PERSENTASE TOTAL AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARK CHOCOLATE DAN MILK CHOCOLATE SECARA SPEKTROFOTOMETRI

Lany Nurhayati, Supriyono Eko Wardoyo, Rika Rosita

Abstract


Percentage Total  Activities of Antioxidant of Dark Chocolate and Milk Chocolate Using Spectrofotometric

          Chocolate is loaded with various properties, one of them as an antioxidant because it contains katetin, polyphenols, flavonoids that can prevent premature aging. The content of antioxidants in chocolate was varied, dark chocolate (DC) of at least 70 %, while milk chocolate (MC) is was lower. The compound of 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) was a stable free radical compounds that would neutralize each other if treated with antioxidant compound. Percentage of total activity was calculated by the reaction between DPPH compounds and chocolate spectrophotometrically at λ 520nm. The results showed that the DC brand A was 59.19 % , 17 : brand B 16 % and brand C 8.80 % , while the MC was 11, 07 % brand A, brand B 7, 00 %  and brands C 5.84 %. Comparison of DC percentages was higher than MC because the DC contains catechins, riboflavon, vitamin E and vitamin C or minerals Mg and Cu that reacted with DPPH, so that DC could be used as one source of antioxidants.

Keywords : antioxidants, dark chocolate, milk chocolate, DPPH .

 

ABSTRAK

          Cokelat sarat dengan berbagai macam khasiat,  salah satunya sebagai antioksidan karena mengadung katetin, polifenol, flavonoid yang dapat mencegah penuaan dini. Kandungan antioksidan dalam coklat bervariasi Dark chocolate (DC) minimal 70% sedangkan Milk chocolate (MC) lebih rendah. Senyawa 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) merupakan senyawa radikal bebas stabil yang akan saling menetralkan jika direaksikan dengan senyawaan antioksidan. Persentase total aktifitas dihitung melalui reaksi antara senyawa DPPH dengan cokelat secara spektrofotometri pada λ 520nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DC merk A sebesar 59.19%, merk B 17.16%, dan merk C 8.80%, sedangkan MC merk A sebesar 11.07%, merk B 7.00%, dan merk C 5.84%. Perbandingan persentase DC lebih tinggi dibanding MC karena DC mengandung katekin, riboflavon, vitamin E, dan vitamin C, serta mineral Mg dan Cu yang berekasi dengan DPPH, sehingga DC dapat dijadikan sebagai salah satu sumber antioksidan.

Kata kunci : antioksidan, dark chocolate, milk chocolate, DPPH.

Full Text:

PDF

References


Afriansyah, N. 2005. Cokelat, Sarat Antioksidan Penyehat Jantung. http://www2. kompas.com/kompas-cetak/0503/30/ilpeng/1652470.htm.(Rabu, 30 Maret 2005)

Amrun, M. 2005. Pengujian Antiradikal Bebas Difenilpikril Hidrazil (DPPH) Ekstrak Buah Kenitu (Chrysophyllum cainito,L.) Dari Daerah Sekitar Jember.Jurnal Ilmu Dasar Vol. 6. No. 2, 2005 : 110 – 114.

Anonim, 2008. Antioksidan Tinggi dalam Coklat Hitam. http://www. qvida.co.id/ index. php/news/detil/145.(17 Oct 2008).

Anonim, 2009. Coklat Membuat Hidup Lebih Sehat. http://kumpulan.info /sehat/ artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/161-cokelat-membuat-hidup-lebih sehat.html(Selasa, 17 Maret 2009)

Anonim, (Tanpa Tahun). Antioksidan. http://id.wikipedia.org/wiki/Antioksidan

Astawan, M. 2009. Cokelat, Tanda Sayang Sehatkan Jantung. http://perempuan. kompas.com/read/xml/2009/02/12/22155938/cokelat.tak.selamanya.merugikan. (Nutrition Thu, 26 Feb 2009 15:30:00 WIB)

Brotodjojo, LC. 2008. All About Chocolate.Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.

Dehpour, A. A., M. A. Ebrahimzadeh, , N. S. Fazel, dan N. S. Mohammad, 2009. Antioxidant Activity of Methanol Extract of Ferula assafoetida and Its Essential Oil Compotition., Grass Aceites, 60 (4), 405 – 412.

Hartanto, H. 2012. Identifikasi potensi antioksidan minuman cokelat dari kakao lindak (Theobroma cacao L.) dengan berbagai cara preparasi metode radikal bebas 1,1 diphenyl-2 picryhidrazil (DPPH). Skripsi. Fak.Teknologi Pertanian. Univ. Katolik Widya Mandala. Surabaya.

Joseph, JA., 2008. Diet Sehat Dengan Kode Warna Makanan. PT. Mizan Publika : Jakarta.

Kuncahyo, I., 2007. Uji Aktifitas Antioksidan Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi,L.) terhadap 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl (DPPH). Makalah pada Seminar Nasional Teknologi (SNT 2007) : Yogyakarta.

Liempah, MVL., 2008. Production Of Bee-Propolis Extract Powder As Antibacterial Material For Pharmaceutical Industry. Swiss German University : Tangerang.

Nur, MA. 1989. Spektroskopi. Institut Pertanian Bogor : Bogor.

Rusdiana, T. 2007. Formulasi Gel Antioksidan Dari Ekstrak Seledri (Apium graveolens,L.) Dengan Menggunakan AQUPEC HV-505. Makalah pada Kongres Ilmiah XV ISFI : Jakarta.

Sari, D., 2009. Aktivitas Antioksidan Daun Belantas dalam Sistem Model Asam Linoleat Beta Karoten. Skripsi S-1. Surabaya : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Sofia, D., 2005. Antioksidan dan Radikal Bebas. Situs Web Kimia (online). http:www.chemis-try.org.(diakses Maret 2009).

Tahir, I. 2003. Terapan Analisis HANSCH Untuk Aktifitas Antioksidan Senyawa Turunan Flavon / Flavonol. Makalah Seminar Khemometri. 25 Januari 2003. Jurusan Kimia FMIPA UGM : Yogyakarta.

Tim Bina Karya Tani., 2008. Pedoman Bertanam Cokelat. Yrama Widya : Bandung.

Witt, S., M. Lalk, C. Hager dan B. Voigt, 2010. Determination of Scavenger properties, http://www.baltic-analytics./index. php?id=7&L-1, diakses tanggal 14 September 2010.

Yuhernita dan Juniarti. 2011. Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dari Ekstrak Metanol Daun Surian yang Berpotensi sebagai Antioksidan. Makara, Sains. Vol. 15, No. 1, April 2011 : 48– 52.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v2i1.36

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Sains Natural



 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.