UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK HEKSANA, ETIL ASETAT, ETANOL, METANOL 80% DAN AIR DAUN KELOR (Moringa oleifera, Lamk)

Agung Abadi Kiswandono, Mamay Maslahat

Abstract


Antioxidant Test of  Hexane, Etil Asetat, Ethanol, Methanol 80% and   Water Extract in Moringa oleifera

           Antioxidant is a substance that can protect a materials from its destruction. Sources of antioxidant could be from plants. Alkaloid compounds in the Moringa oleifera leaves have  potential  antioxidant source. This research aimed  to examine antioxidant potential from Moringa oleifera leaves extract of hexane, ethyl acetate, methanol 80% and water .   The extraction methodes was meseration, and antioxidant test used the DPPH free radical scavenging effect. The  result showed that extract ethanol had the best potential antioxidant with the value of 118.19 µg/mL and R2 was 99.9%, from hexanes was 692.39 µg/mL (R2=99.9%), in ethyl acetate was 247.5 µg/mL (R2=99.9%), in methanol 80% was  121.79 µg/mL (R2= 0.998) and in water extract 189.21 µg/mL (R2=99.8%). Antioxidant standart as kuersetin that gave value of 15.84 µg/mL (R2 = 99.9%).

Keywords : Bioactives compound, moringa oleifera,  antioxidant

 

ABSTRAK

          Antioksidan merupakan substansi yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan suatu zat. Sumber antioksidan dapat diperoleh dari suatu tumbuhan. Senyawa alkaloid yang terdapat pada daun kelor berpotensi sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini  bertujuan menguji antioksidan ekstrak heksana, etil asetat, etanol, metanol 80% dan air pada daun kelor (Moringa oleifera, Lamk). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dan uji antioksidan menggunakan metode ”DPPH free radical scavenging effect”. Hasil uji antioksidan terbaik terdapat pada ekstrak etanol, yaitu sebesar 118.19 µg/mL dengan harga R2 sebesar 99.9%, sedangkan pelarut yang lain, yaitu pelarut heksana sebesar 692.39 µg/mL (R2=99.9%), etil asetat 247.5 µg/mL (R2=99.9%), metanol 80% 121.79 µg/mL (R2= 0.998) dan air 189.21 µg/mL (R2=99.8%), sebagai pembanding antioksidan digunakan kuersetin, yaitu 15.84 µg/mL (R2= 99.9%).

Kata kunci : Senyawa bioaktif, moringa oleifera,  antioksidan


Full Text:

PDF

References


Artanti, N. et al. Evaluasi Aktivitas Antioksidan Berbagai Ekstrak Daun Benalu (Dendrophthoe pentandra L) yang Tumbuh pada Inang Belimbing dan mangga. Laporan Penelitian. Pusat Penelitian Kimia LIPI. Hal 1-7.

Benabdesselam, FM. et. al. 2007. Antioxidant Activities of Alkaloid Extracts of Two Algerian Species of Fumaria: Fumaria Capreolatan and Fumaria bastard. ACG Publication rec.nat.Prod 1: 28-35.

Budiman, A. 2001. Senyawa Bioaktif Golongan Kumarin Artemisia Sacrorum Ledeb. Skripsi. Bogor : FMIPA. IPB.

Dalimarta, S. 2003. Karakteristik Tumbuhan Obat. Prosiding Seminar dan Pameran Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XXIV. Pusat Studi Biofarmaka IPB. Bogor.

Eilert U, et. al. 1981. The Antibiotic Principle of Seeds of Moringa oleifera and moringa stenopetala. J. Medicinal Plant res. 42 (55-61).

Harborne, J. B. 1996. Metode Fitokimia. Cara modern menganalisa Tumbuhan. Terjemahan Kosasih Patmawinata dan Iwang Soediro. Edisi ke 3. Penerbit ITB. Bandung.

Hermawan, H. 2002. Isolasi dan Pencirian Senyawa Aktif dari Tumbuhan Anting-anting (Acalypha indica L.) yang Berpotensi Menurunkan Kadar Glukosa Darah. Skripsi. FMIPA. IPB. Bogor.

Hidayat MG. 2004. Perbandingan Metode Ekstraksi Flavonoid dan Terpenoid dari Sidaguri Serta Daya Inhibisi Ekstrak Terhadap Aktivitas Xantin Oxidase. Skripsi. FMIPA. IPB. Bogor.

Joni, MS, M. Sitorus, Nelly Katharina. 2008. Cegah Malnutrisi Dengan Kelor. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.

Prat DE, BJF. Hudson. 1990. Natural Antioxidant not Exploited Commercially. Di dalam BJF Hudson. Editor Food Antioxidant. London. Elsevier Science.

Putri, LD. 2004. Pemisahan dan Pencirian Pektin Dari Kulit Buah Kakao. Skripsi. FMIPA. IPB. Bogor.

Rafi, M. 2003. Identifikasi Fisik dan Senyawa Kimia Pada Tumbuhan Obat Fokus Untuk Tumbuhan Obat Diabites Melitus. Makalah Pelatihan Tanaman Tradisional (swamedikasi) Pengobatan Penyakit Diabites Melitus. Pusat Studi Biofarmaka. IPB. Bogor.

Sashidhara KV. et. al. 2007. Rare Dipeptida and Urea Derivatives from Roots of Moringa oleifera as Potential Anti-Inflammatory and Antinociceptive Agents. Short Communication European Journal of Medicinal Chemistry.

Sidik M. 1997. Antioksidan Alami Asal Tumbuhan. Prosiding Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XII. ITB. Bandung.

Simanjuntak, P. 1988. Metode Isolasi dan Pemurnian Ekstrak Air dari Tumbuhan. Warta AKAB.




DOI: https://doi.org/10.31938/jsn.v1i1.11

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Sains Natural



 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.