AKTIVITAS FUNGISIDA BAHAN PENGAWET KAYU BERBAHAN AKTIF MAJEMUK TERHADAP JAMUR BIRU Diplodia sp

Agus Ismanto, Dominicus Martono

Abstract


Fungicide Activity of Complex-Active Ingredient of Preservative Wood  Against Bluestain of Diplodia sp.

         Wood preservatives containing chlorotalonyl 450 g/L and carbendazim 100 g/L (Entiblu 450/100SC) was a pesticide compound serves to prevent fungal attacks Diplodia sp on the media of PDA (Potato Dextrose Agars) and to prevent germination of the spores. Inhibition of the rate and intensity of Diplodia sp fungus attacks on the media in petridish indicated a slowing rate of growth of the mycelium. The results showed that the pesticides containing chlorotalonyl 450 g/L and carbendazim 100 g/L with a concentration of 2 x 1.5 kg/ m³ could prevent the growth of the mycelium of Diplodia sp, inhibition rate reached 100%. For single ingredient chlorotalonyl 75 % (Chlorotalonil 75 WP) a concentration of ½ x 0.375 kg/m³ had been able to prevent the growth of the mycelium up to 100 %, while in carbendazim 50 % (Carbendazim 50 WP) to reached 100 % inhibition at a concentration of 1 x  0.75 kg/m³. Pesticides which was a mixture of active ingredients chlorotalonyl 450 g/L and carbendazim 100 g/L  no antagonism activity.

Keywords : fungicide, complex active ingredient, bluestain of Diplodia sp, chlorotalonyl, carbendazim

 

ABSTRAK

          Bahan pengawet  kayu yang mengandung klorotalonil 450 g/L dan karbendasim 100 g/L  (Entiblu 450/100SC) merupakan pestisida majemuk berfungsi untuk mencegah serangan jamur Diplodia sp pada media agar PDA (Potato Dextrose Agar) dan mencegah perkecambahan spora. Penghambatan laju dan intensitas serangan jamur Diplodia sp pada media dalam cawan petri ditunjukkan  pelambatan kecepatan pertumbuhan miselium.  Hasil pengujian  menunjukkan bahwa pada pestisida yang mengandung klorotalonil 450 g/L dan karbendasim 100 g/L  dengan konsentrasi 2 x 1,5 kg/m³ dapat mencegah pertumbuhan miselium Diplodia sp , tingkat penghambatan mencapai 100 %. Untuk bahan tunggal klorotalonil 75 %  (Chlorotalonil 75WP) pada konsentrasi ½ x 0,375 kg/m³ telah mampu mencegah pertumbuhan miselium  sampai 100 %, sedangkan pada karbendasim 50 % (Carbendazim 50 WP) untuk mencapai penghambatan 100 % baru pada konsentrasi 1 x 0,75 kg/m³. Pestisida yang merupakan campuran bahan aktif klorotalonil 450 g/L dan karbendasim 100 g/L tidak ada aktivitas antagonisme.

Kata kunci : fungisida, bahan aktif majemuk, jamur biru Diplodia sp, klorotalonil, karbendasim

Full Text:

PDF

References


Barly dan D. Martono. 2010. Efikasi Dua Senyawa Karbonat Terhadap Jamur. Prosiding Seminar Nasional Basic Science VII. Universitas Brawijaya Malang.

Butcher, J.A. 1974. A Practical guide to fungal damage of timber and wood products. New Zealand Forest Service Information Series No. 85.

Martawijaya, A. dan D. Martono. 1983. Dichlofluanid sebagai pesti-sida untuk proteksi papan ramin terhadap jamur biru. Prosiding Pertemuan Ilmiah Pengawetan Kayu. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Jakarta.

Martono, D. 2012. Peranan pengawetan propilaktik dalam efisiensi pemanfaatan bahan kayu dan lignoselulosa lain. Himpunan Karya Ilmiah : 129 – 152. Badan Litbang Kehutanan, Bogor.

Martono, D. dan A. Ismanto. 2012. Laporan Hasil Pengujian Laboratorium bahan pengawet kayu terhadap jamur. Tidak terbt.

Richardson,B.A. 1978. Wood Preser-vation. The Construction Press Ltd. Lancaster. p.37.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v3i2.64

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Sains Natural



 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.