ANALISIS STOK KARBON HUTAN MANGROVE PADA BERBAGAI TINGKAT KERUSAKAN DI SEGARA ANAKAN CILACAP

Mia Azizah, Erwin Riyanto Ardli, Eming Sudiana

Abstract


Cabrbon Stock Analysis of Mangrove Forest in Every Damaged Level in Segara Anakan Cilacap

         Mangrove is a specific vegetation type, found in tropical and subtropical beach area which located in Cilacap  at a sloping beach area near the mouth of a river and the beach protected from the waves. Segara anakan is one of mangroves region which located at 108 º 46'-109 º 03 'E and 07 º 34' - 07 º 47 'South Latitude. Human activities series in Segara anakan mangrove lead the damage of this region, it affects to the ecological and biological or mangrove function as carbon storage place. The aims of this research was to analyze the damage level of mangrove in Segara anakan, Cilacap; to know the spatial distribution of mangrove damage level in Segara anakan; analyze the amount of biomass and carbon stocks at various of damage level in Segara anakan, and to know the number corelation of carbon stocks with damage level in Segara anakan, Cilacap.The research used survey method with purposive random sampling that determine the sampling location based on the damage level. Damage analysis used  assessment teristis method (field survey) and than spasial distribution used surfer 9.0 and ArcView GIS 3.2. Biomass analysis and the amount of carbon stock used descriptive methods, damage level correlation and the amount of carbon stock used Pearson correlation analysis (SPSS software vs. 19).The result was Segara anakan mangrove, Cilacap currently was divided into not damage (7 station), damaged (3 station) and  heavily damaged (5 station) categories. The amount of biomass and carbon stocks in not damaged area (57,67 tons/ha and 26,50 tons/ha); damaged area (23,40 tons/ha and 10,74 tons/ha, and the heavily damaged area (9,49 tons/ha and 4,37 tons/ha). The destruction of mangrove forest affected the amount of biomass and carbon stocks in Segara anakan, Cilacap.

Keywords : mangrove,  carbon stock, damage level, Segara Anakan Cilacap

 

ABSTRAK

        Hutan mangrove merupakan tipe vegetasi khas, terdapat di daerah pantai tropis dan subtropis yang tumbuh subur di daerah pantai yang landai di dekat muara sungai dan pantai yang terlindung dari hempasan gelombang. Segara Anakan adalah salah satu kawasan hutan mangrove yang terletak pada koordinat 07º34’ - 07º47’ LS dan 108º46’- 109º03’ BT. Serangkaian aktivitas manusia di kawasan hutan mangrove Segara Anakan menyebabkan kawasan ini mengalami kerusakan, hal tersebut berpengaruh terhadap fungsi ekologis dan biologis serta fungsi hutan mangrove sebagai penyimpan karbon.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui tingkat kerusakan  hutan  mangrove di Segara Anakan Cilacap; mengetahui distribusi spasial potensi stok karbon hutan mangrove di Segara Anakan Cilacap  dan  mengetahui korelasi jumlah stok karbon dengan tingkat kerusakan di Segara Anakan Cilacap.Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menggunakan teknik purposive random sampling  yaitu menentukan lokasi sampling berdasarkan  pada tingkat kerusakan. Analisis kerusakan menggunakan metode penilaian teristis (survey lapangan) yang selanjutnya didistribusi spasial menggunakan surfer  9.0 dan Arcview GIS 3.2. Analisis biomassa dan jumlah stok karbon menggunakan metode deskriptif, korelasi tingkat kerusakan, dan jumlah stok karbon menggunakan analisis korelasi Pearson (Software SPSS vs. 19). Hasil yang diperoleh adalah hutan mangrove Segara Anakan Cilacap saat ini terbagi menjadi area dengan kategori tidak rusak (7 stasiun), rusak (3 stasiun) dan rusak berat (5 stasiun). Jumlah biomassa dan stok karbon di area yang tidak mengalami kerusakan (57,67 ton/ha dan 26,50 ton/ha), area yang rusak (23,40 ton/ha dan 10,74 ton/ha, dan area yang rusak berat (9,49 ton/ha dan 4,37 ton/ha). Kerusakan hutan mangrove berpengaruh terhadap jumlah biomassa dan stok karbon di Segara Anakan.

Kata Kunci: mangrove, stok karbon, tingkat kerusakan,SegaraAnakan Cilacap

Full Text:

PDF

References


Ardli, E.R. and M. Wolff. 2008. Quantifying Habitat and Resource Use Changes in the Segara Anakan Lagoon (Cilacap, Indonesia) Over the Past 25 Years (1978 – 2004). Asian Journal of Water, Environment and Pollution 5 (4): 59 - 67.

Ardli, E.R., E. Yani and A. Widyastuti.2010. Penggunaan Achantus ilicifolius dan Derris trifoliata Lour Sebagai Agen Biomonitoring Kerusakan Mangrove Segara Anakan Cilacap. Laporan Penelitian. Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Bismark, M., E. Soebiandono, N.M. Heriyanto. 2008. Keragaman dan Potensi Jenis Serta Kandungan Karbon Hutan Mangrove di Sungai Subelen, Siberut, Sumatera Barat. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 5 (3) : 297 – 306.

BPKSA (Badan Pengelola Kawasan Segara Anakan). 2003. Laporan pelaksanaan proyek konservasi dan pembangunan Segara Anakan. Lokakarya Status, Problem dan Potensi Sumberdaya Perairan dengan Acuan Segara Anakan dan Daerah Aliran Sungai Serayu, Purwokerto.

Brown, S. 1997. Estimating Biomass and Biomass Change of Tropical Forest.FAOForestry Paper 134.

Clough, B.F., and K. Scott.1989 Allometric relationships for estimating above-ground biomass in six mangrove species.Forest Ecology and Management27: 117 - 127.

Dahuri, R. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Dharmawan, I.W.S. dan C.A. Siregar.2008. Karbon Tanah dan Pendugaan Karbon Tegakan Avicennia marina (Forsk.)Vierh.di Ciasem, Purwakarta. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 5 (4) : 317 – 328.

Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial.2005. Pedoman Inventarisasi dan Identifikasi Lahan Kritis Mangrove. Departemen Kehutanan, Jakarta.

Environmental Systems Research Institute (ESRI). 1990. Understanding GIS, the ARC/INFO method. Environmental Systems Research Institute, Inc. Redlands.

FAO (Food and Agriculture Organization of The United Nations). 2007. The World’s Mangrove 1980-2005. FAO Forestry paper 153, Rome.

Giesen, W., S. Wullffraat, M. Zieren and L. Scholten. 2006. Mangrove Guide Book For Southeast Asia. FAO and Wetlands International, Bangkok.

Hairiah,K. dan S. Rahayu. 2007. Petunjuk Praktis Pengukuran Karbon Tersimpan di Berbagai Macam Penggunaan Lahan. World Agroforestry Centre. Bogor.

Hilmi, E., A.S. Siregar, N. Andriyani and A.D. Syakti. 2003. Rapid Estimation of The Biomass and Carbon Sequeatration Potency of Mangrove Vegetation in Segara Anakan Lagoon. Research Institute, Fisheries and Marine Science Department, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Kauffman, J.B., C. Heider, T.G. Cole, K.A. Dwire and D.C. Donato. 2011. Ecosystem Carbon Stocks of Micronesian Mangrove Forest. Wetlands31 : 343 - 452.

Kitamura, S., C. Anwar, A. Chaniago and S. Baba. 1997. Handbook of mangrove in Indonesia: Bali & Lombok. International Society for Mangrove Ecosystem. Denpasar.

Komiyama, A., J.E. Ong and S. Poungparn. 2008. Allometry, biomass, and productivity of mangrove forest: A review. Aquatic botany89 : 128 -137.

Lakitan, B. 1993.Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Gravindo Persada, Jakarta.

Mueller - Dombois, D. and H. Ellenberg. 1974. Aims and Methods of Vegetation Ecology. John Wiley, London.

Murdiyarso, D., D. Donato., J.B. Kauffman., S. Kurnianto., M. Stidham and M. Kanninen. 2009. Carbon storage in mangrove and peatlands ecosystem : A preliminary account from plots in Indonesia.Working Paper 48.Center for International Forestry Research. Bogor.

Onrizal. 2002. Evaluasi Kerusakan Kawasan Mangrove dan Alternatif Rehabilitasinya di Jawa Barat dan Banten. Hasil Penelitian. Departemen Kehutanan Universitas Sumatera Utara, Medan.

Onrizal., E.A. Perbatakusuma dan N. Sulistiyono. 2010. Kandungan Karbon Rawa Singkil di Nanggroe Aceh Darussalam dan Potensi Pengembangan Jasa Lingkungan.Prosiding Seminar Nasional Hasil – hasil Penelitian Bidang Kehutanan dan Hasil Hutan : 136 – 154.

Ong, J.E., W.K. Gong, and C.H. Wong .2004.Allometry and partitioning of the mangrove, Rhizophora apiculata.Forest Ecology 188: 395 – 408.

Sutaryo, D. 2009. Perhitungan Biomassa Sebuah pengantar untuk studi karbon dan perdagangan karbon.Wetlands International Indonesia Programme, Bogor.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v3i2.66

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Sains Natural



 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.