ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR ENDOFIT PADA UMBI TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schoot)

Fitria Dewi Sulistiyono, Siti Mahyuni

Abstract


Isolation and Identification of Endofit Fungus in Taro Tubers (Colocasia esculenta (L.) Schoot)

Endophytic fungi are fungi the living and associated in plant tissue. Association the endophytic and host are mutualism. The ability of endophytic producing a secondary compound is an opportunity to be developed. The aims of this research is isolate and identify the types of endophytic fungi in tubers of taro. The methode used microscopis and macroscopis idetify. The result types of endophytic fungi in tubers of taro are Aspergillus, Sclerotium, Fusarium, Mucor and Rhizopus.

Keyword: Taro, Idetify, Endophytic fungi

ABSTRAK

Mikroorganisme endofitik adalah mikroorganisme yang hidup dan berasosiasi di dalam jaringan tanaman inang. Asosiasi yang terjadi umumnya bersifat mutualisme. Kemampuan mikroorganisme endofitik memproduksi senyawa metabolit sekunder sesuai dengan tanaman inangnya merupakan peluang yang sangat baik. Pemanfaatan mikroorganisme endofit diharapkan dapat melestarikan tanaman inangnya yang membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang.  Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi jenis-jenis jamur endofit yang terdapat pada umbi talas. Metode yang digunakan adalah identifikasi secara mikroskopis dan makroskopis. Hasil identifikasi dengan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis diperoleh genus Aspergillus, , Sclerotium, Fusarium, Mucor, dan Rhizopus.

Kata kunci : Talas, Identifikasi, Kapang endofit


Full Text:

PDF

References


Barnett, H.L. & Hunter, B.B. (1998). Illustrated Genera of Imperfect Fungi. 4th Edition. St Paul: APS Press.

Chairul, B. I & Sofnie M. C. (2006). Isolasi glukomanan dari dua Jenis Araceae: Talas {Colocasia esculenta (L.) Schott} dan Iles-Iles (Amorphophallus campanulatus Blumei). Jakarta: Pusat Penelitian Biologi-LIPI.

Davet, P. & Rouxel, F. (2000). Detection and Isolation of Soil Fungi. Science Publisher.

Ezra, D., Hess, W. M.., & Strobel, G. A. (2004). New endophytic isolates of Muscodor albus, a volatile-antibiotic-producing fungus. Microbiology, 150 (12), 4023-4031.

Liu, Q., Donner, E., Yin Y., Huang, R.L., & Fan, M. Z. (2006a). The physicochemical properties nd in vitro digestibility of selected cereals, tubers, and legumes grown in China. Food Chemistry, 99 (2), 470-477

Magenda, S., Kandou, F.E.F., & Umboh, S D. (2011). Karakteristik Isolat Jamur Sclerotium rolfsii dari Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea Linn.). Jurnal Bioslogos, 1 (1), 1-7.

Petrini, L.E. (1992). Rosellinia species of the temperate zones. Sydowia, 44 (2), 169-281.

Pitt, J.I and A.D Hocking, 1995. Fungi and food spoilage.Third Edision. Academic Press, Australia.

Ratnaningtyas, N.I, Purnomowati, Mumpuni, A., Risyanto, S., & Dewi, R.S. (2011). Petunjuk praktikum mikologi. Purwokerto: Universitas Jendral Soedirman.

Redig, P. (2005). Mycotic infections in birds I: Aspergillosis. North American Veterinary Conference Proceedings, Eastern States Veterinary Association 1192–1194.

Taechowisan, T., Lu, C., Shen, Y. & Lumyong, S. (2005). Secondary metabolites from endophytic Streptomyces aureofaciens CMUAc130 and their antifungal activity. Microbiology, 151, 1691-1695.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v9i2.235

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Sains Natural

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.