KANDUNGAN KIMIA DARI LIMBAH LUMPUR INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM UNTUK BETON GEOPOLIMER DENGAN XRF

Nuryanti Nuryanti, Ridha Arizal, Dian Arrisujaya

Abstract


Chemical Containt of Waste Water Installation of Drinking Water Treatment for Geopolymer Concrete by XRF 

Preparation of geopolymer concrete from waste water installation of drinking water treatment (WIDWT) was manufactured in accordance with SNI. Specimen of size 5 x 5 x 5 cm cubes was used for the concretes. The mortar material consisted of binders, activator, aggregate (fine sand) and water (60% of aggregate and 40% of activators and binders). The composition of the activator and binder mixture were 1: 2; 1: 1,5; 1: 1; 1.5: 1; and 2: 1. The results of the comparison of binders A and B were 4.2: 1 and 6.5: 1. The binders were divided into 2 types: A binder (sludge of WIDWT was dried with oven at 105oC for 24 hours) and B Binder (sludge of WIDWT was dried by kiln at 650oC for 6 hours). The highest compressive strength test was 10.00 MPa on binder A with the ratio of activator and binder 1: 1 and Si: Al ratio (4.2: 1). Binder B with a compressive strength of 9.87 MPa with the ratio of activator and binder 1.5: 1 and Si: Al ratio (6.5: 1). Samples of IPAM sludge waste were tested by X-Ray Fluorescence (XRF), compressive strength testing of mortar geopolymer with Toni-Technik compressive strength test. The highest value of compressive strength appropriated to SNI 03-0691-1996 in class D which can be applied for City Park.

Keywords: geopolymer, WIDWT, XRF, activator, binder 

ABSTRAK 

Pembuatan beton geopolimer dari limbah instalasi pengolahan air minum (IPAM) telah dilakukan. Beton geopolimer dibuat sesuai dengan SNI pembuatan mortar geopolimer dengan ukuran 5 x 5 x 5 cm. Bahan mortar terdiri dari binder, larutan aktivator dan agregat (pasir halus) serta air dengan perbandingan 60% (agregat) dan 40%(aktivator dan binder). Parameter variasi campuran aktivator dan binder yaitu 1:2; 1:1,5; 1:1; 1,5:1; dan 2:1. Binder dibagi menjadi 2 jenis yaitu Binder A (lumpur IPAM yang dikeringkan dengan oven pada suhu 105oC selama 24 jam) dan Binder B (lumpur IPAM yang dikeringkan dengan tanur pada suhu 650oC selama 6 jam). Hasil perbandingan binder A dan B adalah 4,2:1 dan 6,5:1. Hasil uji kuat tekan tertinggi sebesar 10,00 Mpa pada binder A dengan perbandingan aktivator dan binder 1:1 dengan perbandingan Si:Al (4,2:1). Binder B dengan kuat tekan 9,87 Mpa dengan perbandingan aktivator dan binder 1,5:1 dengan perbandingan Si:Al (6,5:1). Sampel limbah lumpur IPAM diuji dengan X-Ray Flourescene (XRF), pengujian kuat tekan mortar geopolimer dengan alat uji kuat tekan merk Toni-Technik. Nilai kuat tekan tertinggi memasuki persyaratan mutu SNI 03-0691-1996 pada kelas D yang bisa diaplikasikan untuk taman kota.

Kata Kunci: geopolimer, IPAM, XRF, aktivator, binder

Full Text:

PDF

References


Adibroto, F. 2014. Pengaruh Penambahan Berbagai Jenis Serat Pada Kuat Tekan Paving block. Jurnal Rekaya Sipil Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang. Vol. No. 1 Febuari 2014 ISSN : 1858-2133. Padang.

Anwar, S. 2015. Pemanfaatan Serat Batang Pohon Pisang dalam Sintesi Material Hibrida Berbasis Geopolimer Abu Layang Batu Bara. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Arini, R.N., Triwulan dan J.J. Ekaputri. 2013. Pasta Ringan Geopolimer Berbahan Dasar Lumpur Bakar Sidoarjo dan Fly Ash Perbandingan 3:1 dengan Tambahan Powder dan Serat Alam. Jurnal Teknik Pomits Vol. 1. No. 1, (2013) : 1-5. Surabaya.

Arizal, R. 2016. Penelitian Geopolimer Kimia UNB Kerjasama dengan PT Antam UBPE Pongkor. Penelitian tidak diterbitkan. Universitas Nusa Bangsa. Bogor.

Az-zahra, S., Rachmawati, S.DJ., dan Eka, W. 2014. Karakteristik Kualitas Air Baku dan Lumpur sebagai Dasar Perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur IPA Badak Singa PDAM Tirtawening. Jurnal Rekayasa Lingkungan. ITENAS. Bandung.

Awaludin, A. 2016. Aplikasi Tawas Cair Reovery sebagai Koagulan Limbah Cair Industri Perisa Minuman. Skripsi. Universitas Nusa Bangsa. Bogor.

Badan Standarisasi Nasional. 1989. SNI 03-0349-1989: Bata Beton Untuk Pasangan Dinding.

Badan Standarisasi Nasional. 1996. SNI 03-0691-1996: Bata Beton (Paving block).

Badan Standarisasi Nasional. 2002. SNI 03-6825-2002: Metode Pengujian Kuat Tekan Mortar Semen Portland untuk Pekerjaan Sipil.

Cahyadi, D. 2013. Sifat Mekanik dan Durabilitas Polypropylene Fiber Reinforced Geopolymer Concrete (PFRGC). Jurnal Teknik Sipil Magister Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Vol. No. 1 Oktober 2013 ISSN : 2339-0271. Surakarta.

Davidovits, J. 1994. Global Warming IMPact on the Cement and Aggregates Industries, World Resource Review, 6(2), 263-278. Saint-Quentin.

Ekaputri, J.J., Triwulan, dan Oktavina, D. 2007. Sifat Mekanik Beton Geopolimer Berbahan Dasar Fly Ash Jawa Powder Paiton Sebagai Material Alternatif. Jurnal PONDASI. Vol. 13 No. 2, Desember 2007. ISSN: 0853-814X. Surabaya.

Ekaputri, J. J. dan Triwulan. 2013. Sodium Sebagai Aktivator Fly Ash, Trass dan Lumpur Sidoardjo dalam Beton Geopolimer. Jurnal Teknik Sipil. Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 1, April 2013 ISSN : 0853-2982. Surabaya.

Mirwan, A. 2012. Pemanfaatan Kembali Limbah Padat Lumpur PDAM Untuk Penjernihan Air dari Sungai Martapura Kalimantan Selatan. Jurnal Teknik Kimia. Universitas Lambung Mangkurat. Kalimantan Selatan.

Nugteren, H.W, V.C.L. Butselaar-Orthlieb dan M. Izquiredo. 2009. High Strength Geopolymers Produced From Coal Combustion Fly Ash. Global NEST Journal, Vol 11. No 2, pp 155-161. 2009. Yunani.

Pujianto, A. Anzila N. A., Martyana D.C., dan Hendra. 2013. Kuat Tekan Beton Geopolimer dengan Bahan Utama Bubuk Lumpur Lapindo dan Kapur. Tugas Akhir. Universitas Muhammadiyah. Yogyakarta.

Ramdhani, S. A. 2016. Pengaruh Komposisi Kaolin dalam Pembuatan Mortar Geopolimer Berbahan Dasar Tailing Pertambangan Emas. Skripsi. Universitas Nusa Bangsa. Bogor.

Swastika, N. 2010. Analisis Ketahanan Beton Geopolimer Berbahan Abu Terbang dan Berbahan Metakaolin Terhadap Paparan Air Laut ASTM. Tesis. Universitas Indonesia. Depok.

Septia, P. (2011). Studi Literatur Pengaruh Konsentrasi NaOH dan Rasio NaOH:Na2SiO3, Rasio Air/Prekursor Suhu Curing, Dan Jenis Prekursor Terhadap Kuat Tekan Beton Geopolimer. Skripsi. Universitas Indonesia.

Sherliana. 2016. Studi Kuat Tekan Paving block dengan Campuran Tanah, Semen dan Abu sekam padi Menggunakan Alat Pemadat Modifikasi. Skripsi. Universitas Lampung. Bandar Lampung.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v7i2.254

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Sains Natural

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.