KAJIAN BANYAKNYA PUPUK KANDANG TERHADAP PERKEMBANGBIAKAN KUTU AIR (Daphnia sp.) DI RUMAH KACA SEBAGAI PAKAN ALAMI DALAM BUDIDAYA IKAN

Teddy Setyawan, Lilis Sugiarti, Supriyono Eko Wardoyo

Abstract


Study of manure amount for kutu air (Daphnia sp.) reproduction in green house as natural food in fish culture

          Daphnia sp. is zooplankton used as natural food fish that have a complete nutrient content and easily digested in the gastro intestinal tract because it is solid and has a thin wall, otherwise it does not cause a decline of water quality and can improve the durability of fish seed to disease or changes in water quality, because it is always in living conditions. Levels of nutrient content consists of 42.65% protein, 8% fat, fiber and ash 4%. In the farming activities either fish growth or fish hatcheries 2.58%  and ornament fish consumption, the daphnia is very desirable as a source of natural food and fresh for fish.The research result showed that the treatment with fertilizer concentration of 3 g / l gave  the highest average number of Daphnia sp. on the sixth day. The highest was 344,000 head in the water volume of 30 liters using aquariums in the greenhouse environment. Water quality during the study was an average water temperature of 33 ° C and an average pH of 6.45 and the water quality was an optimum condition for the growth of Daphnia sp. There was a negative correlation significantly between the average member of Daphnia sp. with a concentration of manure and pH, but there was no correlation between the member of Daphnia sp. with the water temperature.

Keywords : Daphnia sp., manure amount, natural food, fish culture

 

ABSTRAK

         Daphnia sp. adalah zooplankton digunakan sebagai pakan alami ikan yang mempunyai kandungan gizi yang lengkap mudah dicerna dalam saluran pencernaan karena isinya padat dan mempunyai dinding yang tipis, selain itu tidak menyebabkan penurunan kualitas air dan dapat meningkatkan daya tahan benih ikan terhadap penyakit maupun perubahan kualitas air karena selalu dalam keadaan hidup dan kadar kandungan gizi terdiri dari protein 42,65 %, lemak 8 %, serat 2,58 % dan abu 4 % (Darmanto, dkk., 2000). Didalam kegiatan usaha budidaya atau pembenihan ikan baik ikan konsumsi maupun ikan hias, pakan alami ini sangat diperlukan sekali sebagai sumber makanan dari alam karena segar sesuai kesukaan ikan. Hasil penelitian bahwa perlakuan menghasilkan rata-rata jumlah Daphnia sp. pada fase stasioner hari keenam dengan konsentrasi pupuk 3 g/L merupakan perkembangbiakkan  Daphnia sp. tertinggi yaitu 344.000 ekor dalam volume air 30 liter menggunakan akuarium di dalam lingkungan rumah kaca. Kualitas air selama penelitian adalah rata-rata suhu air 33 °C dan rata-rata pH 6,45 dan kualitas air ini merupakan kondisi optimum untuk pertumbuhan Daphnia sp. Ada korelasi negatif (berlawanan) secara nyata antara rata-rata perkembangbiakkan Daphnia sp. dengan konsentrasi pupuk kandang dan pH, tetapi tidak ada korelasi antara perkembangbiakkan Daphnia sp. dengan suhu air.

Kata kunci: Daphnia sp., Konsentrasi Pupuk Kandang, pakan alami, budidaya ikan

Full Text:

PDF

References


Cotteau. 1996. Budidaya Pakan Alami Ikan Plankton dan Benthos: Pusat Pengembangan dan Pem-berdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PPPTK) Pertanian. Jember.

Darmanto, Satyani. D, Putra. A, Chumadi dan Rochat. D. M. 2000. Budidaya Pakan Alami untuk Benih Ikan Air Tawar: IPPTP. Jakarta. (Unpublished).

Djajadiredja, R. dan Z., Djangkaru, 1973, Metode Baru Pemeliharaan Ikan dengan Pemberian Makan-an, Pemberitaan LPPD No. 1. Jakarta.

Fauziah. 2009. Upaya Pengelolaan Lingkungan Usaha Peternakan Ayam: Jurnal Lingkungan, Vol. 7, No. 13.

Gusrina. 2002, Budidaya Zooplankton: Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Hariyati. R. 2008. Pertumbuhan dan Biomassa Spirulina sp. dalam Skala Laboratoris: Jurnal Bioma, ISSN: 1410-8801, Vol. 10, No. 1.

Hidayat. A dan Makarim. A. K.1992. Pengambilan dan Persiapan Contoh Tanah dan Tanaman: Balai Penelitian dan Pe-ngembangan Pertanian. Bogor.

Martosudarmo, B. 1980. Culture of Food Orgnism, di dalam Report of the Training Course on Prawn Farming for Asia and the Pasific, Jepara.

Mudjiman, A. 1983. Laporan Hasil Latihan Budidaya Artemia di Ghent, Belgia, 2-21 Mei 1988 Surabaya: Dinas Perikanan Daerah Propinsi Jatim.

Mudjiman, A. 2008. Makanan Ikan. Seri Agriwanesan. Situbondo. hal. 96.

Priyambodo. K dan Wahyuningsih. T. 2003. Budidaya Pakan Alami Ikan: Penebar Swadaya. Jakarta.

Setyawan. T. 2009. Budidaya Kutu Air (Daphnia sp.) di dalam Rumah Kaca dan di luar Rumah Kaca tidak Terkena Cahaya Matahari Langsung: PKL-UNB. (Unpublished).

Sutjihno. 1992. Pengantar Rancangan Percobaan Penelitian Pertanian: Balai Penelitian Tanaman Pangan. Bogor.

Versichele, D. Dan P. Sorgeloos. 1980. Controlled Production of Artemia Cysts in Batchcultures. The Brine Shrimp Artemia Vol. 3, Ecology, Culturing, Use in Aquaculture. (Wattern: Universal Press).

Yeremia. 2006. Cara Praktis Budidaya Kutu Air (Daphnia sp.) sebagai Pakan Ikan Hias: Penebar Swadaya. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v4i1.70

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Sains Natural



 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.