ANALISIS SENYAWA GOLONGAN KORTIKOSTEROID SINTETIK DEKSAMETASON DAN PREDNISON) DALAM JAMU SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT)

Lilis Sugiarti, Ricson P. Hutagaol, Tb Achyadi

Abstract


Synthetic Compounds Analysis of Group Corticosteroids (Dexamethasone and Prednisone) at medicinal Herbs with High Performance Liquid Chromatography (HPLC)

         Additional of chemicals into the traditional medicine is often done to make it an instant potent drug, that can attract customers. The chemicals that often added, one of which is a synthetic corticosteroid groups such as dexamethasone or prednisone. Dexamethasone and prednisone is hard drugs that should be used under a doctor's supervision. The purpose of this study was to analyze the content of the compound of synthetic corticosteroid dexamethasone and prednisone in herbal medicine in Bogor on June of 2011. Samples were taken from the traditional market Ciawi, Bogor. Samples that was taken consisted of herbs stiff, stamina enhancer and appetite enhancer, each sample consist of two brands and was taken twice of sampling. Sampling was conducted in the first week of June and the second sampling conducted during the third week in June where samples were taken from the same brand with a different batch number. Phase analysis included qualitative and quantitative analysis of compounds dexamethasone and prednisone in herbal medicine phase HPLC, using a mixture of deionized water: methanol : acetonitrile with composition 50 : 30 : 20, C18 column and UV-Vis detector at a wavelength of 244 nm. Based on the research, found a compound dexamethasone on ten samples from twelve samples analyzed, respectively by 0.52 mg/g, 0.54mg/g, 1.78 mg/g, 1.79 mg/g, 0 , 59 mg/g, 0.49 mg/g, 0.22 mg/g, 0.22 mg/g, 0.19 mg/g and 0.18 mg/g. The amount of content in different brands of herbal medicine dexamethasone significantly different, whereas the content of dexamethasone on a brand drugs at the time of sampling or a different batch numbers, were not significantly different. In addition to samples A1 and A2 were found dexamethasone, prednisone also found the compound, each 1.56 mg/g and 1.92 mg/g, with prednisone significantly different content.

Keywords : Dexamethasone, Prednisone, Corticosteroid, HPLC

 

ABSTRAK

           Penambahan bahan kimia ke dalam obat tradisional sering kali dilakukan untuk membuat obat tersebut menjadi manjur secara instan, sehingga dapat menarik minat konsumen. Bahan kimia yang biasa ditambahkan salah satunya adalah golongan kortikosteroid sintetik seperti deksametason atau prednison. Deksametason dan prednison merupakan obat keras yang penggunaannya harus dalam pengawasan dokter. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan senyawa golongan kortikosteroid sintetik deksametason dan prednison dalam jamu yang beredar di kota Bogor pada bulan Juni tahun 2011. Sampel diambil dari pasar tradisional Ciawi, Bogor. Sampel yang diambil terdiri dari jamu pegal linu, penambah stamina dan penambah nafsu makan, masing–masing terdiri dari dua merek dan diambil sebanyak dua kali sampling. Sampling pertama dilakukan pada minggu pertama bulan Juni dan sampling kedua dilakukan pada minggu ketiga bulan Juni dimana sampel diambil dari merek yang sama dengan nomor batch yang berbeda. Tahap analisis meliputi analisis kualitatif maupun kuantitatif senyawa deksametason dan prednison dalam jamu secara KCKT, menggunakan fase gerak campuran dari air deionisasi : metanol : asetonitril dengan komposisi 50 : 30 : 20, kolom C18 dan detektor UV – Vis pada panjang gelombang 244 nm. Berdasarkan penelitian, ditemukan adanya senyawa deksametason pada sepuluh sampel dari dua belas sampel yang dianalisis, masing – masing sebesar 0,52 mg/g, 0,54 mg/g, 1,78 mg/g, 1,79 mg/g, 0,59 mg/g, 0,49 mg/g, 0,22 mg/g, 0,22 mg/g, 0,19 mg/g dan 0,18 mg/g. Besarnya kandungan deksametason dalam berbagai merek jamu berbeda secara nyata, sedangkan kandungan deksametason pada suatu merek obat pada waktu sampling atau nomor batch yang berbeda, tidak berbeda nyata. Pada sampel A1 dan A2 selain ditemukan deksametason, juga ditemukan adanya senyawa prednison, masing – masing 1,56 mg/g dan 1,92mg/g, dengan kandungan prednison yang berbeda nyata.

Kata Kunci : Deksametason, Prednison, Kortikosteroid, KCKT

Full Text:

PDF

References


Bravo, R. H. M. D. dkk. 2010. The United States Pharmacopeia. Ed. Ke – 33. United Book Press Inc. Baltimore.

Direktorat Pengawasan Obat Tradisional. 1994. Kodifikasi Peraturan Perundang – undangan Obat Tradisional. Jilid I. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Morris, M. dkk. 2008. European Pharmacopoeia. Ed. Ke-6. Druckeréi C. H. Beck. Nőrdlingen.

Nazir, M. 2005. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Bogor.

Sethi, P. D. 2001. High Performance Liquid Chromatography (Quantitative Analysis of Pharmaceutical Formulation). CBS. New Delhi.

Soesilo, S. dkk. 1995. Farmakope Indonesia. Ed. Ke – 4. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Spies J. dan J. Crombeen. 2005. Separation of Corticosteroid. Aplication Note. Varian Application Laboratory. Netherlands.

Sweatmen, S. C. dkk. 2009. Martindale The Complete Drug Reference. Ed. Ke – 36. The Pharmaceutical Press. London.

Tjay, T. H. dan Kirana Rahardja. 2002. Obat – Obat Penting. Ed. Ke – 5. PT Gramedia. Jakarta. www.indofarma.co.id. Dexamethasone 0,5 mg. [5 April 2011]. www.pediatrik.com/buletin/20060220_uk51j3-buletin. pdf. Penggunaan kortikosteroid di klinik. [5 April 2011].




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v2i1.29

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Sains Natural



 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.