BENTONIT TERAKTIVASI ASAM SULFAT SEBAGAI ADSORBEN DALAM PEMURNIAN PELUMAS BEKAS

Tiva Lathifah, Nia Yuliani, Gladys Ayu Paramita Kusumah Wardhani

Abstract


Activated Bentonits of Sulfatic Acid as Adsorben in Purchase of Used Lubricants 

Recycling of used lubricating oil is one of the alternatives in the framework of efficiency, saving oil consumption, and reducing pollution. One effort to purify used lubricating oil is to separate impurities through the adsorption method. The adsorbent that can be used is bentonite. Activation of bentonite using acid will produce adsorbent with an active side and greater surface acidity so that the adsorption ability is higher than before activated. Characteristics of lubricating oil produced are: kinematic viscosity 40 °C and 100 °C at 109.94 cSt and 14.57 cSt recently; viscosity index is 136; specific gravity 15 °C is 0.8872; and the resulting color is L5.0. Activated sulfonic bentonite can be an optimum adsorbent in purifying used lubricating oil, with optimum bentonite concentration is 30% and optimum adsorption temperature is 70 °C resulting in a 49% increase in viscosity efficiency of 40 °C and 30.79% for temperatures of 100 °C.

Keywords: Bentonite, Lubricants, Adsorption  


ABSTRAK 

Daur ulang minyak pelumas bekas merupakan salah satu alternatif dalam rangka efisiensi, penghematan konsumsi minyak bumi, serta mengurangi pencemaran. Salah satu upaya menjernihkan minyak pelumas bekas adalah dengan memisahkan zat-zat pengotor melalui metode adsorpsi. Adsorben yang dapat digunakan adalah bentonit. Aktivasi bentonit menggunakan asam akan menghasilkan adsorben dengan sisi aktif dan keasaman permukaan yang lebih besar sehingga kemampuan adsorpsinya lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum  diaktivasi. Karakteristik minyak pelumas yang dihasilkan yaitu: viskositas kinematik 40 °C  dan 100 °C  sebesar 109,94 cSt dan 14,57 cSt secara berturut-turut; indeks viskositas sebesar 136; specific gravity 15 °C  sebesar 0,8872; serta warna yang dihasilkan adalah L5,0. Bentonit teraktivasi asam sulfat mampu menjadi adsorben yang optimum dalam pemurnian minyak pelumas bekas, dengan  konsentrasi bentonit optimum adalah 30% dan suhu adsorpsi optimum adalah 70 °C menghasilkan % efisiensi kenaikan viskositas  sebesar 49,15% untuk suhu 40 °C dan 30,79% untuk suhu 100 °C.

Kata kunci : adsorpsi, bentonit, pelumas



Full Text:

PDF

References


Anton, L. (1985). Teknologi Pelumas. Lembaran Publikasi Lemigas PPTMGB Lemigas. Jakarta.

ASTM D445-15. (2017). Standard Test Method for Kinematic Viscosity of Transparent and Opaque Liquids (The Calculation of Dynamic Viscosity). Annual Book of ASTM Standards.

ASTM D2270-10. (2016). Standar Practice for Calculating Viscosity Index at 40ºC dan 100ºC. Annual Book of ASTM Standards.

ASTM D4052-11. (2017). Test Method for Density, Relative Density, and API Gravity of Liquids by Digital Density Meter. Annual Book of ASTM Standards.

ASTM D 1500-12. (2017). Test Method for ASTM Color of Petroleum Product (ASTM Color Scale). Annual Book of ASTM Standards.

Foth, H.D. (1988). Dasar-dasar Ilmu Tanah. Gajahmada University Press. Yogyakarta.

Grim, R.E. (1968). Clay Mineralogy. McGraw-Hill Book Company. New York.

Harjono, A. (2001). Teknologi Minyak Bumi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Hilyati dan B. Widihastono. (1991). Adsorpsi Zat Warna Tekstil Pada Zeolit Alam Daribayah. Puslitbang Kimia Terapan-LLPL Puspiptek. Serpong.

Joseph U. (2010). A Comparative Study of Recycling of Used Lubrication Oils Using Distillation, Acid and Activated Charcoal with Clay Methods. J Petroleum & Gas Eng. Vol. 2, No.2, 12-19.

Kloprogge, J.T. (1998). Synthesis of Smectites and Porous Pillared Clay Catalysts : A review. J. Porous Mater. 5, 5-41.

Komadel. (2003). Chemically Modified Smectities. Slovac Academy of Sciences. Slovakia.

Kusumah, A. M. (2013). Perolehan Kembali Bahan Dasar Pelumas dari Limbah Pelumas Mesin dengan Metode Adsorpsi dan Penciriannya. (Skripsi). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. IPB. Bogor.

Lianna, J., Karyati. Y., & Santosa, H. (2012). Penjernihan Minyak Pelumas Bekas dengan Metode Penjerapan Suatu Usaha Pemanfaatan Kembali Minyak Pelumas Bekas sebagai Base Oil. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri. Vol.1, No.1, 252-257.

Mahmudha, S & Irwan, N. (2015). Pengaruh Penggunaan Bentonit Teraktivasi Asam Sebagai Katalis Terhadap Peningkatan Kandungan Senyawa Isopulegol Pada Minyak Sereh Wangi Kabupaten Gayo Lues – Aceh. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. UIN Yogyakarta. Yogyakarta.

Mara, I.M., & Kurniawan, A. (2015). Analisa Pemurnian Minyak Pelumas Bekas dengan Metode Acid And Clay. Jurnal Teknik Mesin. Universitas Mataram. Mataram.

Mukhlishoh, I. (2008). Pengelolaan Limbah Oli B3 Bengkel Resmi Kendaraan Bermotor Roda Dua Di Surabaya Pusat. (Skripsi). Institut Teknolgi Sepuluh Nopember. Surabaya.

Purwaningsih, H. (2002). Pembuatan Alumina dari Kaolin dan Studi Katalisis Heterogen untuk Sintesis Vanili dari Eugenol Minyak Gagang Cengkeh. (Tesis). Fakultas MIPA. UI. Depok.

Reddy, R. B, Nagendrappa, Y.S., Gopalpur, Prakash, & Jai, B.S. (2008). Bronsted and Lewis Acidity of Modified Montmorillonite Clay Determined by FT-IR. Catalyst Today.

Tan, K.H. (1992). Dasar-dasar Kimia Tanah Edisi Pertama. Penerjemah: Goenadi, D.H. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Yulianto, A. (2008). Pembuatan Lempung Terpilar Al13 dari Lempung Alam Turen malang untuk Adsorbsi Ion Pb2+. (Skripsi). Departemen Kimia. FSAINTEK. Universitas Airlangga. Surabaya.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v9i1.170

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Sains Natural

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.