ANGKA KAPANG DAN KHAMIR PADA LADA PUTIH ASAL BANGKA

Oktavio Rosani, Devy Susanty, Ary Triyanto

Abstract


Numbers of Mold and Yeast on White Pepper from Bangka

White pepper is one of Indonesia's spices that are needed for both public consumption and exports. Post-harvest processing of white pepper by farmers is often done with unclean. Each source of white pepper has different water content and will affect the quality of white pepper. In this study, seven samples (S1, S2, S3, S4, S5, S6, S7) were from Bangka. All samples tested had higher water content than SNI quality standard (13%), but still below the quality standard 2 (18%). Sample S2 has the highest water content compared to other samples. Sample S1 and S2 have high Numbers of Mold and Yeast (AKK) and do not suitable with quality standart of BPOM. Of all samples, S2  had the highest AKK (5,51 x 104 colony / g) and sample S5 had the smallest AKK (8,8 x 102 colony / g). This shows the relationship between water content in white pepper with AKK. White pepper that has a high water content has a high AKK, whereas white pepper that has low moisture content has low AKK.

Keywords: white pepper, Numbers of Mold and Yeast, moisture content

ABSTRAK

Lada putih adalah salah satu rempah Indonesia  yang  banyak dibutuhkan baik untuk konsumsi masyarakat ataupun ekspor. Proses pengolahan pasca panen lada putih oleh petani sering dilakukan dengan tidak bersih. Setiap sumber lada putih memiliki kadar air yang berbeda dan akan mempengaruhi kualitas lada putih. Pada penelitian ini,tujuh sampel (S1, S2, S3, S4, S5, S6, S7)  berasal dari Bangka. Semua sampel yang di uji memiliki kadar air yang lebih tinggi dari standar mutu 1 SNI (13%), namun masih berada di bawah standar mutu 2 (18 %). Sampel S2 memiliki kadar air yang paling tinggi dibandingkan dengan sampel lainnya. Sampel S1 dan S2 memiliki  (Angka Kapang Khamir) AKK yang tinggi dan tidak memenuhi syarat mutu. BPOM. Dari semua sampel, sampel S2 memiliki AKK paling tinggi (5,51 x 104 koloni/g) dan sampel S5 memiliki AKK paling kecil (8,8 x 102 koloni/g). Hal ini menunjukan hubungan antara kadar air pada lada putih dengan AKK. Lada putih yang memiliki kadar air tinggi memiliki AKK yang juga tinggi, sedangkan lada putih yang memiliki kadar air rendah memiki AKK yang  rendah.

Kata Kunci: Lada putih, Angka kapang khamir, Kadar Air

Full Text:

PDF

References


Ahmad, R. Z. 2009. Cemaran Kapang pada Pakan Dan Pengendaliannya. Jurnal Litbang Pertanian 28(1): 15–22

Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2006. Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik. BPOM RI.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2009. Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikoba dan Kimia Dalam Makanan.

Nurdjanah, N. 2006. Perbaikan Mutu Lada dalam Rangka Meningkatan Daya Saing di Pasar Dunia. Jurnal. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Indonesia. Bogor.

Priyanto, G. Yudhia. B. Hamzah 2011. Perubahan Sifat Fisik dan Aktivitas Antioksidan Tepung Rempah. University Jember Press. Jember.

Sembiring, B. dan F, T. Hidayat 2012. Perubahan Mutu Lada Hijau Kering Selama Penyimpanan pada tiga Macam Kemasan dan Tingkatan Suhu. Jurnal Littri: 18 (3)

Standar Nasional Indonesia.1992.Cara Uji Makanan dan Minuman. 01–2891–1992. Badan Standarisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia. 2013. Lada Putih. 0004 : 2013. Badan Standarisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia.1992. Cara Uji Cemaran Mikroba 01-2897-1992 2. Badan Standarisasi Nasional .

Usmiati, S. dan N, Nurdjanah. 2006. Pengaruh Lama Perendaman dan Cara Pengeringan Terhadap Mutu Lada Putih. Jurnal. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Indonesia. Bogor

Wigati, D. 2009.Pengaruh Jenis Kemasan dan Lama Penyimpanan Terhadap Serangan Serangga dan Sifat Fisik Ransum Broiler Starter Berbentuk Crumble. Skripsi. Prodi. Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pangan. Isntitut Pertanian Bogor. Bogor.

Yuhono, J.T. 2007. Sistem Agribisinis Lada dan Strategi Pengembangannya. Jurnal Litbang. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. Bogor




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v5i2.260

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Sains Natural

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.