mg/L and 0,036 mg/L were 0,08% and 0,45% respectively; repeatability: RSD percentage value was 0,98%; intermediate precision: the method didn’t give any real difference in different analysis in adifferent execution period; and accuracy: recovery value was 108,98%. Based on the result,it could be concluded that this method of analysis was trustworthy and could be used as a routine analysis at Reckitt Benckiser Indonesia Company.

Keywords: Validity of Analysis Method, PCMX (p-chloro m-xylenol), High Performance Liquid Chromatograph

 

ABSTRAK

         PCMX (p-chloro m-xylenol) merupakan zat aktif yang berfungsi mematikan bakteri (bakterisida), umumnya ditambahkan ke dalam formula sabun, detergen, antiseptik, desinfektan, dan berbagai produk lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keabsahan metode analisis kadar PCMX dalam sabun cair antiseptik menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) sehingga layak dan dapat dipercaya untuk analisis rutin di laboratorium Quality Assurance PT Reckitt Benckiser Indonesia. Parameter kinerja metode analisis mencakup selektivitas, linieritas, presisi, dan akurasi. Fase gerak yang digunakan adalah campuran antara metanol dan larutan asam asetat glasial 1% v/v dalam de-ionized water dengan perbandingan 55:45. Pengukuran dilakukan menggunakan KCKT Agilent 1200 UV detector dengan pengaturan sebagai berikut: kolom 150 x 4,6 mm Spherisorb 5 ODS 1, kecepatan alir 2,0 mL/min, volume injeksi 20 µL, panjang gelombang 280 nm, temperatur 40 0C, dan waktu analisis 20 menit. Hasil pengujian diperoleh uji selektivitas berupa peak yang mampu memisahkan analit (PCMX) dalam sampel tanpa gangguan dari komponen lain dalam sampel. Uji linieritas menghasilkan r>0,9996. Presisi instrumen menghasilkan % RSD untuk konsentrasi larutan standar 0,028 mg/mL dan 0,036 mg/mL berturut-turut adalah 0,08% dan 0,45%. Keterulangan menghasilkan % RSD sebesar 0,98%. Presisi antara menunjukkan bahwa metode analisis tidak memberikan hasil yang bervariasi (berbeda nyata) jika dilakukan oleh analis yang berbeda pada waktu yang berbeda dan uji akurasi menghasilkan %recovery sebesar 108,98%. Berdasarkan hasil kinerja metode analisis kadar PCMX tersebutdapat disimpulkan bahwa metode analisis ini valid, sehingga layak untuk digunakan di laboratorium Quality Assurance PT Reckitt Benckiser Indonesia.

Kata Kunci: Keabsahan Metode, PCMX (p-chloro m-xylenol), Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

Full Text:

PDF

References


Australian Pesticides and Veterinary Medicines Authority.2003. Draft Guideline for The Validation of Analytical Methods. Australian Pesticides and Veterinary Medicines Authority.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2003. Pedoman Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik. Jakarta: BPOM.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2006. Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik. Jakarta: BPOM.

Day, R.A. dan Underwood A.L. 1998. Analisis Kimia Kuantitatif. Edisi VI. Jakarta: Erlangga.

Fessenden, Ralp J., dan Joan S. Fessenden. 1982. Kimia Organik. Jilid II. Edisi III. Aloysius Hadyana Pudjaatmaka, pener-jemah. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Gritter, R.J., M. Bobbitt dan A.E. Schwarting. 1991. Pengantar Kromatografi. Edisi II. Kosasih Padmawinata, penerjemah. Bandung: Penerbit ITB. Terjemah-an dari: Introduction to Chromatography.

Johnson, E.L. dan R. Stevenson. 1991. Dasar Kromatografi Cair. Kosasih Padmawinata, penerjemah. Bandung: Penerbit ITB. Terjemahan dari: Basic Liquid Chromatography.

Lindsay, Sandie. 1992. High-Performance Liquid Chromatography. Second Edition. New York: John Willey and Sons.

Material Safety Data Sheet. 2007. p-chloro m-xylenol. Dafeng Huaxin Bio-Tech Co., Ltd

Miller, J. C. and Miller, J. N. 1991. Statistika untuk Kimia Analitik. Edisi Kedua. Diterjemahkan oleh Suroso. Bandung: Penerbit ITB.

Mulja, H. M. dan Suharman. 1995. Analisis Instrumental. Surabaya: Airlangga University Press.

http://www.waters.com. High Performance Liquid Chromato-graphy. Diunduh pada tanggal 4 Desember 2009. Pukul 17.45 WIB

http://www.waters.com. Coloumn Chromatography Catalogue. Diunduh pada tanggal 4 Desember 2009. Pukul 17.50 WIB




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v4i1.74

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Sains Natural



 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.