AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

Yuni Widyastuti, Nia Yuliani, I.G.A. Manik Widhyastini

Abstract


Antibacterial Activity of Infused Aloe Vera Leaf (Aloe Vera L) on Growth Of Stapylococcus aureus and Escherichia coli

Disinfectants may act as antibacterials. Aloe vera (Aloe vera L) is one of the plants that is often used by the community as a medicinal plant that has many active compounds such as lignin, saponin and anthraquinone substances that act as antibacterial. This study aims to determine the antibacterial activity of Aloe vera leaf extracted with infusa method on the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The research method is to see the reduction / reduction of bacterial count (% reduction) after 30 second and 60 second with disc diffusion method. The results showed decrease or decrease of bacteria count (% reduction) to Escherichia coli bacteria found in aloe leaf skin infected by 28,2% after 60 seconds. While decrease or decrease of bacteria amount (% reduction) to Staphyloccocus uareus bacteria infusa mixture of meat and skin of Aloe vera leaves of 27.5% after 60 seconds. Antibacterial test of aloe vera leaf aloe (Aloe veraL) of 100% concentration by disc diffusion method did not show any inhibition zone around cultures of test bacteria.

Keywords: Aloe vera, antibacterial activity, Staphylococcus aureus, and Escherichia coli, Infusa.

ABSTRAK

Desinfektan dapat berfungsi sebagai antibakteri. Lidah buaya (Aloe vera L) merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan masyarakat sebagai tanaman obat yang memiliki banyak senyawa aktif seperti lignin, saponin dan antrakuinon yaitu zat yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri daun lidah buaya (Aloe vera L) yang diekstrak dengan metode infusa terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode penelitian yaitu dengan melihat penurunan/pengurangan jumlah bakteri (% reduksi) setelah waktu 30 detik dan 60 detik dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan penurunan atau pengurangan jumlah bakteri (% reduksi) terhadap bakteri Escherichia coli terdapat pada infusa kulit daun lidah buaya yaitu sebesar 28,2 % setelah waktu 60 detik.Sedangkan penurunan atau pengurangan jumlah bakteri (% reduksi) terhadap bakteri Staphyloccocus uareus terdapat pada infusa campuran daging dan kulit daun lidah buaya yaitu sebesar 27,5 % setelah waktu 60 detik. Uji antibakteri infusa daun lidah buaya (Aloe veraL) konsentrasi 100% dengan metode difusi cakram tidak menunjukkan adanya zona penghambatan disekitar biakan bakteri uji.

Kata kunci : Lidah buaya, Aktivitas antibakteri, Staphylococcus aureus, dan   Escherichia coli,   Infusa.

Full Text:

PDF

References


AOAC International Official Methods of Analysis. 2000. Germicidal and Detergent Sanitizing Action of Desinfectants. AOAC Official Method 960.09.Chapter 6.p.10.

Amelia Lisa. 2014. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L)TerhadapStaphylococcus aureus Dan Pseudomonas auruginosa (Skripsi S1).Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Nusa Bangsa. Bogor.

Ariyanti,NK. I.B.G Darmayasa dan S.K Sudirga, 2012.Daya Hambat Kulit Daun Lidah Buaya (Aloe barbadensis Miller) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 Dan Eschericia coli ATCC 25922. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Udayana. Bukit Jimbaran.

Adha PW. 2009. Potensi Lidah Buaya Pontianak (Aloe Chinensis Lin) Sebagai Bahan Baku Industri Berbasis Sumber Daya Lokal. Program Teknologi Industri Pertanian Pasca Sarjana Teknologi Pertanian . Universitas Brawijaya. Malang

BSNI.2008. Metode Uji (Screening Test) Residu Antibiotik Pada Daging, Telur Dan Susu Secara Bioassay.SNI 7424.Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

Dahlan MA dan Arief Fuad, 1990, Penuntun Praktikum Mikrobiologi, Departemen Perindustrian, Akademi Analis Kimia, Bogor.

Departemen Kesehatan RI. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta.

David W. 2000. Superfoods,The Food and Medicine of the Future. North Atlantic Books. Berkeley. California.

Febram B.P dan Vetnizah J, 2005, Aktivitas Sediaan Gel Dari Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Baebadensis Miller) Untuk Proses Persembuhan Luka Pada Hewan, LPPM,IPB,Bogor.

Iriano, A. 2008. Efek Antibakteri Infusum Aloe vera terhadap Porphyromonas gingivalis In Vitro (perbandingan Metode Ekstraksi Maserasi dan Infundasi) (Skripsi S-1), Fakultas Kedokteran Gigi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Universitas Indonesia. Jakarta.

Ika Lestari S. 2011. Potensi Antijamur Ekstrak Daun Sirih Merah dan Sirih Hijau Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Nusa Bangsa. Bogor

Jamal A. 2015. Intensif Budidaya Lidah Buaya Usaha Dengan Prospek yang Kian Berjaya. Cetakan 1. Pustaka Baru press. Yogyakarta.

Jawetz, E, G.E. Melnick, C.A. Adelberg. 1986. Mikrobiologi (Untuk Profesi Kesehatan). Edisi 16. Diterjemahkan oleh Tonang. EGC Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta.

Jawetz, E., J.L. Melnick., Adelberg., G.F. Brooks., J.S. Butel., dan L.N.Ornston. 1996. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi ke-20 (Alih bahasa :Nugroho& R.F.Maulany). Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Melki, W.A., E.P. Kurniati. 2011. Uji Antibakteri Ekstrak Gracilaria Sp (Rumput Laut) Terhadap Bakteri E.coli dan S.aureus, Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengethuan Alam. Universitas Indralaya. Indonesia.

Pelczar J., Jr. Michael, E.C.S.Chan, 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi.Edisi 1. Penerjemah Ratna Siri Hadioetomo, dkk. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta.

Pelczar, M. dan Chan. 1988.Dasar-Dasar Mikrobiologi (Jilid 1). UI Press. Jakarta.

Rachman, I.S. 2011. Uji Aktivitas Ekstrak Biji Pepaya Terhadap Staphyloccocus aureus, Akademi Farmasi Putra Malang, Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v6i1.253

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Sains Natural

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.