FITOREMEDIASI TANAH TERCEMAR LOGAM BERAT Cd DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN HANJUANG (Cordyline fruticosa)

Novie Eka Permata Sari, Nurlela Nurlela, Supriyono Eko Wardoyo

Abstract


Phytoremediationn of Cadmium (Cd) Contaminated Soil using Hanjuang Plants (Cordyline fruticosa)

Phytoremediation of Cadmium (Cd) contaminated soil using ornamental plants is one method that applicable and environmental friendly in the process absorption of metal in the soil. This study aims to determine the effectiveness of phytoremediation and the potential of hanjuang plants as phytoremediation agents for cadmium metals. Hanjuang plants are planted on soil media which is previously added to heavy media as pollutants, namely Cd(NO3)2 with a concentration of 0; 50; 100; 150 mg/Kg for 42 days. Measurement of Cd concentration uses Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry instrument. The results showed that hanjuang plants could accumulate cadmium metals in the roots. The highest accumulation is found in the roots of plants at 150 mg/Kg concentration and the result is 36.2167 mg/Kg, whereas in the stems and leaves of plants is not found heavy metal absorptions. Hanjuang plants contaminated with cadmium metal have a bioconcentration value (BCF)<1 so that they are included in the metal excluder group or low accumulator. The highest distribution of cadmium metal concentration is in the roots with transport factor (TF)<1 so that hanjuang plants are included in phytoremediation plants with their metal absorption which mechanism is phytostabilization.

Keywords : Cordyline fruticosa, Phytoremediation, Cadmium, ICP-OES

ABSTRAK

Fitoremediasi tanah tercemar logam Kadmium (Cd) menggunakan tanaman hias merupakan salah satu metode yang aplikatif dan ramah lingkungan dalam proses penyerapan logam di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fitoremediasi dan potensi tanaman hanjuang sebagai agen fitoremediasi dalam menyerap logam kadmium. Tanaman hanjuang ditanam pada media tanah yang sebelumnya media tanah tersebut ditambahkan logam berat sebagai pencemar yaitu Cd(NO3)2 dengan variasi konsentrasi 0; 50; 100; 150 mg/Kg selama 42 hari. Pengukuran konsentrasi Cd menggunakan instrumen Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry. Hasil penelitian menunjukkan tanaman hanjuang dapat mengakumulasi logam kadmium pada bagian akar. Akumulasi tertinggi ditemukan pada bagian akar tanaman pada konsentrasi 150 mg/Kg sebesar 36,2167 mg/Kg, sedangkan pada bagian batang maupun daun tanaman tidak ditemukan adanya penyerapan. Tanaman hanjuang yang terkontaminasi oleh logam kadmium memiliki nilai biokonsentrasi (BCF)<1 sehingga termasuk ke dalam kelompok metal excluder atau akumulator rendah. Distribusi konsentrasi logam kadmium paling tinggi terdapat pada bagian akar dengan faktor transport (TF)<1 sehingga tanaman hanjuang termasuk ke dalam tanaman fitoremediasi dengan mekanisme penyerapan logamnya yaitu fitostabilisasi.

Kata kunci : Cordyline fruticosa, Fitoremediasi, Kadmium, ICP-OES.


Full Text:

PDF

References


Badan Standarisasi Nasional. (2004). Air dan limbah-bagian 4 : Cara Uji Kadmium (Cd) Secara Destruksi Asam Dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) Nyala. SNI 06-6992.4-2004. Hal 3 - 6.

Dewi, K. S. P. (2010). Tingkat Pencemaran Logam Berat (Hg, Pb, Cd) di dalam Sauran, Air Minum dan Rambut di Denpasar, Gianyar dan Tabanan (Skripsi). Universitas Udayana, Bali.

Estuningsih, Pertiwi, Hidayati dan Syarif. (2013). Potensi Tanaman Rumput Sebagai Agen Fitoremediasi Tanah Terkontaminasi Limbah Minyak Bumi. Prosiding Semirata 1: 360 - 370.

Fardiaz, S. (2008). Polusi Air dan Udara. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Ghosh, M., and S. P. Singh. (2013). Comparative Uptake and Phytoextraction Study of Soil Induced Chromium by Accumulator and High Biomass Weed Spesies. Journal Applied Ecology and Environmental Research, (3), 67 - 69

Haque, N., J. R. Peralta-Videa., G. L. Jones., T. E. Gill., and J. L. Gardea Torresdey. (2008). Screening The Phytoremediation Potential of Dessert Broom (Baccharis Sarothroides Gray) Growing on Mine Tailings in Arizona, USA. Environmental Pollution, 153, 362 - 368.

Haryati, M., Purnomo, T., dan Kuntjoro, S. (2012). Kemampuan Tanaman Genjer (Limnocharis flava (L.)) Buch menyerap logam berat timbal (Pb) limbah cair kertas pada biomassa dan waktu pemaparan yang berbeda. Lentera Bio, (1) 3, 131 - 138.

Haryanti, D., D. Budianta., dan Salni. (2013). Potensi Beberapa Jenis Tanaman Hias sebagai Fitoremediasi Logam Timbal (Pb) dalam Tanah. Jurnal Penelitian Sains, 16 (2), 52 - 58.

Hidayati, N. (2005). Fitoremediasi dan Potensi Tumbuhan Hiperakumulator. Bogor. Pusat Penelitian Biologi LIPI. ISSN 0854-8587

Hotmaria. (2017). Karakter dan Efektivitas Fitoremediasi Trembesi (Albizia Saman (Jacq.) Merr.) Terinfeksi Fungi Mikoriza Arbuskula Terhadap Timbal Pada Media Kultur Cair (Skripsi). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Nusa Bangsa, Bogor.

Indriyana, N. D. (2014). Analisis Biomassa dan Kandungan Karbon Pada Jenis Serasah Daun Tanaman Hutan Kota di Arboretum Arsitektur Lanskap IPB (Skripsi). Fakultas Kehutanan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB, Bogor.

Irawanto, R., dan S. Mangkoedihardjo. (2015). Fitoforensik Logam Berat (Pb dan Cd) Pada Tumbuhan Akuatik (Acanthus Ilicifolius dan Coix Lacryma-Jobi). Jurnal Purifikasi Surabaya. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 15 (1) , 62 - 63.

Kadir. (2015). Statistika Terapan: Konsep, Contoh dan Analisis Data dengan Program SPSS/Lisrel dalam Penelitian. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Malik, N and Biswas, A. K. (2012). Role of Higher Plants In Remediation of Metal Contaminated Sites. Scientific Reviews & Chemical Communications, 2 (2), 141-146.

Moenir, M. (2010). Kajian Fitoremediasi sebagai Alternatif Pemulihan Tanah Tercemar Logam Berat. Jurnal Riset Teknologi Pencegahan dan Pencemaran Industri, 1(2), 115 - 123.

Pratiwi, I. K. (2017). Fitoakumulasi Ion Logam Tembaga (II) Oleh Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata Prain) (Skripsi). Universitas Hasanuddin, Makassar.

Raskin, I., and B. D. Ensley. (1999). Phytoremediation Of Metals: Using Plants to Clean Up The Environment, Environmental Pollution And Green Plants. ISSN: 978-0-471-19254-1.

Sari, E.M, A. Hanifah., and F. K. Ganis. (2017). Potensi Tanaman Azolla (Azolla pinnata) Sebagai Fitoremediator Ion Timbal (II), Ion Kadmium (II) Dan Ion Kromium (II). Jurnal. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Riau, Riau.

Sarma, H. (2011). Metal Hyperaccumulation in Plants: A Review Focusing on Phytoremediation Technology. Journal of Environmental Science and Technology, 4 (2), 118 - 138. Asian Network for Scientific Information.

Udiharto, M., dan Sudaryono. (1992). Bioremediasi Terhadap Tanah Tercemar Minyak Bumi Parafinik dan Aspak. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pengelolaan Limbah dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan (BPPT hal 121 - 132). Jakarta.

Ulimma, R., I. Apriani., dan S. Siahaan. 2015. Potensi Tanaman Hias Dalam Meremediasi Tanah Tercemar Logam Merkuri (Hg) (Skripsi). Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Wahwakhi, S. (2017). Potensi Acanthus ilicifolius Sebagai Agen Fitoremediasi dan Fitomining Pada Logam Cu di Kelurahan Wonorejo Kota Surabaya (Thesis). Institut Pertanian Bogor.

Widowati, W., A. Sastiana., and J. Raymond. (2008). Efek Toksik Logam Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Wulandari, Resmaya, T. Purnomo., dan Winarsih. (2014). Kemampuan Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatic) dalam Menyerap Logam Berat Kadmium (Cd) Berdasarkan Konsentrasi dan Waktu Pemaparan yang Berbeda. Lentera Bio 3 (1), 83 - 89.

Yusuf, M. (2014). Fitoremediasi Tanah Tercemar Logam Berat Pb dan Cd Dengan Menggunakan Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) (Skripsi). Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Makassar.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v9i2.230

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Sains Natural

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.