Effectiveness of caporite to reduce concentration of iron and mangan in Ciliwung river water as raw water PDAM

Nadhila Aulia Dwiputri, Mia Azizah, Nurlela Nurlela

Abstract


The water of the Ciliwung river used as raw water for PDAM Depok contains iron and manganese, which levels were quite high and exceeded the quality standard. The purposes of the research are to determine the effectiveness of caporite to reduce levels of iron and manganese to reach levels that meet the standards of Government Regulation Number 82 of 2001. The sample used in this study was the water of the Ciliwung river used as a source of raw water for PDAM Depok with two different water treatment plant (WTP) locations, location 1 in Legong WTP and location 2 in Citayam WTP. Raw water was taken using a submersible water pump located at the bottom of the Ciliwung river. The analytical method used as a reference for determining iron levels was based on the FerroZine Rapid Liquid Method 1970, and for manganese levels was based on 1- (2-Pyridylazo) -2-Naphthol PAN Method 1977, both methods using the Spectrophotometric method. The results showed that iron and manganese levels were quite high, exceeding the standards of Government Regulation No.82 of 2001 with a maximum standard of iron content is 0.3 mg/L, and a maximum standard of manganese level is 0.1 mg/L. After adding a certain dose of chlorine to Ciliwung river water in the Legong and Citayam WTPs, it was found that chlorine effectively reduced Fe and Mn levels because it was able to reduce levels up to 80% and meet the quality standards.

Keywords: Caporite, Iron, Manganese, Ciliwung River, Regulation

ABSTRAK

Efektivitas kaporit untuk menurunkan kadar besi dan mangan dalam air sungai Ciliwung sebagai air baku PDAM

Air sungai Ciliwung yang digunakan sebagai air baku PDAM Depok terdapat zat besi dan mangan dengan kadarnya cukup tinggi serta melebihi ambang baku mutu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kaporit dalam menurunkan kadar besi dan mangan sehingga memenuhi standar baku mutu Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 untuk kelas 1. Sampel air yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari 2 titik lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang berbeda, yaitu  dari IPA Legong dan  IPA Citayam. Sampel air baku diambil dengan menggunakan pompa air submersible (pompa celup) yang berada di dasar sungai Ciliwung. Penelitian dilakukan dengan eksperimen jar test di laboratorium. Metode analisis untuk menentukan kadar besi  mengacu pada FerroZine Rapid Liquid Method tahun 1970 dan mangan berdasarkan 1-(2-Pyridylazo)-2-Napthol PAN Method tahun 1977 dengan menggunakan metode Spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukan kadar besi dan mangan yang cukup tinggi hingga melebihi standar yang telah ditetapkan dalam PP No.82 Tahun 2001 dengan kadar Fe maksimal 0,3 mg/L dan kadar Mn maksimal 0,1 mg/L. Setelah dilakukan penambahan bahan kimia kaporit ke dalam sampel air sungai Ciliwung  dari  IPA Legong dan Citayam, dengan dosis 10 mg/L untuk penurunan Fe dan 30 mg/L untuk penurunan Mn dapat efektif menurunkan konsentrasi Fe dan Mn  hingga 80%, dan memenuhi  standar baku mutu yang digunakan.

Kata Kunci: Kaporit, Besi, Mangan, Sungai Ciliwung, Baku Mutu


Full Text:

PDF

References


Achmad, R. (2004). Kimia Lingkungan. Edisi 1. Andi Offset. Yogyakarta.

Akram, M., Asghar, M. N., Khan, M. S., Shahid, S., Rahman, H. M. A., & Nadeem, I. (2020). Development and validation of an economical uric acid-Fe3+/Fe2+-ferrozine-based colorimetric assay to estimate uric acid level of pure and biological samples. Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry. https://doi.org/10.1080/09168451.2020.1781593

Aziz, T., Pratiwi, D.Y. & Rethiana, L. (2013). Pengaruh Penambahan Tawas Al2(SO4)3 dan Kaporit Ca(OCl)2 Terhadap Karakter Fisik dan Kimia Air Sungai Lambidaro. Jurnal Teknik Kimia, 19(3).

Azzahra, F., & Susilawaty, A. (2014). Efektivitas Pembubuhan Kaporit dalam Menurunkan Kadar Zat Besi (Fe) pada Air Sumur Gali Tahun 2013. Journal Kesehatan, VII (1).

Darmasetiawan, M. (2004). Teori dan Perencanaan Instalasi Pengolahan Air. Ekamitra Engineering. Jakarta.

Eaton, A.A., Clescerl, L.S., Rice, E.W., & Greenberg, A.E. (2005). Standard Methods for The Examination of Water and Wastewater, 21st Edition. American Public Health Association (APHA), Washington, D.C; American Water Works Association (AWWA), Denver, Colorado; and Water Environment Federation (WEF), Alexandria, Virginia.

Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air. Kanasius. Yogyakarta

Ginting, P. (2007). Sistem Pengelolaan Lingkungan dan Limbah Indsutri. Yrama Widya. Bandung.

Giyantini. (2004). Deinfeksi Air dengan Chlorinasi. Journal Info Penyehatan Air dan Sanitasi, VI(2).

Goto, K., Taguchi, S., Fukue, Y., Ohta, K. (1977). Spectrophotometric Determination of Manganese with l-(2-pyridylazo)-2-naphthol and a non-ionic surfactant. Talanta, 24, 752-753.

Indra. A., Armid, & Takwir, A. (2020). Distribusi Logam Berat Mangan (Mn) Pada Air Laut Permukaan Di Perairan Teluk Staring Sulawesi Tenggara. Jurnal Kelautan, 5(1):89-98.

Komala, P. S. & Yanarosanti, A. (2014). Inaktivasi Bakteri Escherichia coli Air Sumur Menggunakan Disinfektan Kaporit. Jurnal Teknik Lingkungan UNAND, 11(1), 34-47.

Peraturan Pemerintah. (2001). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Said, N.I. (1999). Teknologi Pengolahan Air. Direktorat Teknologi Lingkungan dan Kelompok Teknologi Pengelolaan Air Bersih dan Limbah Cair. Jakarta.

Said, N.I. (2005). Metoda Penghilangan Zat Besi Dan Mangan Di Dalam Penyediaan Air Minum Domestik. Jurnal Air Indonesia, 1(3).

Sawyer, C.N., McCarty, P.L., Parkin, G.F. (2003). Chemistry for Enviromental Engineering and Science. McGrawHill. New York.

Sedlak, R. (1991). Phosphorus and Nitrogen Removal from Municipal Wastewater: Principles and Practice (2nd ed.). Boca Raton. Lewis.

Simon, S.B. & Hidayat, R. (2008). Pengendalian Pencemaran Sumber Air Dengan Ekoteknologi (Wetland Buatan). Jurnal Sumber Daya Air, 4, 111-124.

Sofia, Y., Tontowi, & Rahayu, S. (2010). Penelitian Pengolahan Air Sungai Yang Tercemar Oleh Bahan Organik. Jurnal Sumber Daya Air, 6, 145-160.

Supriyantini, E., & Endrawati, H. (2015). Kandungan Logam Berat Besi (Fe) Pada Air. Sedimen. dan Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Tanjung Emas Semarang. Jurnal Kelautan Tropis, 6(18).

Slamet, S.J. (1994). Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Bandung.

Surbakti, B.M. (1987). Air Minum Sehat. CV Mutiara Solo. Surakarta

Sutrisno, T.C. (2010). Teknologi Penyediaan Air Bersih. Rineka Cipta. Jakarta.

Tarigan, M.S., & Edward. (2003). Kandungan Total Zat Padat Tersuspensi (Total Suspended Solid) di Perairan Raha Sulawesi Tenggara. Jurnal Bidang Dinamika Laut, Pusat Penelitian Oseanografi, Makara Sains, 7 (3), 109-119.

Tatsumi, I. (1971). Water Work Engineering (JOSUI KOGAKU). Japanese Edition. Tokyo.

Tsai, C.T., & Lin, T.S. (1999). Disinfection of hospital waste sludge using hypochlorite and chlorine dioxide. Journal of Applied Microbiology, 86, 827-833.

USEPA. (2002). Onsite Wastewater Treatment Sistems Technology Fact Sheet 4: Effluent Disinfection Processes. TFS-17-TFS-22, EPA/625/R-00/008, February.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v11i1.295

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Sains Natural

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Indexed by:

View The Statistics of J. Sains Nat.