ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAHE GAJAH DI KELOMPOK TANI RIDOMANAH XIIB, DESA CIJULANG, KECAMATAN JAMPANGTENGAH, KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT

Rosadi - Rosadi, Amalia Nur Milla, Reny Sukmawani

Abstract


Penelitian tentang analisis pendapatan usahatani jahe gajah di tingkat petani, dilakukan di Kelompok Tani Ridoamanah XIIB. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan usahatani jahe gajah. Teknik pengambilan sampel yakni dilakukan secara “purposive”. Objek pengambilan sampel penelitian dilakukan terhadap anggota kelompok tani yang berjumlah 15 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif studi kasus/lapangan. Sedangkan untuk melihat analisis pendapatan usahatani jahe gajah menggunakan rumus R/C ratio, BEP dan profitabilitas yang menjadi acuan suatu pendapatan dan kelayakan usahatani yang dijalankan di kelompok tani. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di kelompok tani, dapat disimpulkan bahwa usahatani jahe gajah tersebut menguntungkan dan layak untuk diusahakan dengan pendapatan sebesar Rp122.970.000, BEP produk sebesar 684,51 kg, BEP harga sebesar Rp 3.802,00/kg, R/C ratio 3,10, dan profitabilitas usahatani jahe gajah dalam penelitian ini sebesar 2,15%. Upaya meningkatkan pendapatan usahatani sebaiknya petani jahe gajah menerapkan teknologi terbaru dan menambah luasan tanam untuk meningkatkan produksi jahe gajah.

Keywords


Analisis pendapatan, usahatani, jahe gajah; Income analysis, farming, elephant ginger

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Firdaus Ahmad Dunia. (2012). Akuntansi Biaya. Jakarta: Salemba Empat.

Ahman. (2007). Ekonomi dan Akuntansi: membina kompetensi ekonomi. Bandung: PT Grafindo Media Pratama.

Antara. (2020). Imbas Corona, Harga Jahe Melonjak Tembus Rp 90 Ribu per Kilogram. Diakses dari: https://bisnis.tempo.co/read/1318663/imbas-corona-harga-jahe-melonjak-tembus-rp-90-ribu-per-kilogram/full&view=ok

Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Jampangtengah (BPP). (2019). Profil Kelompok Tani Kecamatan Jampangtengah tahun 2019. Sukabumi: BPP Jampangtengah.

Budiono. (2002). Pengantar Ekonomi Mikro. Yogyakarta: BPFE.

Donramdani. (2020). Ekspor Jahe Garut Terhenti COVID-19, Harga malah Naik. Diakses dari: https://www.inilahkoran.com/berita/56802/ekspor-jahe-garut-terhenti-covid-19-harga-malah-naik

Kementerian Pertanian RI. (2018). Pembangunan Pertanian Nasional. Jakarta: Gedung Kementerian Pertanian.

Misgiantoro, R., Prasmatiwi, F.E., & Nurmayasari, I. (2017). Analisis Efisiensi Produksi dan Pendapatan Usahatani Jahe di Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, 5(1), 22-30.

Munawir. (2004). Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Ikatan Akuntansi Indonesia.

Saadudin,D., Rusman, Y., Pardani, C. (2017). Analisis Biaya Pendapatan dan R/C Ratio Usahatani Jahe (Zingiber officinale) (Suatu Kasus di Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis). Diakses di: https://docplayer.info/50198399-Analisis-biaya-pendapatan-dan-r-c-usahatani-jahe-zingiber-officinale-suatu-kasus-di-desa-kertajaya-kecamatan-panawangan-kabupaten-ciamis.html

Soekartawi. (1984). Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. Jakarta: Universitas Indonesia-Press.

Soekartawi. (2006). Analisis Usahatani. Jakarta: UI-Press. 110 hal.

Soekartawi. (2016). Analisis Usahatani. Jakarta: Universitas Indonesia-Press.

Supari. (2001). Manajemen Produksi dan Operasi Agribisnis Hortikultura, Seri Praktek Ciputri Hijau. Jakarta : PT. Elek Media Kompotindo.

Sugiyono. (2012). Metodologi Penelitian Pendidikan (13th ed.). Bandung: ALFABETA.

Suratiyah. (2006). Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya Grup.




DOI: https://doi.org/10.31938/agrisintech.v1i2.281

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.