EFEK ANTIBAKTERI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER YANG DIPRODUKSI OLEH KAPANG ENDOFITIK AT 32 DARI Artemisia annua

Djadjat Tisnadjaja

Abstract


Antibacterial Effect of Secondary Metabolite Compound Produced by Endophyte Mould AT 32

Infection diseases such as malaria, dengue hemorrhagic fever, and tuberculosis still counted as one of major health problem in Indonesia. On the other hand Indonesia has mega biodiversity including plant and microbes potentially used for the production of antibacterial or lead compound for antibiotic. One of a potential resources is Artemisia annua. This plant is already known as a secondary metabolite compound artemisinin producer, an active compound against malaria virus. This research work  was aimed to study the possible used of endophyte microbe isolated from Artemisia annua to produce antibacterial active compound through a fermentation process. Research result shown that extract of fermentation broth, either fermentation was conducted in Erlenmeyer flask or two liters stirred tank reactor, gave antimicrobial activity. It is shown by the clearing zone formation on the dish inoculated with bacterial seed.  Two bacterial strains Staphylococcus aureus ATCC 25923 and Escherichia coli BCC 2210 were used for this study. The biggest clearing zone diameter formed was 20 mm for inhibition of Staphylococcus aureus and 9.5 mm for Eschericia coli, those were obtained by using extract of fermentation broth of two liters stirred tank reactor.

Keywords  :  Artemisis annua, antimicrobial, endophyte, fermentation, secondary metabolite

 

ABSTRAK

         Penyakit infeksi seperti malaria, demam berdarah dan tuberculosis (TBC) masih merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Pada sisi lain Indonesia memiliki mega biodiversitas termasuk tanaman dan mikroba yang berpotensi untuk dimanfaatkan dalam produksi antibakteri atau  senyawa aktif untuk antibiotik. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari kemungkinan pemanfaatan mikroba endofitik yang diisolasi dari tumbuhan Artemisia annua untuk memproduksi senyawa aktif antibakteri melalui proses fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari cairan fermentasi, baik ketika fermentasi dilakukan dalam skala Erlenmeyer maupun fermentor stirred tank skala 2 liter, menunjukkan adanya aktivitas antimikroba. Aktivitas antimikroba ini ditunjukkan dengan terbentuknya zona jernih pada petri dish yang diinokulasi dengan bakteri. Dalam hal ini digunakan dua galur bakteri patogen yaitu Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli BCC 2210. Diameter zona jernih terbesar yang terbentuk yaitu 20 mm untuk inhibisi dari Staphylococus aureus dan 9,5 mm untuk penghambatan Escherichia coli keduanya diperoleh dengan pemberian ekstrak cairan fermentasi yang dilakukan dengan fermentor stirred tank skala 2 liter.

Kata kunci : Artemisis annua, anti mikroba, endophyte, fermentasi, metabolit sekunder


Full Text:

PDF

References


Akmal, A. H. dan A. Romita., 1996. Isolasi mikroba tanah penghasil antibiotik dari sampel tanah pada lokasi penumpukan sampah. Cermin Dunia Kedokteran, No.18. 1996.

Djumidi dan Sutjipto. 1999. Inventaris tanaman obat. Jilid V. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes. Jakarta. 1999.

Keys, D. J., 1976, Chinese herbs, their botany, chemistry and pharmacodynamics. Swindow book Company, Ltd. Hongkong, 1976.

Liu, C. H., W. X. Zou, H. Lu and R. X. Tan. 2001. Antifungal activity of Artemisia annua endophyte cultures against phythopathogenic fungi. Journal of Biotechnology ; 88 (3), Hal. 277 – 282.

Namdeo, A. G., Mahadik K. R. and Kadam S. S., 2006, Antimalarial drug – Artemisia annua, Pharmacognosy Magazine Vol 2, Issue 6, Apr-Jun, 2006.

Sardjoko, 1991. Bioteknologi, Latar belakang dan beberapa penerapan. PT. Gramedia, Jakarta, 1991.

Smith, E. J., 1995. Bioteknologi, Ed. 2, terjemahan Hartono, A., EGC. Jakarta. 1995.

Rosana, Y., 2001, Isolasi dan seleksi mikroba endofit penghasil antimikroba dari tanaman belimbing wuluh (Averhoa bilimbi Lin). Kekhususan mikrobiologi kedokteran. PS Ilmu Biomedik-Program Pasca Sarjana, FK, UI. Jakarta.

Tan, X. R., W. F. Zheng dan Q. H. Tang, 1998. Biological active substance from genus Artemisia, Planta Medica, No. 54.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v1i1.14

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Sains Natural



 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.